09:36 - Selasa, 29 Juli 2014

Alasan Pemerintah Tak Akuisisi Bank Muamalat

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 11/07/11 | 09:30 | 10 Shaban 1432 H

Ilustrasi (RoL)

dakwatuna.com -Pemerintah menegaskan tidak akan ikut ambil bagian dalam proses akuisisi salah satu bank syariah Indonesia, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Pasalnya, penawaran sahamnya dinilai terlalu tinggi.

Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar, pihaknya telah memanggil PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bersama para pemegang saham perorangan untuk membahas kemungkinan pengambilalihan Bank Muamalat.

“Bank Muamalat pernah kita wacanakan. Saya sudah memanggil BRI beserta pemegang saham perorangan yang lama. Kelihatannya ketika dipelajari pada tahap awal, dinilai terlalu mahal,” ujarnya di sela acara Fun Bike IPB di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu 10 Juli 2011.

Saham yang ditawarkan Bank Muamalat, lanjutnya, berada di atas batas kenormalan penawaran harga saham. Bank Muamalat menawarkan sahamnya pada Price to Book Value(PBV) atau rasio harga saham terhadap nilai buku 3,2 kali.

“Kalau tidak salah, mereka minta PBV 3,2 kali, istilahnya. Normalnya itu berada di 2 sampai 2,2 kali. Itu bahasanya orang bank seperti itu. Bank BRI melihat itu tidak terjangkau,” ungkapnya.

Sejauh ini, menurut Mustafa, belum juga ada bank-bank BUMN yang berniat mengakuisisi bank syariah pertama di Indonesia tersebut. (Antique/Harwanto Bimo Pratomo/vn)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
62 queries in 1,185 seconds.