Home / Narasi Islam / Life Skill / Jangan Buru-Buru Memvonis

Jangan Buru-Buru Memvonis

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.comAda sebuah kisah, kejadiannya di sebuah Sekolah Menengah. Seorang guru baru datang untuk mengajar di sebuah Sekolah Menengah. Ada maksud baik dari sang guru, yaitu, sedikit demi sedikit, ia ingin mengenal muridnya satu persatu. Bahkan kalau perlu mengenal lingkungan dekat setiap murid.

Sudah beberapa bulan, nyaris tidak ada masalah terjadi antara dia dan murid-muridnya. Namun, suatu hari, selagi pikirannya sedang agak kusut, ia datang ke kelas. Hari itu, dia menargetkan ingin mengenal lebih jauh tentang lingkungan dan orang-orang di sekeliling setiap muridnya.

“Apa pekerjaan orang tuamu – wahai fulan – ?”

“Pedagang”, jawab yang ditanya.

“Apa pula pekerjaan orang tuamu wahai fulan?”, tanya sang guru kepada murid lainnya.

“Dokter”, jawab sang murid yang ditanya.

Begitu seterusnya, satu persatu murid ditanya, dan selalu mendapatkan jawaban.

Sampai akhirnya, tibalah giliran seorang murid terakhir yang ditanya: “Apa pekerjaan orang tuamu?”.

Sang murid yang ditanya diam saja.

“Apa pekerjaan orang tuamu” ulang sang guru dalam bertanya.

Yang ditanya masih diam.

Dengan nada membentak, sang guru bertanya lagi: “Apa pekerjaan orang tuamu?”.

Sang murid yang ditanya masih terdiam.

“Apa kamu tuli, apa pekerjaan orang tuamu?”.

Akhirnya sang murid yang ditanya mendongakkan kepalanya, seraya menjawab: “Aku tidak tuli pak guru, orang tuaku dalam keadaan tidur di dalam kuburannya!!!”.

Ibrah

Terkadang, kita terburu-buru memvonis dan melukai perasaan orang yang ada di hadapan kita. Namun, hendaklah kita ingat! Ada empat (4) perkara yang kalau sudah terjadi tidak bisa diperbaiki, yaitu:

1. Tidak mungkin kita menarik kembali batu yang kita jatuhkan atau terjatuh, atau terlempar.

2. Tidak mungkin kita menarik kembali kosa kata atau kalimat yang telah kita ucapkan.

3. Tidak mungkin kita menarik kembali peluang yang telah berlalu dan hilang, dan

4. Tidak mungkin kita mengambil kembali waktu, umur dan masa muda yang telah berlalu

Oleh karena itu, kenalilah dan ketahuilah dengan baik bagaimana kita harus bertindak dalam empat hal ini:

– Jangan sia-siakan peluang baik yang ada di hadapanmu, dan

– Jangan terburu-buru memvonis terhadap orang lain

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (35 votes, average: 8,97 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Musyafa Ahmad Rahim, Lc., MA
Bapak kelahiran Demak. Memiliki hobi yang sangat menarik, yaitu seputar Islamic dan Arabic Program. Saat ini bekerja sebagai dosen. Memiliki pengalaman di beberapa organisasi, antara lain di Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU).
  • oki alkahfi

    Subhanalloh, syukron Ustadz

    • Hespri

      Inspiratif….

Lihat Juga

Pimpinan kudeta Mesir, As-Sisi ingin eksekusi mati dipercepat. (arabi21.com)

Paska Tewasnya Jaksa Agung, As-Sisi Inginkan Vonis Mati Dipercepat