BWI Canangkan Gerakan Nasional Wakaf Uang

8/1/2010 | 21 Muharram 1431 H | Hits: 207
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Badan Wakaf Indonesia (BWI) mencanangkan Gerakan Nasional Wakaf Uang. Pencanangan gerakan ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Jum’at (8/1/2010). Dalam peresemian tersebut, Presiden SBY juga menyerahkan uang senilai Rp. 100 juta sebagai wakaf uang untuk dikelola oleh BWI, yang diterima langsung oleh Ketua BWI, Tholhah Hasan.

“Saya dan istri ingin memulai gerakan wakaf ini dengan menyerahkan Rp. 100 juta bagi kepentingan umum dan pengelolaannya saya serahkan ke Badan Wakaf Indonesia,” kata SBY di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/1/2010).

Untuk mendukung suksesnya gerakan ini, BWI telah bekerjasama dengan lima bank syariah sebagai penerima wakaf uang. Yaitu Bank Muamalat, BSM, Bank DKI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Mega Syariah. “Wakaf uang ini akan dikelola secara produktif,” ujar Tholhah Hasan pada hari Kamis (7/1/2010)

Wakaf uang ini akan dikelola secara produktif dan diinvestasikan, baik pada sektor riil maupun finansial. Hasilnya akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi serta peradaban bangsa. Tentu saja, penghimpunan dan investasi dana wakaf ini disertai dengan laporan berkala kepada Menteri Agama dan melalui media massa serta audit oleh akuntan publik, sehingga pengelolaan wakaf betul-betul transparan dan akuntabel.

Sejak pembentukannya pada 2007 silam, BWI sudah mengelola aset tanah wakaf seluas hampir 27 ribu hektar yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Presiden berharap aset tersebut akan semakin bermanfaat bagi kepentingan peningkatan kesejahteraan rakyat dengan adanya gerakan nasional wakaf uang yang dicanangkan pagi hari ini.

Dalam peresmian tersebut, SBY mengatakan bahwa wakaf uang sebagai suatu terobosan dan membuka tafsir luas tentang wakaf yang semula hanya pada tanah dan bangunan. Kini muslimin yang tidak kelebihan tanah dan bangunan pun bisa berpartisipasi dalam upaya peningkatan kesejahteraan umat.

“Uang yang terhimpun gunakan untuk kegiatan produktif dan investasi yang menguntungkan bagi masyarakat,” sambung SBY. (lh/mok/dtc/bwi)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (3 orang menilai, rata-rata: 8,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 1 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »