10:18 - Minggu, 20 April 2014

Presiden: MTQ ASEAN Pasifik Jadi Pemersatu Masyarakat Muslimin Asia

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatun - 29/06/11 | 10:47 | 28 Rajab 1432 H

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono

dakwatuna.com – Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai Musabaqah Hafalan Al Quran (MTQ) dan Hadist Pangeran Sultan bin Abdul Aziz tingkat ASEAN dan Pasifik dapat menjadi sarana pemersatu kaum muslimin di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai ajang pemersatu kaum muslimin, dalam hubungan bilateral yang erat diantara negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik,” kata Presiden di Istana Negara, Jakarta, Selasa.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Yudhoyono saat melakukan silaturahmi dengan para peserta Musabaqah Hafalan Al Quran dan Hadist Pangeran Sultan bin Abdul Aziz tingkat ASEAN dan Pasifik.

Menurut Presiden, melalui musabaqah itu dapat dijalin persaudaraan dan persahabatan diantara kaum muslimin, di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

“Saya mengajak para qari yang datang dari mancanegara, untuk menjadikan acara ini sebagai wahana berbagi pengalaman, dan menjalin keakraban di antara para peserta dari berbagai negara sahabat,” katanya.

Musabaqah Hafalan Al Quran dan Hadist Tingkat ASEAN dan Pasifik telah diselenggarakan sejak 2008 dan menurut keterangan dari Menteri Agama Suryadharma Ali, jumlah pesertanya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Ia mengajak umat Islam menjadikan Al Quran sebagai rujukan ajaran Islam yang agung, ajaran yang menaburkan kasih sayang, perdamaian, kerukunan, serta pendekatan yang baik, pendekatan yang penuh dengan nilai-nilai peradaban yang luhur.

“Mari kita jadikan Al Quran sebagai rujukan dalam membangun akhlak yang mulia, budi pekerti yang luhur, jiwa yang terang, pikiran yang positif dan sikap yang optimis dalam menghadapi tantangan peradaban,” ujarnya.

Menurut Presiden, umat Islam berkewajiban untuk meningkatkan kualitas pemahaman, perenungan, dan pembelajaran dari kitab suci Al Quran, baik yang berupa ayat-ayat qauliyah maupun qauniyah.

Umat Islam, kata dia, juga harus terus menggelorakan semangat dalam mempelajari nilai-nilai keteladanan yang tertuang dalam hadist-hadist Nabi, serta mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Musabaqah itu berlangsung pada 26-28 Juni 2011 yang diikuti oleh 83 peserta yang terdiri dari 22 orang dari Indonesia, 13 orang dari Thailand, 12 orang dari Malaysia, tujuh orang dari Brunei, dan lima orang dari Kamboja.

Selain itu juga empat peserta dari Filipina, empat orang dari Singapura, tiga orang dari Selandia Baru, tiga orang dari Uzbekistan, tiga orang dari Kirgiztan, dua orang dari Australia, dua orang dari Tajikistan dan dua orang dari Timor Leste. (T. G003/S019/Ruslan Burhani/Ant)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
87 queries in 1,076 seconds.