Erdogan Ingatkan Israel Soal Hubungan dengan Turki

2/2/2010 | 16 Shafar 1431 H | Hits: 500
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Istanbul, Perdana Menteri Turki, Recep Tayip Erdogan melanjutkan kritikanya yang pedas terhadap Israel. Ia menegaskan, pihaknya akan terus melanjutkan kebenaran demi kebenaran.

Pernyataan itu, diungkapkan perdana menteri Turki, Erdogan kepada jaringan televise Yuri News  berbahasa Turki. Ia menyatakan, Israel harus mengkaji ulang, hubunganya dengan sejumlah Negara tetangga terutama, Turki yang mempunyai catatan panjang ratusan tahun yang lalu.

Erdogan mengisyaratkan, Turki tidak mungkin berdiam diri menghadapi aksi pembantaian orang tak berdosa. Ia juga tidak akan diam menyaksikan penggunaan bom poshpor dan penghancuran semua yang ada di Gaza serta menjadikan kota tersebut seperti penjara raksasa.

Dalam hal ini, perdana menteri Turki ini meminta Entitas Zionis berfikir kembali tentang kerugian dirinya atas semua aksi yang pernah dilakukanya. Terutama sikapnya terhadap dubes Turki untuk Tel Aviv yang bertentangan dengan undang-undang internasional.

Erdogan menegaskan tentang kemungkinan pembatalan semua kesepakatan yang telah dibuat dengan Israel, ditengah suasana ketidak percayaan negaranya kepada Zionis. (asy/ip)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (14 orang menilai, rata-rata: 9,29 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 1 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »