18:07 - Sabtu, 01 November 2014

Catatan Demo Bersejarah di Mesir

Rubrik: Berita | Kontributor: dakwatuna.com - 11/02/11 | 02:32 | 05 Rabbi al-Awwal 1432 H

dakwatuna.com – Cairo, Sudah 17 hari lamanya jutaan warga Mesir berunjuk rasa menuntut Presiden Hosni Mubarak mundur. Warga Mesir merasa kehidupan mereka makin sengsara dibawah rezim Mubarak, dan menuntut pergantian kepemimpinan di tangan sipil.

Besar kemungkinan, mimpi rakyat Mesir ini akan menjadi kenyataan, Kamis malam waktu setempat atau Jumat dini hari WIB. Karena militer Mesir mengatakan seluruh keinginan demonstran akan dipenuhi.

Berikut kronologi demonstrasi yang sudah memakan ratusan korban jiwa dan ribuan luka-luka itu:

Selasa, 25 Januari
Akan dikenang sebagai ‘Hari Kemarahan’ warga Mesir. Ratusan ribu warga berdemonstrasi menuntut reformasi politik, sosial, dan ekonomi. Utamanya mereka ingin Mubarak turun. Polisi menembakkan gas air mata ke para demonstran.

Jumat, 28 Januari
Warga Mesir akan mengenangnya sebagai ‘Hari   Amuk’. Di hari ini, usai Shalat Jumat, bentrok terjadi di berbagai kota di Mesir. Sebanyak 24 warga Mesir tewas oleh petugas keamanan, menyusul pemerintah menerapkan aturan jam malam.

Sabtu, 29 Januari
Presiden Mubarak membubarkan kabinetnya. Namun ia menegaskan tidak akan mundur. Ini membuat Tahrir Square kembali banjir demonstran sejak siang hari.

Senin, 31 Januari
Pemerintah melantik Kabinet Mesir terbaru. Namun ratusan ribu pengunjuk rasa belum beranjak dari Tahrir Square, karena Mubarak belum juga turun dari kursi presiden.

Selasa, 1 Februari
Akan dikenang sebagai hari ‘Pawai Sejuta Warga’ di berbagai kota. Mubarak mengatakan ia akan mundur, tapi pada September 2011. Jutaan demonstran menolak pernyataan Mubarak dan ingin melihatnya angkat kaki secepatnya.

Jumat, 4 Februari
Warga Mesir menjuluki hari ini sebagia ‘Hari Keberangkatan’ yang dimaksud bahwa Mubarak harus mundur. Usai Shalat Jumat, jutaan warga kembali turun ke jalan. Tuntutan mereka tetap, Mubarak harus mundur.

Ahad, 6 Februari
Disebut sebagai ‘Hari Martir’ untuk memperingati raturan korban yang jatuh selama berunjuk rasa menentang pemerintahan Presiden Mubarak.

Selasa, 8 Februari
Pemerintah Mesir melepaskan sejumlah tahanan politik. Salah satunya adalah eksekutif Google Mesir, Wael Ghonim yang dianggap memicu ‘revolusi Facebook’ di Mesir dari pesan-pesannya di laman Facebook yang meminta rakyat Mesir jangan menyerah untuk terus berjuang menentang Mubarak. (RoL/ut)

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (9 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
76 queries in 1,191 seconds.