Home / Berita / Internasional / Asia / Ayah Darsem Pingsan di Hadapan Ketua Komisi I DPR

Ayah Darsem Pingsan di Hadapan Ketua Komisi I DPR

Darsem binti Dawud Tawar, TKW asal Indonesia di Arab Saudi (Dok KBRI Riyadh)

dakwatuna.com – Jakarta. Dawud Tawar (50), ayah Darsem Tenaga Kerja Wanita Indonesia di Arab Saudi, jatuh pingsan saat menemui Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/6) siang.

Saat bertemu dengan Mahfudz Siddiq, Dawud langsung menangis dan memeluk politisi PKS itu sambil menumpahkan perasaannya soal Darsem. “Arab tidak adil, anak saya membela diri karena mau diperkosa,” kata Dawud.

Dia langsung menangis histeris. Selang berapa lama kemudian, Dawud diajak ke sebuah ruangan untuk bersantai. Namun, baru beberapa langkah pria yang sehari-hari sebagai buruh nelayan itu, jatuh pingsan. Sontak saja, ia langsung di bawa ke ruangan untuk ditenangkan. Dawud memang sejak pagi berada di Gedung DPR untuk memastikan apakah dana Rp4,7 miliar sudah ditransfer ke Arab Saudi untuk diyath anak semata wayangnya Darsem.

Darsem binti Dawud dengan maksud membela diri, membunuh Walid -beralamat di Distrik Al-Uraja, sebelah Selatan Kota Riyadh- yang ingin memperkosanya pada Desember 2007.

Darsem divonis hukuman mati (pancung) pada Juni 2008 di pengadilan tetapi kemudian dibebaskan dari hukuman mati (pancung) dan diganti dengan diyat (keharusan membayar denda) sebesar 2 juta Riyal atau senilai Rp4,7 milyar karena mendapatkan maaf dari salah satu ahli waris korban.

Saat ini Darsem mendekam di Penjara Wanita Malaz, Riyadh, Arab Saudi sambil menunggu keputusan pengadilan tingkat banding terkait keringanan diyat atau pembebasan hukuman. (boy/jpnn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Tenaga Kerja Asing

DPR Sebut Masuknya Tenaga Kerja Asing Lukai Rasa Keadilan Rakyat