Home / Berita / Opini / Fenomena Akhwat Facebook-ers

Fenomena Akhwat Facebook-ers

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.comSuatu hari saat chatting YM, saat aku belum memiliki akun FB..

”Ada FB ga?”

”Ga ada. Adanya blog multiply. perempuanlangitbiru.multiply.com..”

Tak berapa lama kemudian.

”Kok foto di MPmu (multiply, red), anak kecil semuanya siih?? Fotomu mana?”, tanya seorang akhwat yang baru dikenal dari forum radiopengajian.com.

”Itu semua foto keponakanku yang lucu.. ”, jawabku.

Suatu hari di pertemuan bulanan arisan keluarga..

“De’ kok di FBmu ga ada fotomu siih??”, tanya kakak sepupu yang baru aja ngeadd FB-ku.

“Hehe.. Ntar banyak fansnya..”, jawabku singkat sambil nyengir.

Suatu siang di pertemuan pekanan..

“Kak, foto yang aku tag di FB diremove ya? Kenapa kak??”, tanya seorang adik yang hanya berbeda setahun dibawahku..

“He..”, jawabku sambil senyum nyengir yang agak maksa.

Suatu malam di rumah seorang murid.

”FBmu apa?? Saya add ya..”, tanya bapak dari muridku.

Setelah add FBku sang bapak bertanya: ”Kok ga ada fotonya siih??”

Aku hanya bisa ber-hehe-ria.

Dari beberapa kejadian itu, aku hanya bisa menyimpulkan bahwa yang pertama kali dilihat orang ketika meng-add FB seseorang adalah fotonya. Entahlah apa alasannya, mungkin memang ingin tahu bagaimana wajah sang pemilik akun FB, padahal kan yang di add biasanya yang sudah dikenal. Lantas jika memang sang empunya akun tidak memajang foto dirinya di FB, langsung deh jadi bahan pertanyaan, bahkan untuk seorang akhwat sekalipun.

Jika ditilik-tilik, fenomena foto akhwat yang bertebaran di dunia maya nampaknya sudah bukan barang asing lagi. Kita dengan mudah menemuinya termasuk di FB. FB yang merupakan suatu situs jejaring sosial begitu berdampak besar bagi pergaulan masyarakat dunia, pun termasuk pergaulan di dunia ikhwan akhwat.

Maraknya foto akhwat yang bertebaran di FB, membuat LDK (Lembaga Da’wah Kampus) suatu kampus ternama harus membuat peraturan yaitu tidak memperbolehkan akhwat aktivis da’wah kampus memajang foto dirinya di FB. Tentu saja banyak reaksi yang muncul dari peraturan dan kebijakan itu, mulai dari yang taat menerima dengan lapang dada sampai ada juga yang mem’bandel’. Namun apalah arti sebuah peraturan jika memang kita tidak mengetahui fungsi dan tujuannya dengan benar, dapat dipastikan peraturan hanya untuk dilanggar jika ditegakkan tanpa kepahaman.

****

Di suatu pertemuan para akhwat aktivis da’wah kampus..

”Ayolaaah,, foto bareng..”, rayuku sebagai fotografer ketika terheran-heran melihat seorang akhwat yang tidak mau ikut foto, menjauhi kumpulan akhwat yang siap-siap berpose.

Selidik punya selidik ternyata akhwat tersebut kapok untuk difoto karena fotonya beredar di FB padahal dia ga punya FB. Fotonya bisa beredar di FB karena teman-teman satu jurusan mengunduh foto momen bersama di FB yang tentu saja ada dirinya di dalam foto itu. Padahal saat itu, aku belum punya FB (hanya memiliki blog di multiply) dan tidak terbersit sedikit pun berniat untuk mempublish foto itu di dunia maya, yaaa hanya untuk disimpan di folder pribadiku. Foto kebersamaan dengan para saudari seperjuangan yang bisa membangkitkan semangat di saat-saat tak bersemangat, hanya dengan melihatnya.

Jika diperhatikan dengan seksama, ternyata benar bahwa orang-orang termasuk akhwat sudah terbiasa berkata: ”Nanti jangan lupa di upload n di tag in di FB ya..” setelah melakukan foto bersama.

Benar saja! Di suatu kesempatan berselancar di dunia maya, di saat aku akhirnya memutuskan membuat akun FB, melihat-lihat, berkunjung ke FB para akhwat, dan ternyata benar saja foto-foto akhwat dengan mudah dilihat para pengguna FB yang telah menjadi temannya. Aku yang memiliki kepribadian idealis-pemimpi agak terkejut juga melihat hal itu, secara baru terjun di dunia perFBan. Terkejut karena kecantikan para akhwat dengan mudah dinikmati oleh orang lain. Aku agak bingung juga harus bagaimana melihat fenomena akhwat facebook-ers. Ada kekhawatiran apakah terlalu idealisnya pikiranku yang mungkin sebenarnya mengunduh foto sudah menjadi hal yang biasa saja di kalangan para akhwat. Itulah realita yang ada. Entah apa yang melatarbelakangi para akhwat akhirnya mengunduh foto pribadinya atau bersama rekan-rekannya di FB.

Hingga akhirnya pada suatu hari, terjadilah sebuah percakapan:

”Kenapa siih yang dilarang majang foto itu cuma akhwat? Kenapa ikhwan juga ga dilarang?? Bukannya sama aja ya?? Sama-sama bakalan dinikmati kecantikan atau kegantengannya kan??”, tanyaku bertubi-tubi kepada seorang saudari yang sepemikiran denganku tentang fenomena foto akhwat di FB.

”Ya beda-lah.. Coba kita liat para cewek yang ngefans sama artis-artis cowok Korea, mereka cuma ngeliat cowok Korea itu sekadar suka-suka yang berlebihan.. Udaaaah,, hanya sebatas suka ngeliat. Tapi kalo cowok yang ngeliat foto cewek, itu beda. Kamu tau kan kalo daya lihat para cowok itu berbeda?? Ada pemikiran-pemikiran tertentu dari para cowok ketika melihat seorang cewek bahkan hanya sekadar foto.”

Hmm.. yayaya.. Memang aku pernah mendengar bahwa daya lihat seorang laki-laki itu 3 dimensi. Laki-laki bisa membayangkan dan memikirkan hal-hal yang abstrak diluar dari yang dia lihat. Bahkan katanya lagi, seorang laki-laki bisa saja memikirkan seorang perempuan tanpa berbusana hanya karena melihat seorang perempuan yang berbusana mini berlalu di hadapannya. Namun kebenaran itu belum bisa kubuktikan karena aku hanyalah seorang perempuan biasa bukan seorang laki-laki.

Pantas saja Allah memerintahkan kita untuk menahan pandangan, seperti dalam firman-NYA:

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. . . . .” [QS. An-Nuur : 30-31]

Ayat ini turun saat Nabi Shalallahu a’laihi wassalam pernah memalingkan muka anak pamannya, al-Fadhl bin Abbas, ketika beliau melihat al-Fadhl berlama-lama memandang wanita Khats’amiyah pada waktu haji. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa al-Fadhl bertanya kepada Rasulullah Shalallahu a’laihi wassalam, “Mengapa engkau palingkan muka anak pamanmu?” Beliau Shalallahu a’laihi wassalam menjawab, “Saya melihat seorang pemuda dan seorang pemudi, maka saya tidak merasa aman akan gangguan setan terhadap mereka.”

Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa yang diperintahkan untuk menahan pandangan bukan saja laki-laki namun juga perempuan. Untuk itu, sudah seharusnya kita menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak seharusnya kita pandang.

Lalu apa hubungannya dengan pemajangan foto di dunia maya??

Jika dulu kasus menjaga pandangan hanya karena bertemu dan bertatap langsung, namun saat ini sudah lebih canggih lagi, tanpa bertemu dan bertatap pun, godaan menahan pandangan itu tetap ada. Ya! Bisa jadi dengan banyaknya bertebaran foto akhwat di dunia maya, itulah godaan terbesar. Buat para ikhwan, harus mampu menahan pandangan di saat berselancar di dunia maya, di saat-saat kesendirian berada di depan layar komputer ataupun laptop. Kondisikan hati terpaut dengan Allah saat-saat kesendirian, jangan sampai kita menikmati foto akhwat yang bertebaran di dunia maya. Buat para akhwat, yang memang merupakan godaan terbesar bagi para ikhwan, akankah kita terus menciptakan peluang untuk membuat para ikhwan ter’paksa’ memandangi foto-foto pribadi kita?

****

Kejadian demi kejadian yang kutemukan di dunia maya begitu banyak menyadarkanku akan pentingnya seorang akhwat menjaga dirinya untuk tidak mudah mengupload foto dirinya di dunia maya.

Beberapa hari belakangan ini, ketika sedang mencari desain kebaya wisuda untuk muslimah berjilbab di mesin pencari google, diri ini dipertemukan dengan sebuah blog yang bernama ’jilbab lovers’. Pecinta jilbab. Ya! Sesuai namanya, di blog itu berisi hampir semuanya adalah foto-foto muslimah berjilbab dengan berbagai pose. Di antara beberapa foto muslimah berjilbab itu, aku temukan 3 komentar yang mengomentari foto seorang gadis, aku akui gadis dalam foto itu sungguh cantik, memenuhi kriteria wanita cantik yang biasanya dikatakan sebagian besar orang. Beginilah kurang lebih komentar 3 orang laki-laki pada foto gadis itu dengan sedikit perubahan:

” Itu baru namanya gadis .. cantik nan islami.. sempuuuuurnaaaa… salam kenal..”

”Subhanallah ada juga makhluk Allah seperti ini ya..”

”Subhanallah..”

Jika kita lihat ke-3 komentar diatas, bisa dilihat bahwa komentarnya begitu islami dengan kata-kata Subhanallah namun juga menyiratkan bahwa sang komentator begitu menikmati kecantikan sang gadis di dalam foto. Hal ini menandakan bahwa siapapun yang melihat foto itu memang pada akhirnya akan menikmati kecantikan sang gadis berjilbab. Allahurobbi,, akankah kita -para akhwat- rela jika kecantikan diri kita dapat dengan bebas dinikmati oleh orang lain yang belum halal bagi kita bahkan belum kita kenal?

Mungkin akan ada sebagian dari kita -para akhwat- yang akan menepisnya: ”Aaahh,, itu kan foto close up. Kalo foto bareng-bareng ya gpp donk??”

Hmm.. ada satu lagi yang kutemukan di dunia maya mengenai foto muslimah berjilbab. Pernah suatu hari, ketika diri ini mencari gambar kartun akhwat untuk sebuah publikasi acara LDF (Lembaga Da’wah Fakultas) di mbah google, kutemukan foto muslimah berjilbab yang sudah diedit sedemikian rupa hingga menjadi sebuah gambar porno. Memang gambar itu tidak kutemukan langsung diawal-awal halaman pencarian google, tapi berada di halaman kesekian puluh dari hasil pencarian keyword yang aku masukkan. Terlihat foto wajah sang muslimah begitu kecil (kuduga dicrop dari sebuah foto) dan dibagian bawah wajah sang muslimah berjilbab diedit dengan dipasangkan foto/gambar sesuatu yang seharusnya tidak diperlihatkan. Naudzubillahimindzalik..

Bagaimana perasaan kita jika seandainya melihat foto diri kita sendiri yang sudah diedit menjadi gambar porno dan dinikmati oleh orang banyak di dunia maya? Atau bagaimana perasaan kita jika ada kerabat dekat yang melihat foto kita yang sudah diedit sedemikian rupa menjadi gambar porno?

Semoga saja hal ini tidak menimpa diri kita. Ya Rabb,, bantu kami –para akhwat- untuk menjaga kemuliaan diri kami..

Mungkin kita bisa mengambil teladan dari kejadian di bawah ini…

Suatu ketika, diri ini menemukan blog (multiply, red) seorang ustadz. Dalam blog itu, terlihat foto sang ustadz bersama ketiga anaknya yang masih kecil, tanpa terlihat ada istrinya. Di bawah foto itu diberi keterangan:”mohon maaf tidak menampilkan foto istri saya..”

Dari situ aku ambil kesimpulan bahwa sang ustadz sepertinya memang tidak ingin menampilkan foto sang istri. Bisa jadi karena begitu besar cintanya terhadap sang istri, maka tak boleh ada yang menikmati kecantikan sang istri selain dirinya, begitu dijaga sekali kemuliaan istrinya. Ya Rabb,, semoga kami -para akhwat- bisa menjaga kemuliaan diri kami..

Mungkin kita bisa mengambil hikmah dari kejadian di bawah ini…

Baru saja kemarin, di perkampungan multiply, MP, ada berita bahwa ada seorang ikhwan yang tiba-tiba minta ta’aruf dengan seorang akhwat padahal belum kenal sang akhwat dan hanya melihat foto sang akhwat di FB. Huufffhh.. ada-ada aja..

Jika diliat dari akar masalahnya mungkin berasal dari foto sang akhwat di FB, bukan begitu??

Jadi, apa yang akan kita –para akhwat- lakukan setelah ini??

****

Tulisan ini dipublish terutama ditujukan pada diri sendiri sebagai seorang akhwat yang masih harus terus belajar menjaga kemuliaan diri serta untuk saling mengingatkan para facebookers yang lain. Semoga kita bisa menjaga kemuliaan diri kita sebagai seorang akhwat ketika berada di dunia maya. Ketika kita -para akhwat- ingin mengupload foto pribadi atau bersama sahabat seperjuangan di dunia maya, tanyakan lagi pada hati kita: untuk apa foto itu dipublish di dunia maya, timbangkanlah masak-masak sebelum menguploadnya, lebih banyak manfaat atau mudharatnya. Tentunya bukan hanya masalah foto yang terpampang di dunia maya yang mengharuskan kita menjaga kemuliaan diri tapi juga ketika kita berinteraksi di dunia maya, entah melalui comment ataupun fasilitas chat yang bersifat lebih privacy.

”Kejahatan itu bukan hanya sekadar berasal dari niat seseorang untuk berbuat jahat tapi karena ada kesempatan. Waspadalah..Waspadalah..”

Semangat bermanfaat!

Jadikan dunia maya sebagai ladang amal kita

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (383 votes, average: 9,28 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
seorang perempuan yang suka menulis dengan kepribadian phlegmatis-melankolis dan dreamy idealist
  • Suryawan12

    lugas dan mengena,..menjawab dan mengkritik fenomena yang ada.

    salut sangat mendukung nasehat-nasehat yang ada di tulisan ini.

    • Moch Syachroni

      semoga para akhwat menyadarinya,..
      semuanya bukankah untuk kebaikan bersama ?

  • ukhti irah

    banyak ibrah… thanks ukhti.. ingatkan.

  • Hamzah_rabbani

    bagus mba.ada temen saya yang gembargembor treak treak HIJAB.tapi di fesbuk dia nulis diarynya.itukan sama aja buka aurat.emang siapa yang peduli dia ngapangapain.dan ga berhak dia triak2 hijab kalo sendirinya begitu.
    ckckckckck

  • semangat baru

    waw…
    untung g ad fb……

  • smoga jdi jalur dakwah yg ampuh..
    :)

  • smoga jdi jalur dakwah yg ampuh..
    :)

  • Shafa04

    betul itu…bahkan ada akhwat nulis di status hub rumit, mencari : teman kencan, pacar dll. masak akhwat begitu… ada yg pernah ganti profil dengan” khianat genit….”. katanya aktivis….liqonya rajin….akhlak jauh…

    • Ridwanplk

      munkin g ngerti bahasa inggris,dikira artinya keren ^^

  • Shafa04

    betul itu…bahkan ada akhwat nulis di status hub rumit, mencari : teman kencan, pacar dll. masak akhwat begitu… ada yg pernah ganti profil dengan” khianat genit….”. katanya aktivis….liqonya rajin….akhlak jauh…

  • Iwan09ukm

    jagalah dirimu saudariku….bantulah kami kaum hawa untuk menjaga padangan…

  • bravo buat artikelnya…

  • semoga ini pelajaran buat para akhwat yang masih memajang fotonya,,,,

  • Zainul

    Maka nya untuk zaman sekarang saatnya akhwat bukannya hanya berjilbab saja tapi juga bercadar karena bagaimanapun daya tarik wanita ada pada wajahnya, sebagaimana dicontohkan oleh shohabiyah pada zaman Nabi.

  • yudi

    semoga kita semua dilindungi oleh Allah dari hal yang demikian..amin…

  • Bismillah,
    ‘ilmu itu sebelum perkataan dan perbuatan’ ayo Qita belajar lagi mengenai HUKUM GAMBAR MAKHLUK BERNYAWA, kemudian implementasikan serta takutlan dengan adzab Allah Azza Wajalla.
    BaarakallahuFiikum…

    Note: disini sungguh sangat jelas http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fiqh-ibadah/hukum-gambar-makhluk-bernyawa-1/
    ditambah dengan Fatwa Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i dalam Tuhfah Al-Mujib soal no. 32 disini
    http://al-atsariyyah.com/hukum-gambar-dua-dimensi.html

    Allahulmusta’an….

  • setuju…
    semoga kita semua baik laki-laki maupun perempuan , akhwat maupun ikhwan bisa memfungsikan FB sebagaimana mestinya

  • semoga laki-laki maupun perempuan, akhwat maupun ikhwan bisa dengan baik mempergunakan jejaring sosial FB… dalam rangka apa dan untuk apa…

  • atur setting fotonya yang bener…

  • so inspiring!

  • Laila

    Syukran…ini sangat bermanfaat sekali…….^_^ Subhanallah….

  • Yantiakhmad

    Kritis, smart, peduli

  • ijin share..

  • FeRi

    Subhanallah….smoga semuanya bisa mengambil pelajarannya dan tidak berdalih lagi…

  • Tetesan_embun91

    jgn khawatir kalo foto di lihat jutaan org di fb, bisa juga foto itu qta sembunyikan n hanya kawan2 qta yg akhwat saja yg bisa melihat. pandai2 qta la sebagai akhwat.. pengaturan privacy di akun fb kan ada? coba lah di buat privacy, pasti ga bisa di lihat dan di copy org lain, trutama ikhwan. smua itu bergantung kpd pemilik akun fb bagaimana mengelola fb-a dg baik. :)

    • HAMBA ALLAH

      Zaman sekarang gk usah upload document,foto,ato lainnya scr online d jaring sosial ato email,kalo gk dlm mendesak,krn bnyak black-hacker yg siap iseng membobol
      Zaman makin edan!

  • Yeni

    alhamdulillah…jazakillah sdh diingatkan….

  • mohamad firdaus

    thank’s atas nasihatnya

  • annisa anis shaliha

    Artikel yang sangat pas, biidznillah! sy baru comment ke status teman yg kebetulan public figure. Sy tidak setuju dengan dipajangnya fhoto akhwat krn khawatir disalahgunakan.

  • Nely

    aku seperti disentil abis membaca artikel ini, Ampuni Hamba yang tidak mengetahui semua…..

  • Lidyana

    aturan yang aneh…
    resiko khan akan ditanggung si akhwatnya…
    anda ini telah memarginalkan kaum anda sendiri…

    • People Strange442

      Menurut kamu aneh knp???
      Islam itu mengajarkan kemuliaan kepada umatnya untuk menjaga diri dr hal² yg menyebabkan fitnah apalagi untuk para akhwat,,,,,
      Apakh anda tdk prnh bjlr agama?? sehingga anda mengatakan itu peraturan yg aneh?? ato jgn² anda bkn seorang muslim???

  • qaulan

    subhanallah ka lin,,kren tulisannya,,
    jzklh ya atas nya nasihatnya,,sgt bermanfaat…….

  • Lisa Aziarly Rahman

    Semoga Allah membersihkan hati-hati kita dari niat-niat yang hanya memperturutkan hawa nafsu semata……

  • Lisa Aziarly Rahman

    semoga Allah selalu meluruskan niat-niat kita semua….

  • mangstabh!!

  • Co_cools21

    keren dah ilike it mang banyk penomena akhwat skrng

  • keren coll dan mengenakan dahh

  • Wahyuti Yuli

    Subhanallah…jzk tulisannya, sdh mengingatkan…

  • iya, betul,, emang ada settingan privacy di fb,,
    kalo misalnya mau upload foto hanya utk teman2 tertentu aja,, juga bsa disetting..
    kalo mau foto yg ditag sm temen ga bisa diliat org lain di profile qta,, itu jg bisa diatur settingan privacynya..
    tapi masalahnya,, foto itu msh bisa diliat di profile temen qta yg belum setting privacy fb nya..

    oya, beberapa hari kemarin,, denger kabar kalo ada seorang istri yg diguna2 lewat foto dr fb,, bahkan hampir cerai dengan suaminya..
    smoga qta bsa menghindari hal2 seperti ini.. :)

  • Laksmi 165

    syukrn jzk telah mengingatkan kita semua….memang benar dulunya akhwat itu sangat sulit ditemukan fotonya.tapi belakangan ini foto akhwat dengan berbagai gaya bisa kita lihat di dunia maya ini. iblis gk perlu lagi susah2 menggoda manusia tuk jadi pengikutnya.karena dgn maraknya foto akhwat di media ini apakah GB kita bisa dijaga..semoga kita masih bisa menjaga diri agar tidak terjerumus kejurang kenistaan.nauzhubillah.

  • alfient

    harusnya disadari sejak dulu …
    tapi mungkin banyak juga yg mengabaikan..
    mungkin lebih baiknya tidak memiliki akun fb saja

  • Najla_khalisa

    subhanalloh tulisan sgt brarti u/ smua akhwat muslimah,sy pernah mngalami spt 3 cntoh diataas stlh itu sy tdk berani lg meng-uplod foto pribadi dFB,,,smoga bmanfaat,,

    • Ririjayanti

      saya si setuju dg opini ente namun ane tak seluruh’y sependapat dg antum. Coz kan tergantung pribadi masing – masing.
      Apakah segala’y mengatas namakan agama?
      contoh kecilnya z dech, klo qt manjat gunung, apakah harus pake rok, kalo ngk robek tuch rok?

      • eh, saya manjat gunung udah berkali2 selalu pake rok loh. and it doesn’t matter at all. :D

      • naik gunung kek… turun bukit, menyusuri sungai, membelah hutan…
        Pake rok? ga masalah tuh…
        Iya itu tergantung pribadi masing-masing, kalo kita menganggap semua itu sulit… pasti akan ada beribu alasan, tapi kalo kita menganggapnya mudah, Allah pun akan memberi kita kemudahan….

      • carmine

        apakah sglanya mengatasnamakan agama?
        oh..iya dunk..
        smuanya hrus mrujuk ke agama,
        dr adab brbicara, makan-minum, jual beli, apalagi mpe yg gede2.’masuklah islam secara kaffah-menyeluruh” :)
        islam dah lengkap mengajarkan smuanya

      • Agung F

        bukan masalah pake rok, pake celana, pake karung, pake terpal,, kan yang diperintahkan menutup aurat. kalo ada celana yang menutup aurat secara syar’i ya silahkan dipakai. Kalo rok masih membentuk lekuk tubuh ya jangan dipakai.
        Kalau pake terpal bisa menutup aurat dengan sempurna ya silahkan dipakai :)

    • Ririjayanti

      saya si setuju dg opini ente namun ane tak seluruh’y sependapat dg antum. Coz kan tergantung pribadi masing – masing.
      Apakah segala’y mengatas namakan agama?
      contoh kecilnya z dech, klo qt manjat gunung, apakah harus pake rok, kalo ngk robek tuch rok?

  • Guest

    jangan paranoid

    • Febri

      bkn paranoid bro,tapi faktany,emang lebih banyak mudharat nya

    • Febri

      bkn paranoid bro,tapi faktany,emang lebih banyak mudharat nya

    • Khalid lamranto

      emang klau org yg nggak berilmu. jawabannya kayak gitu. cape deh….

      • Chie – hamba Allah

        afwan sebelumnya. alangkah lebih baik, seorang muslim kepada saudara’a itu berlaku lembut kan.
        jikalau memang saudara kita kurang mengerti, jelasin’a/tanggapin’a lbh baik jgn pakai emosi sedikit pun. sebagaimana ukhti yg posting menggunakan bahasa2 yg begitu lembut dlm berdakwah.
        wallahu’alam

  • Abu Nailah

    kalau saya pribadi, ada baiknya memang foto perempuan, jika tidak ada kepentingannya (tidak urgen), untuk tidak dipajang2. hal ini mengingat ujian yang besar yang dapat ditimbulkannya.

  • Mn_hasbi

    menurutmu bagaimana tipu daya makhluk (setan) yg sudah di vonis penghuni neraka yg kekal, tentu tipudayanya tidak akan biasa-biasa saja. dan kita akan terbelalak ketika peringatan dan janji Allah benar2 dibuktikan. tentu kaget dan terbelalaknya, melebihi sekaget-kagetnya, dan seterbelalak-terbelalaknya didunia

  • Mn_hasbi

    menurutmu bagaimana tipu daya makhluk (setan) yg sudah di vonis penghuni neraka yg kekal, tentu tipudayanya tidak akan biasa-biasa saja. dan kita akan terbelalak ketika peringatan dan janji Allah benar2 dibuktikan. tentu kaget dan terbelalaknya, melebihi sekaget-kagetnya, dan seterbelalak-terbelalaknya didunia

  • Mn_hasbi

    kalo gtu ga usah manjat gunung, cukup kami mendengar dan kami taat..!

  • Mn_hasbi

    kalo gtu ga usah manjat gunung, cukup kami mendengar dan kami taat..!

  • Kahfieaziez

    ya jika itu yang terbaik knapa tidak.

  • Muji4nash

    ini sudah tak terbendung

  • sangat setuju, jaga diri lebih baik

  • setuju, jaga diri lebih baik

  • setuju, jaga diri lebih baik

  • setuju, jaga diri lebih baik

  • STUJU BANGET!!! udah lama saya heran knp ko nda malu ya majang foto di dunia maya yg foto2 mrk bs d print oleh lelaki yg ga jelas justrungannya..dmn izzah mrk..?

    smg Allah memberikan hidayahNya kpd kita smua :)

  • Eddy_adzani

    Bagi kaum wanita jgn lah memajang foto2 dgn pose2 aneh di FB, dan buat kaum laki2 jgnlah mudah tergoda oleh foto2 pose yg aneh2, saya yakin iman kita semua sudah kuat krn, kita sudah terbiasa menahan hawa nafsu seperti dengan berpuasa. Jadi janganlah puasa kita slama ini mjd sia2

  • Joe_v7kwanloveislam

    maslahat sekali ketika tulisan ini dap[at di baca oleh semua akhwat Indonesia…. subhanallah…

  • dee

    akhwat ga boleh pasang foto di FB karena takut fotonya disalah gunakan dan menghindari kencantikan dirinya untuk bisa bebas dinikmati sama orang banyak? lalu kalo keluar rumah bagaimana? otomatis mukanya dilihat banyak orang kan baik yg udah kenal ataupun blm, kalo akhwatnya cantik pasti orang yg liat akan memuji walaupun cuma dalam hati. kalo itu bagaimana? apakah itu sama saja dengan memasang foto di FB? orang bisa melihat muka si akhwat bahkan secara nyata. apakah mukanya juga harus disembunyikan atau ditutupi dengan cadar? mohon penjelasannya, karena saya benar2 tidak mengerti, harap maklum jujur saja pengetahuan agama saya masih kurang.

  • ayu

    sepakattttttt buangettt, Mbakkkk :) Lanjutkan.. ^^ Moga2 dibaca temen2 akhwat semua… 

  • Alfayruz

    bismillahirrahmanirrahim..

    yang saya tahu,, 
    hukum aurat bagi wanita yg sudah baligh itu adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan..
    ini hadits yg mendasarinya:
    “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haidh (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini dan ini, sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan.” (HR. Abu Daud dan Baihaqi)

    jadi, tak masalah jika seorang akhwat keluar rumah dengan memperlihatkan wajahnya (tanpa cadar)

    lantas apa bedanya dgn akhwat yang memajang foto wajahnya di FB?

    ketika memajang foto wajah di FB,, ada kemungkinan besar untuk diperhatikan lebih lama, lebih detail..
    dan ada unsur kesengajaan dari yg memajang foto itu sendiri..
    unsur kesengajaan itulah yg qta sebut niat..
    niatnya utk apa?
    karna biasanya, yg dipajang itu adalah foto yg sudah terseleksi oleh diri sendiri..
    dan seleksi itu biasanya dilihat dari foto mana yang paling kelihatan bagus dari foto-foto yg ada..

    dlm artikel ini sebenarnya penulis hanya ingin mengajak para akhwat untuk mempertimbangkan masak2 ketika ingin memajang fotonya di FB..

    berbeda halnya jika melihat wajah secara langsung, biasanya hanya sekilas saja..
    namun jika akhirnya banyak yg memuji sang akhwat karna paras cantiknya..
    hal itu wajar dan tak bisa disalahkan akhwat yg memiliki wajah cantik..
    karena itu semua bukanlah unsur kesengajaan sang akhwat..
    dan wajah cantiknya adalah sebuah nikmat dari Allah yg hrus dijaga..

    nah, ketika seorang akhwat memutuskan utk tidak memudah2kan memajang foto wajahnya di FB..
    maka itu berarti bsa meminimalisir zina mata dimana mata adalah kelemahan bg kaum laki2..

    ini hanya sedikit pendapat dari seseorang yang masih harus banyak belajar karena masih lemah dlm ilmu dan amal..

    wallahu’alam..

    •  bercadar pun ndak ada salahnya, ndak ada dosanya kan ?
      tapi yg dimaksud itu mungkin berhati2  aj dalam share foto, jangan yang berlebihan dalam bergaya, klo ragu, pake aja animasi, udah jauh lebih cukup..

      klo ada yang mw lebih jauh mandangnya sengaja atau tidak, datang aja kerumah akhwatnya, minta ijin ma abinya, afdhol bgt !

  • Yuyuneuis

    excellent. mudah-mudahan bisa menginspirasi akhwat lain)

  • Mulya_rahmi

    jazakillah khairan atas tulisannya, moga kita makin berhati2 dalam menyikapi kemajuan tekhnologi

  • Islam itu benar2 indah, Bila kita memasukinya secara Kaffah.

  • subhanallah… tulisanny menyentil skli

    ijin share ukhti

  • klo gk mw terlihat di dunia nyata atau dunia maya…jadi ninja az…gk usah bergaul…gk usah ngobrol gk usah beraktivitas…..gitu az koq repot

    • mksdnya dengan ninja ? :)
      wanita bercadar ?

  • Alhamdulillah …. sangat bermanfaat sekali ilmunya, dan kita sebagai seorang akhwat akan berusaha dan belajar untuk menjadi lebih baik lagi …. semoga Allah selalu membimbing kita pada jalan yang lurus.

  • lebih baik gak usah foto2 sekalian…gitu az koq repot

    • gak repot, tapi berhati2

    • Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. . . . .” [QS. An-Nuur : 30-31]
      Mungkin surat dalam Al-Qur’an ini yang menjadi pedoman mas najib, hanya berhati-hati dan mengikuti apa yang menjadi pedoman kita sebagai umat islam yaitu Al-Qur’an dan Hadist…

  • sekalian saja seperti ini, untuk akhwat, gak usah confirm yg ikhwan ? , mungkin itu jauh lebih bai…

    untuk najib commentnya mksudnya apa ya dengan ninja ?
    akhwat bercadar seperti itu ?

  • akhwat apaan sich? sama dengat syahwat kah?

  • setuju. di FB ada option supaya foto boleh di’privacy’kan khusus utk family n teman2.

  • subhanallah…… terimakash atas share nya….saya sangat kagum dengan tulisannya. tak ada yang salah jika semua bersumberkan Al-Qur’an  dan hadist, semoga ini sangat bermanfaat untuk menyadarkan kita semua. semoga Allah selalu menuntun kita ke jalan yang lurus yang dirhidoiNya,ditiap langkah perbuatan kita, Amiin

  • bagus banget artikel ini….

  • udah, gak usah fb aja!

  • subhanallah, tulisan yang sangat menyentil… semestinya seorang ikhwan juga bisa menjaga diri

  • hmmm sbenernya agak dilema juga,saya mau tanya bagaimana kalo seorang akwat/Ikhwatnya itu org terkenal contohnya artis yg berjilbab,mentri or istri ustad yg sering masuk tv/media cetak? pastinya wajah mereka bertebaran dimana2 karena mereka dikenal banyak org,bagaimana tanggapan mengenai itu? syukron.

    • ranrun

      iya, sama, saya juga bertanya tanya. tapi itu dia punya masalah. untuk apa kita urusin
      yang penting, kita aja dulu, mereka ya mereka. jgn ikut mereka

  • wiedha kumiko

    bisa jd bahan renungan.. ^O^
    makasih

  • syahwat

    ah lebay sumpah….bosen ngebahas masalah syahwat mulu..perasaan islam ngga cuma ngajarin tentang syahwat dah..

  • Alam Semesta

    tulisannya penuh makna sekali,
    prinsip itu harus di pegang terus.
    semangat

  • Pingback: Hukum Memperlihatkan Aurat Melalui Foto di Dunia Maya | Lintang al-Burhan()

  • bule

    bukankah sudah memahami,kecantikan seorang akhwat hanya untuk suaminya saja kelak,mengapa masih bertebar foto diri akhwat lengkap di media sosial dengan atribut Islamnya tetapi belum menyadari bahwa itu hukumnya HARAM?
    banyak potensi fitnah bisa terjadi dengan hal tersebut,apakah memang secara nyata dilakukan pelakunya atau krn ulah teknologi.
    jika pendapat ini diungkap juga toh masih sangat banyak yang lantas tidak meminati menarik foto tadi kan?

Lihat Juga

buku FB

Buku “3 Tools Facebook Graph Gratisan”