Home / Berita / Analisa / Menelisik Dunia Islam

Menelisik Dunia Islam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustruasi (inet)

dakwatuna.comKajian terhadap realitas Dunia Islam justeru di awali dari para pegiat westerinisasi, orientalis dan misionaris yang di dukung Barat. Itu dilaksanakan bersamaan dengan penjajahan, dan diteruskan oleh mereka-mereka yang mewarisi misinya. Mereka mengadakan study, penelitian, wawancara, sensus yang mendalam dan menyeluruh terkait Dunia Islam. Hasil dari kajian itu mereka serahkan ke negara mereka atau kepada yang berkepentingan untuk selanjutnya difollow up oleh para ilmuwan, sesuai bidang masing-masing.

Sosiolog dengan pendekatan ilmu sosialnya. Psikolog dengan pendekatan ilmu psikologinya. Ekonom dengan pendekatan ilmu ekonominya. Ilmuwan politik dengan ilmu politiknya, begitu seterusnya. Para ilmuwan tersebut memberikan rekomendasi-rekomendasi yang bisa dimanfaatkan Barat untuk melemahkan dan menguasai dunia Islam.

Di lapangan mereka juga lebih menunjukkan sisi-sisi negatif dari Dunia Islam. Keterbelakanagn, kejumudan, kemiskinan, pengangguran, permasalahan kesehatan yang buruk, permusuhan dan pertikaian antar kelompok Islam lebih mereka tonjolkon. Sengaja mereka menciptakan image bahwa Dunia Islam itu identik dengan kemunduran dan keterbelakanan. Mereka juga berusaha untuk menghilangkan sisi-sisi positif dan kemajuan yang dimiliki oleh Dunia Islam.

Rasulullah saw. mengingatkan umat Islam akan adanya konspirasi yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam sepanjang kehidupan. Sekaligus Rasulullah saw. menyadarkan agar umat Islam ini berproses menuju umat yang berkualitas. Rasulullah saw. bersabda:

Dari Tsauban ia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Akan datang suatu masa di mana umat-umat di luar Islam merebutkan kalian wahai umat Islam. Sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang menyantap hidangan. Lalu seorang Sahabat bertanya: ‘Apakah kami pada saat itu sedikit wahai Rasulullah? “Beliau menjawab: “Tidak. Bahkan ketika itu jumlah kalian banyak. Akan tetapi kalian ketika itu bagaikan buih di lautan. Ketika itu Allah hilangkan dari musuh-musuh kalian rasa segan dan takut terhadap kalian dan kalian tertimpa penyakit wahn. Sahabat tadi bertanya lagi : ‘wahai Rasulullah apa yang baginda maksud dengan wahn itu? , Rasulullah menjawab: “cinta dunia dan takut mati. (HR. Abu Dawud)

Ini adalah tantangan bagi seorang muslim, terutama bagi aktivis dakwah. Oleh karena itu, kajian terhadap realitas Dunia Islam menjadi sangat penting. Kajian untuk mengetahui sumber-sumber kekuatan Dunia Islam, kekayaan Turats, Ilmu dan budaya yang di miliki Dunia Islam. Potensi alam yang di miliki Dunia Islam. Populasi dunia Islam yang kian hari terus bertambah dalam jumlah yang signifikan, dst. Dari hasil kajian tersebut seorang muslim bekerja untuk menjaga eksistensi, mengembangkan dan memajukan Dunia Islam.

Termasuk juga kajian yang berkaitan dengan sisi-sisi kelemahan dan problematika Dunia Islam, hasil kajian tersebut ditindaklanjuti dengan usaha menyelamatkan, meminimalisir dan menghilangkan kelemahan tersebut dengan yang sungguh-sungguh dan kenfrehensif.

Sorang muslim terutama aktivis dakwah terus berupaya untuk menambah tsaqafah dan ragam pengetahuan yang luas lagi memadai. Membekali informasi yang sahih. Sehingga dengan sadar ia memerankan  peran yang sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat dunia. Inilah di antara sumber kekuatan umat Islam. Allah a’lam (Mekah, 9 Shafar 1432H. Bersambung)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 8,82 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ulis Tofa, Lc
Lahir di kota Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 05 April 1975. Menyelesaikan jenjang pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Maahid Krapyak Kudus. Tahun 1994 melanjutkan kuliah di LIPIA Jakarta. Program Persiapan Bahasa Arab dan Pra Universitas. Tahun 2002 menyelesaikan program Sarjana LIPIA di bidang Syariah. Semasa di bangku sekolah menengah, sudah aktif di organisasi IRM, ketika di kampus aktif di Lembaga Dakwah Kampus LIPIA, terakhir diamanahi sebagai Sekretaris Umum LDK LIPIA tahun 2002. Menjadi salah satu Pendiri Lembaga Kajian Dakwatuna, lembaga ini yang membidangi lahirnya situs www.dakwatuna.com , sampai sekarang aktif sebagai pengelola situs dakwah ini. Sebagai Dewan Syariah Unit Pengelola Zakat Yayasan Inti Sejahtera (YIS) Jakarta, dan Konsultan Program Beasiswa Terpadu YIS. Merintis dakwah perkantoran di Elnusa di bawah Yayasan Baitul Hikmah Elnusa semenjak tahun 2000, dan sekarang sebagai tenaga ahli, terutama di bidang Pendidikan dan Dakwah. Aktif sebagai pembicara dan nara sumber di kampus, masjid perkantoran, dan umum. Berbagai pengalaman kegiatan internasional yang pernah diikuti: Peserta Pelatihan Life Skill dan Pengembangan Diri se-Asia dengan Trainer Dr. Ali Al-Hammadi, Direktur Creative Centre di Kawasan Timur Tengah, pada bulan Maret 2008. Peserta dalam kegiatan Muktamar Internasional untuk Kemanusian di Jakarta, bulan Oktober 2008. Sebagai Interpreter dalam acara The Meeting of Secretary General of International Humanitarian Conference on Assistanship for Victims of Occupation bulan April 2009. Peserta Training Asia Pasifik Curriculum Development Training di Bandung pada bulan Agustus 2009. Peserta TFT Nasional tentang Problematika Palestina di UI Depok, Juni 2010 dll. Karya-karya ilmiyah yang pernah ditulis: Fiqh Dakwah Aktifis Muslimah (terjemahan), Robbani Press Menjadi Alumni Universitas Ramadhan Yang Sukses (kumpulan artikel di situs www.dakwatuna.com), Maktaba Dakwatuna Buku Pintar Ramadhan (Kumpulan tulisan para asatidz), Maktaba Dakwatuna Artikel-artikel khusus yang siap diterbitkan, dll. Sudah berkeluarga dengan satu istri dan empat anak; Aufa Taqi Abdillah, Kayla Qisthi Adila, Hayya Nahwa Falihah dan Muhammad Ghaza Bassama. Bermanfaat bagi Sesama adalah motto hidupnya. Contak person via e-mail: ulistofa-at-gmail.com atau sms 021-92933141.

Lihat Juga

Kemenangan Trump dan Pengaruhnya Terhadap Mesir