Home / Berita / Reformasi Berhembus ke Saudi

Reformasi Berhembus ke Saudi

dakwatuna.com – Riyadh, Tuntutan reformasi total yang kini melanda negara-negara Timur Tengah hembusannya menjalar kemana-mana, tak terkecuali Arab Saudi. Walau tidak tampak ada massa yang turun ke jalan-jalan, namun perbincangan di dunia maya cukup hangat.

Bahkan baru-baru ini sejumlah tokoh Arab Saudi dari berbagai latar belakang (dai, akademisi, pengusaha, aktifis HAM, dll) mencoba merealisasikan tuntutan reformasi dalam langkah yang lebih riil. Yaitu dengan mengajukan surat tertulis kepada Raja Abdullah bin Abdul-Aziz sambil memanfaatkan moment kepulangannya ke Arab Saudi, setelah berobat di luar negeri. Dalam surat tersebut mereka yang menuntut reformasi mendasar dan cepat terhadap tata kelola negara dengan tujuan menjaga kesatuan dan stabilitas negara.

Setelah mengucapkan selamat atas kesembuhan sang raja, mereka mengajukan 8 tuntutan utama, di antaranya; Menuntut agar penetapan anggota Majelis Syura (DPR) dilakukan berdasarkan pemilihan (selama ini anggota ditetapkan oleh kerajaan) dan agar mereka diberi wewenang utuh dalam menetapkan perundang-undangan dan pengawasan terhadap lembaga ekskutif, termasuk di antaranya pengelolaan keuangan publik. Mereka juga menuntut agar Majelis Syura memiliki wewenang mengajukan tuntutan terhadap ketua dewan menteri dan para menterinya. Dalam dunia peradilan, mereka menuntut agar jumlah hakim ditambah diserta reformasi dunia peradilan.

Selain itu, dituntut pula perang terhadap tindak pidana korupsi, baik terhadap mekanisme maupun anggaran negara. Juga tuntutan untuk segera menyelesaikan problematikan para pemuda dan mengatasi pengangguran. Tuntutan berikutnya adalah mendorong berdirinya organisasi masyarakat dan organisasi profesi serta menyingkirkan berbagai faktor yang merintanginya. Mereka juga menuntut kebebasan berpendapat yang bertanggunjawab dan dibukanya partisipasi publik serta dibebaskannya para tawanan politik.

Para penandatangan tersebut menegaskan bahwa mereka tetap memiliki komitmen menjaga kesatuan negara, juga siap menjaga keutuhan serta keamanannya dan menghindari tindak kekerasan dengan menyampaikan keinginannya secara damai.

Hingga kini petisi tersebut telah ditandatangi oleh 3000 orang. Tercatat di antaranya beberapa tokoh dai Arab Saudi yang cukup dikenal publik, seperti Syekh Salman Al-Audah, Syekh Muhammad Syarif, Syekh Ali Badahdah, Syekh Su’ud Al-Funaisan, dll. (io/im)

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 9,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sekelompok rakyat Tunisia menentang terjadinya kudeta militer di Turki. (aljazera.net)

Bagaimana Reaksi Dunia Arab dalam Masalah Kudeta Militer di Turki?