23:03 - Jumat, 24 Mei 2013

Putri Pendeta Menjadi Daiyah

Rubrik: Hidayah, Kisah | Oleh: Tim Kajian Manhaj Tarbiyah - 15/05/11 | 09:27 | 12 Jumada al-Thanni 1432 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Aku tidak mengenal sedikitpun tentang Islam, bahkan selama hampir duapuluh tahun, sampai aku kuliah di jurusan informatika Universitas Timbell Philadelphia. Pertama kali aku melirik Islam berawal ketika beberapa dosenku menyampaikan informasi tentang Islam. Mereka menggambarkan bahwa Islam adalah agama yang merusak (destruktif). Hal ini menggugahku untuk lebih banyak membaca literatur tentang Islam. Setelah aku mengkajinya ternyata aku dapati semua itu hanyalah tuduhan palsu, zalim dan penuh kebencian. Akupun segera –tanpa ragu– menyatakan diri masuk Islam. Sejak itu aku ganti namaku menjadi Laila Ramzy.

Aku dilahirkan di New England pada bulan Januari tahun 1959, Ayahku seorang pendeta yang mengabdi di sebuah gereja. Sudah lama aku banyak meragukan gereja, terlebih setelah Ayahku ingin agar aku menjadi misionaris. Akan tetapi Allah SWT menghendakiku sesuatu yang lebih baik dan kekal. Sementara sejak kecil aku sama sekali tidak mengenal tentang Islam. Hal ini terus berlangsung hingga usiaku 20 tahun dan mulai melanjutkan kuliah di  Universitas. Di samping itu aku juga mendapat kuliah tambahan tentang strategi politik wilayah Timur Tengah, ternyata kuliah ini menjadi pintu kebaikan dan kebahagiaan untukku.

Dari mata kuliah itu aku banyak mengetahui tentang negara-negara Arab-Islam. Ternyata apa yang aku dapatkan sebelumnya informasi tentang Islam sangat jauh dari kenyataan. Karena sejak 1400 tahun yang lalu Islam telah mewarnai kehidupan sosial politiknya dan telah mengukir sejarahnya dengan gilang genilang. Aku bertanya kepada diriku, “Anda lihat mengapa mereka sengaja mendelete Islam dan menjauhkan para mahasiswa dari pemahaman yang benar terhadap Islam?” Dampaknya para mahasiswa menganggap Islam sebagai agama yang berbahaya bagi struktur pemahaman dunia Barat umumnya dan bagi pemikran kaum muda Nasrani khususnya.

Meskipun ditentang oleh Ayahku, aku mulai terus membaca literatur tentang Islam. Sehingga aku dapatkan prinsip-prinsip agama yang agung ini menghunjam dalam hatiku dan mendomonasi pikiranku. Aku mulai memahami akidah Tauhid dan meyakini bahwa Isa adalah manusia biasa seperti Musa, Ibrahim, dan Muhammad. Aku juga mulai mengerti bahwa khamr, zina, dan, judi adalah sesuatu yang diharamkan. Hal ini amat kontras dengan kehidupan yang berlangsung di Eropa dan Amerika. Akupun mulai semakin banyak mempelajari ibadah dalam Islam; seperti shalat, puasa, zakat, dan haji bagi yang mampu.

Aku mulai mengumumkan keislamanku. Meskipun ayahku marah dan sedih aku memutuskan untuk pergi ke Mesir agar bisa hidup di sana bersama umat Islam. Di sanalah aku mempelajari Al-Qur’an lebih dalam. Di Kairo aku juga bertemu dengan pemuda muslim yang memiliki komitmen kuat dengan agamanya, ia menawarkan dirinya untuk menikahiku, akupun menerima dan menyetujuinya, dan perkawinanku dengannya telah berlangsung dua tahun. Allah telah menganugrahkan kepadaku seorang anak yang kuberikan nama islami, Toha. Aku berdoa kepada Allah Azza wa jalla agar ia tumbuh menjadi anak yang baik, dan menjadi penyedap pandanganku dan suamiku.

Laila berkeinginan untuk meneruskan studi Islamnya, menghapal Al-Qur’an dan hadits nabi agar memperoleh maslahat dari pengetahuan dan wawasannya yang sahih.

Disadur dari kitab At-Taa’ibuuna ilallah, Syaikh Ibrahim bin Abdillah Al-Hazimy.

Tentang Tim Kajian Manhaj Tarbiyah

Lembaga Kajian Manhaj Tarbiyah (LKMT) adalah wadah para aktivis dan pemerhati pendidikan Islam yang memiliki perhatian besar terhadap pro... Selengkapnya.

Redaktur: Samin Barkah

Keyword: , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (238 orang menilai, rata-rata: 9,42 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/hafsah.nurcahya Nunung Nurhayati

    Subhanallah…. Allah telah memilihkan jalan yang terbaik untukmu ukhti. semoga anti dan kita semua kaum muslim bisa tetap istiqomah dijalan-Nya sampai akhir hayat.amin…

  • YumnaKhNisa

    Subhanallaaaahhh…

  • Dealiza

     Subhanallah,,,,,

  • Roselee_yonex

    Subhanallah…

  • Estesatri

    Subhanallah… Memang Islamlah agama yaag paling benar dan paling mulia. Inna akrokum indallahil Islam.

  • http://www.facebook.com/Tasingun Tasingun Barcayz JavaneseMan

    subhanallah,,,,,, terharu mendengar kisahnya,,,,,,

  • http://pulse.yahoo.com/_MYZ53IBF4YXBL2E2RTOYL2B4BA Yadi Cianjur

    subhanallah.barokallah semoga kisah ini menambah keimanan kita.

  • http://profile.yahoo.com/B2N4C2A2IYK4VMF3QILKGYYXEI sonya

    Subhanallah…..mudah2an keluarga baru yg lebih baik bisa menjadikan laila membuka pintu2 surga ALLAH SWT. jikalau berkenan sya ingin tahu lebih banyak tentang pengalaman hidup luar bisa laila. Jazakumullah….

  • http://www.facebook.com/abdurrahman.m.tibi Abu Galih

    Subhanallah,,,,,Allah Maha pemberi Hidayah semoga lebih banyak lagi 
    Laila Ramzy lainnya aamiin

  • http://www.facebook.com/ahmadimambaihaqi Ahmad Imam Baihaqi Baihaqi

    subhanalloh….ukhty,smg qt slnjutnya bs istiqomah mnjalankan syariatNya,membentuk pribadi mslim sejati n gnerasi islam robbaniyyin…tnjukkan bhwa islam adalah agama rohmatan lil ‘aalamiin……….tdk sprti pndangan mereka..ok??///

Iklan negatif? Laporkan!
79 queries in 0,651 seconds.