Home / Berita / Nasional / In Memoriam: Artikel Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh

In Memoriam: Artikel Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh

Ta'ziyah NGO Gaza atas wafatnya Ustazah Yoyoh Yusroh

dakwatuna.com Kami sajikan artikel Ustadzah Yoyoh Yusroh yang dikirimkan kepada Kami. Tulisan ini mungkin merupakan satu dari beberapa tulisan terakhir beliau yang belum dipublikasikan atau diterbitkan. Semoga tulisan ini mengingatkan kita kepada kebaikan dan ketulusan beliau dalam berjuang dan menyiapkan kematiannya.

Kematian adalah Sebuah Misteri

Siapa pun manusia di dunia ini, baik ulama, cendikiawan, dokter, psikolog, para normal atau apapun statusnya tidak akan tahu kapan hari, jam, dan tanggal kematiannya. Karena kematian seseorang merupakan hak prerogative Allah SWT yang tidak pernah diumumkan kepada manusia.

Untuk para hamba yang memiliki pemahaman seperti ini, ia akan selalu siaga untuk menghadapi hari kematiannya dengan berbagai amal yang diridhai Allah SWT. Siaga menghadapi kematian melebihi kesiagaan dalam hal lain. Misalnya saat ini banyak orang melakukan siaga bencana, siaga perang, siaga banjir dan siaga-siaga lainnya tapi luput programnya dari siaga kematian. Padahal kematian adalah sebuah misteri, ia akan merenggut siapa saja di dunia ini dengan tidak mengenal usia. Bukan hanya orang tua, tetapi anak muda, remaja bahkan bayi sekalipun dapat meninggal tanpa diprediksi. Kematian juga tidak mengenal apakah orang itu sakit atau sehat, karena terbukti orang yang sehat, segar dan bugar juga bisa mengalami mati mendadak.

Kematian juga tidak selalu dialami seseorang secara sendirian, karena bila Allah SWT menghendaki kematian bisa dialami oleh sebuah komunitas, atau suatu bangsa di suatu daerah , atau suatu wilayah atau suatu negara dalam jumlah yang sangat menakjubkan. Contoh peristiwa gempa bumi di Padang Sumatera Barat atau Tsunami di Aceh dan yang terakhir di Jepang.

Sebagai seorang muslim kematian yang didambakan adalah mati syahid dalam membela agama Allah SWT, mempertahankan hak seperti yang dilakukan oleh saudara kita yang ada di Palestina saat ini dalam melawan Israel yang mengambil tanah mereka, menguasai masjid Al Aqsa dan berbagai hak hidup mereka. Namun karena kematian sebuah misteri tidak semua mereka yang berjuang mendapat karunia syahadah seperti yang di harapkan.

Ada juga yang mengharapkan kematian setelah melakukan ibadah seperti setelah selesai sholat, setelah berbuka puasa atau setelah selesai melaksanakan ibadah haji, atau ibadah-ibadah lainnya. Banyak harapan mereka yang dikabulkan Allah SWT. Rita seorang aktivis dakwah di kota Tangerang teman saya menceritakan bahwa pada bulan Ramadhan tahun 2009 seorang bapak bernama Ahmad ikut shalat tarawih. Setelah selesai shalat dan sedang berdzikir, ia terjatuh dan kemudian meninggal dunia. Cerita lain tentang seorang ibu yang baru selesai berbuka kemudian terjatuh dan segera dilarikan ke rumah sakit. Tak lama kemudian ia meninggal di rumah sakit.

Ada lagi peristiwa yang sangat memilukan. Seorang ibu yang baru selesai menunaikan ibadah haji meninggal di pesawat GA 981. Ketika ia menaiki tangga, pas di anak tangga yang terakhir dekat pintu ia terjatuh dalam posisi duduk. Kebetulan penulis duduk di dekat pintu sehingga terlihat jelas bagaimana ia terjatuh dan dibantu suaminya untuk duduk. Ia terlihat sangat lemah , sehingga dibaringkan dan di gotong oleh teman-temannya sesama jamaah haji dari Solo. Saat digotong dan lewat di hadapan penulis, penulis berdiri dan sempat memegang kakinya yang terasa sangat dingin. Kemudian pramugari melalui pengeras suara menanyakan siapa penumpang yang dokter. Ia mohon bantuannya untuk menolong pasien yang sedang sakit. Ternyata ada dua dokter laki-laki dan perempuan yang siap menolong, kemudian agak ramai mereka mondar mandir karena posisi duduk ibu Hartati-nama ibu itu- di kelas ekonomi agak rumit untuk mendapat bantuan. Akhirnya kebijakan crew pesawat ibu Hartati dipindahkan ke kelas bisnis untuk memudahkan pengurusannya.

Senyum Mujahidah Dunia, Putri Surga

Setelah pesawat take-off beberapa menit dan suasana agak tenang, masing-masing petugas duduk kembali ke kursi masing-masing. Penulis mencoba melihat ibu Hartati di tempatnya, ternyata beliau tidur mendengkur di sebelah suaminya. Tidak lama kemudian terlihat suasana yang agak ribut. Ternyata ibu Hartati sudah meninggal. Ia meninggal dalam posisi duduk. Terpikir oleh penulis tidak mungkin selama 9 jam mayat bisa bertahan duduk di kursi. Akhirnya setelah musyawarah dengan crew pesawat jenazah ibu Hartati diletakkan di belakang barisan kursi bisnis terakhir dengan beralaskan plastik. Hal ini menjadi PR bagi penulis untuk memberi masukan kepada pihak penerbangan. Ketika rapat kerja bulan Mei 2010 dengan pengelola maskapai Garuda di komisi VIII yang membincang masalah biaya penerbangan haji, penulis sampaikan kepada Dirut Garuda pak Emir Sattar bahwa penerbangan harus selalu mempersiapkan KIT untuk jenazah berupa kantong mayat, karena sangat mungkin dalam penerbangan jauh atau dekat ada seseorang yang tiba ajalnya. Saat itu beliau mengaminkan, dan mudah-mudahan sekarang sudah direalisasikan.

Itulah kematian yang merupakan hak penuh Allah SWT, yang tidak bisa di duga oleh siapa pun. Ia adalah لا يستاءخرون ساعة ولايستقدمون  Tidak bisa ditunda sedikit pun atau di percepat. Wallahu a’lam bish shawwab.

Madinah Al-Munawwarah, 23 April 2011

Yoyoh Yusroh

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (108 votes, average: 9,85 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • semoga engkau mendapatkan tempat yang paling indah di sisi ALLAH,amin

    • Upikraf

      aaamiiiiin
       

    • Upikraf

      aaamiiiiin
       

  • Herlina Tehlina

    Subhanallah.. 1 bln sebelum meninggal sempat membuat tulisan ttg kematian, seperti sdh ada firasat

  • Herlina Tehlina

    Subhanallah.. 1 bln sebelum meninggal sempat membuat tulisan ttg kematian, seperti sdh ada firasat

  • Yunan_in

    Menurut saya kurang etis, kalau wajah jenazah almarhum dipasang seperti itu. Postinglah foto yang lain jika ingin mengenangnya.

  • Supangat2

    “(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh suatu
    kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan
    kepada Allah jualah kami kembali.”

  • Rnhidayati

    terima kasih atas publikasinya, cinta kami utk bunda…

  • Rnhidayati

    terima kasih atas publikasinya, cinta kami utk bunda…

  • Nursantidu

    Bunda…hidup mu penuh arti buat kami generasi penerusmu..(insya alloh), hidupmu juga matimu membuat inspirasi bagi kami agar bisa sepertimu bunda.. khusnul khotimah.

  • beni syahputra

    Subahanaallah ibu, semoga engkau mendapatkan tmpt yg begitu indah dirumahnya allah SWT, terima kasih atas taujiah2 mu atas para kader dakwah,,,

  • DHANI WU

    senyuman yg tersungging krn melihat apa yg telah dijanjikan oleh Robb-nya, insya Allah…
    smg kita smua diwafatkn dlm keadaan husnul khatimah, trsenyum melihat indahnya nikmat Allah bg hamba yg brmujahadah, Aamin…

  • DHANI WU

    justru wajah bliau yg trsenyum itu akan mengingatkan kita kpd apa yg dijanjikan oleh Allah

Lihat Juga

Cinta, Misteri dengan Sejuta Warna