Kami Akan Sakiti Israel di Palestina

31/1/2010 | 13 Shafar 1431 H | Hits: 1.041
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Gaza, Mahmud Zehar, elit gerakan Hamas  menegaskan, Israel ingin mengubah aturan main dengan cara membunuh elit militer Batalion Al-Qassam, Mahmud al-Mabhuh. Namun Hamas memiliki hak untuk membela dirinya dan bangsa Palestina.

Dalam statemennya kepada TV Aljazeera kemarin Jumat (29/1) Zehar menegaskan, “Kami mampu menyakiti penjajah Israel di dalam perbatasan Palestina yang masih dijajah atau di luarnya. Masalah ini ada di tangan kita. Kami akan memilih yang terbaik bagi kami, bangsa kami, dan hubungan kami dengan negara-negara Arab dan negara Islam. Hamas akan mempelajari positif dan negatif dalam membalas kejahatan Israel”.

Ia mengisyaratkan bahwa Hamas sejak awal menjaga Palestina tetap dalam pertarungan dan Israel lah yang selama ini mengancam keamanan nasional Arab dengan cara-cara pembantaian tokoh-tokoh. Israel ingin mengulang pengalaman mereka dengan PLO. Zehar menegaskan, Israel ingin mengubah aturan ‘permainan’ menjadi lebih luas dan lebih berbahaya. Ia menambahkan, sudah pasti ada koordinasi antara Hamas dan keamanan di Uni Emirat untuk  mengetahui kondisi yang menyebabkan pembantaian al-Mabhuh. “Kami ingin mengetahui apakah ada pihak di dalam hotel tempat pembunuhan al-Mabhuh ada yang terlibat, alat yang digunakan, dari negara mana pelakunya, dengan visa mana masuk UEA.” Tegas Zehar.

Menjawab faktor Israel tidak mengumumkan bertanggungjawab atas pembunuhan al-Mabhuh, Zehar menegaskan, Israel biasa tidak  pengumumkan kejahatan yang dilakukannya. Karena ia tidak ingin konsekwensi diplomasi, politik, atau HAM dunia.

Zehar menegaskan, al-Mabhuh adalah generasi pertama yang merintis batalion Izzuddin Al-Qassam. Ia memiliki peran penting dalam menyandera pasukan Israel untuk ditukarkan dengan tahanan Palestina. Dari luar, al-Mabhuh mendukung perlawanan Palestina dengan segala sarana dan jalan.

“Al-Mabuhu bekerja dengan diam-diam dan ikhlas. Ia layak mendapatkan gelar syahid dan memiliki berbagai pekerjaan yang patut diapresiasi. Saya sendiri tidak tahu kenapa ia ke Dubai.”

Zehar meminta kepada negara-negara Arab, terutama yang memiliki hubungan dengan Israel untuk bersikap tegas terhadap pembantaian ini. Sebab mereka tidak rela wilayah mereka menjadi wilayah pembunuhan atau pembalasan. (bn-bsyr/ip)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (14 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 5 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »