Home / Berita / Internasional / Afrika / Suzanne Mubarak Dibebaskan

Suzanne Mubarak Dibebaskan

Suzan Thabit, istri mantan presiden Mesir, Hosni Mubarak

dakwatuna.com – Setelah mengalah dan menyerahkan semua kepemilikan harta yang didapat secara ilegal, Suzanne Mubarak, istri mantan presiden Mesir, Hosni Mubarak dibebaskan oleh asisten Jaksa Agung Mesir, Kepala Pemberantasan Korupsi, Assem El-Gohary dibebaskan dari tuntutan.

Assem El-Gohary memutuskan untuk membebaskan Suzanne Mubarak, istri mantan presiden Mesir, Hosni Mubarak pada hari Selasa, 17/5/2011 dan menanggung semua biaya penyidikan. Pembebasan dilakukan setelah Suzanne memberikan izin untuk membuka semua rekening bank miliknya dan mengembalikan semua kekayaan yang didapat dengan cara ilegal untuk dikembalikan kepada kas negara.

Keputusan pembebasan tersebut diambil setelah mantan presiden Mesir, Hosni Mubarak mengembalikan harta kekayaan yang didapat secara illegal ke kas negara melalui departemen keuangan. Jumlah harta yang dikembalikan tersebut diperkirakan berjumlah sekitar US$4 juta, serta setuju untuk membuka semua rekening bank di dalam dan di luar negeri.

Suzanne telah menandatangani surat kuasanya kepada Assem El-Gohary pada kepemilikan tiga real estate di Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin, 16/05/2011 yang memungkinkannya untuk menarik dana di rekening National Bank Cabang Heliopolis, dan National Societe, serta  menjual vila milik Suzan di Heliopolis.

Perlu dicatat bahwa sebelum ini Susan berada dalam tahanan selama 15 hari untuk menjalani pemeriksaan  atas dakwaan penyalahmenggunakan aset negara secara ilegal yang kemudian dipindahkan ke rumah sakit Sharm el-Sheikh pada hari Jumat setelah diduga terinfeksi angina.

Sumber-sumber media menyebutkan bahwa proses belum final. Beberapa laporan resmi akan dipelajari untuk dijadikan pasal-pasal yang dapat menjeratnya. Sementara itu penyidikan perkara belum dimulai seperti pada kasus menyembunyikan rekening bank untuk Perpustakaan Alexandria, dengan US$145 juta ditambah bunga pada inflasi saat reformasi”.

Pada hari Selasa, 17/5/2011, mantan Presiden, Hosni Mubarak menyampaikan pidatonya untuk meminta maaf kepada rakyat Mesir, dan meminta pengampunan.

Mubarak bersedia mengembalikan hak miliknya kepada Negara. Menurut surat kabar terkemuka Mesir, Junta militer juga kemudian mengajukan permohonan grasi. Dan akan memohon pengampunan Mubarak, istri dan dua anaknya, yang ditahan di penjara Tora, namun sumber mengatakan bahwa amnesti dua putra Mubarak sulit untuk dikabulkan.

Mantan presiden Mesir dan istrinya, Suzanne dirawat di sebuah rumah sakit di Sharm el-Sheikh, setelah mengalami serangan jantung selama interogasi atas tuduhan korupsi dan pembunuhan terhadap demonstran selama reformasi Mesir baru-baru ini. (smn/onislam.net)

About these ads

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 7,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Aksi bakar diri akibat frustasi hadapi hidup semakin sulit. (al-marsd.com)

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri