06:46 - Rabu, 03 September 2014

Mengenang Yoyoh Yusroh, Membaca Jejak Cinta Politisi Perempuan PKS untuk Indonesia

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 13/07/11 | 13:26 | 12 Shaban 1432 H

Yoyoh Yusroh (dpr.go.id)

dakwatuna.com - Tidak banyak perempuan Indonesia yang paham dan sadar bahwa dunia politik adalah dunia milik laki-laki dan perempuan, bukan sekedar monopoli laki-laki.

Politik memang dianggap sebagai dunia keras, dan penuh intrik. Politik juga dinilai sebagai bagian dari perebutan kekuasaan, yang menjadi domain kaum pria. Padahal perempuan juga memiliki kepentingan-kepentingan tertentu yang belum tentu dapat diwakili oleh laki-laki.

Persepsi negatif tentang politik itu telah ditepis oleh almarhumah Yoyoh Yusroh, politisi perempuan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang wafat karena kecelakaan pada 27 April lalu. Kiprah Yoyoh di parlemen, menunjukkan kepada publik bahwa perempuan juga mampu menjalankan amanah politik dengan baik. Menurut Yoyoh, memisahkan perempuan dari politik sama dengan memisahkan masyarakat dari lingkungannya.

Langkah politik Umi Umar, begitu Yoyoh biasa disapa di kalangan kader PKS, mendapat apresiasi banyak pihak, baik rekan maupun lawan politik.Yoyoh termasuk legislator yang gigih memperjuangkan RUU Pornografi hingga disahkan.

Hari ini (Rabu, 13/7), bertempat di gedung Nusantara IV DPR, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) me-launching buku Yoyoh yang berjudul Langkah Cinta Untuk Indonesia.

Dalam pengantar buku tersebut, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq memberikan kesaksian. Kata Luthfi, banyak orang yang terkagum-kagum dengan sosok Umi Umar, padahal baru mendengar profilnya dan tidak pernah bertemu.

“Saya tidak tahu apakah ke depan PKS akan dikaruniai lagi oleh Allah SWT seorang kader seperti beliau?Apakah PKS mampu mencetak kembali kader baru yang kapasitas dan kualitasnya sekaliber Yoyoh Yusroh?” tanya Luthfi.

Selain di bidang politik, Yoyoh juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan dakwah. Kiprahnya di dunia dakwah diapresiasi oleh Departemen Agama dengan memberinya penghargaan sebagai Mubaligh Nasional pada tahun 2001. Tidak hanya di tingkat nasional, Yoyoh juga turut menjadi anggota Internasional Muslim Women Union (IMWU) sebagai salah satu wadah perjuangan bagi muslimah se-dunia.

“Semua peran itu (rumah tangga dan politisi) bisa dilakukan dengan baik oleh beliau  Apalagi, Ibu Yoyoh juga sangat aktif dalam peran-peran pemberdayaan perempuan di masyarakat,” demikian testimoni Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, dalam Buku Langkah Cinta Untuk Indonesia. (yan/Yayan Sopyani Al Hadi/RMOL)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (20 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • eva

    afwan, tolong koreksi tanggal kecelakaan dan wafatnya Almarhumah. bukankah seharusnya tgl 21 mei? bukan tgl 27 april seperti terulis di artikel.

  • http://www.facebook.com/people/Asma-Amanina/100000056977416 Asma Amanina

    subhanalloh…..

  • Sabiqin

    Ibu ! sosokmu muncul dalam kenang
    Senyummu menghias dalam bayang
    Kuangkat tangan berdo’a ba’da sembahyang
    Semoga di sisiNya tidurmu rehatmu tenang.
    Dalam setiap acara yg Ibu datang.
    Jadi pusat perhatian dan bintang
    Dirimu dikenal berjuta orang
    Tapi tidak kau buat tabir penghalang
    Cintamu untuk Indonesia kau tuang
    Di buku Langkah Cinta Untuk Indonesia sekarang
    Bukti engkau blm habis peranmu blm hilang
    Suaramu di parlemen terdengar lantang
    Kerudung bagi tentara wanita yang dilarang
    Kau tentang tanpa takut diserang
    Anak tiga belas pasti repot bukan kepalang
    Karir politik, aktivitas dakwah dapat luang
    Baca Qur’an tidak ketinggalan malam dan siang
    Tilawahnya menghantarkanmu hingga ajalmu datang
    Engkau kader sejati kader gilang-gemilang
    Teladan generasi sekarang dan yang akan datang

  • http://www.facebook.com/sabiqin Muhammad Sabiqin

    Ibu.. sosokmu muncul indah dalam kenang
    Senyum ramahmu hiyasi bayang
    Kuangkat tangnku berdo’a habis sembahyang
    Semoga di sisiNYa rehatmu tenang
    Ibu… di setiap acara yang ibu datang
    Kau pusat perhatian dan bintang
    Kau dikenal setiap orang
    Tapi kau santun tak ada tembok penghalang.
    Ibu.. Cintamu pada Indonesia kau tuang
    Dalam buku Langkah Cinta Untuk Indonesia terbit sekarang
    Bukti kau belum habis peranmu belum hilang.
    Ibu… Suaramu di parlemen terdengar lantang
    Tanpa takut ditentang tak dapat dikekang
    Kerudung bagi TNI Polri Wanita dilarang
    Kau tampil lantang menyerang
    Ibu… anakmu tiga belas pasti repot bukan kepalang
    Tapi karir politik, aktivitas dakwah waktumu diluang
    Baca Qur’an tidak dilupa malam dan siang
    Hingga Tilawahnya mengiringi ajalmu datang
    Ibu… engkau kader sejati kader cemerlang
    Sunggu karirmu gilang-gemilang
    Pantaslah engkau teladan generasi sekarang dan yang akan datang.

  • Suryajat

    semoga wanita indonesia khususnya muslimah lebih sadar akan kewajiban hakiki yang telah diamanahkan

  • Bunda Asri

    maaf, ada yg salah dari artikel ini, umi umar meninggal pd tgl 21 mei 2011, bukan 27 april seperti tersebut di atas. jzkh

Iklan negatif? Laporkan!
67 queries in 1,158 seconds.