Home / Berita / Internasional / Asia / Tim Advokasi Indonesia Menuju Qatar Bela Korban Freedom Flotilla

Tim Advokasi Indonesia Menuju Qatar Bela Korban Freedom Flotilla

dakwatuna.comPenyerangan tentara Israel terhadap kapal Mavi Marmara yang membawa sekitar 700 relawan kemanusiaan di enam kapal yang berasal dari 36 negara dan tergabung dalam misi Freedom Flotilla pada 31 Mei 2010 di perairan internasional 73 mil dari lepas pantai Gaza telah menyebabkan sembilan relawan asal Turki tewas dan puluhan lainnya luka-luka.Turut serta dalam kapal Mavi Marmara tersebut adalah 12 (dua belas) relawan dari Indonesia masing-masing dari KISPA, MER-C, Sahabat Al Aqsha, dan seorang jurnalis dari Suara Hidayatullah dan TVOne.

Dua orang relawan Indonesia, masing-masing Surya Fachrizal (jurnalis dari Suara Hidayatullah) dan Okvianto (dari KISPA) adalah bagian dari korban yang luka parah. Surya ditembak di dada dan sang peluru menembus hingga di perutnya. Okvianto ditembak di lengan kanannya dan sampai sekarang sang lengan juga belum dapat berfungsi secara sempurna. Sepuluh relawan yang lain juga mengalami perlakuan kasar yang diluar perikemanusiaan sejak penyerangan, penangkapan, pemeriksaan hingga penahanan. Bahkan, berdasarkan data rekam medis, mereka juga diduga keras telah diracun karena ditemukan arsenik dalam kadar tertentu pada darah mereka.

Panel HAM/ Misi Pencari Fakta PBB (UN Human Rights Council – Fact Finding Mission) yang telah melakukan penyelidikan awal terhadap kasus ini pada 23 September 2010 menyimpulkan bahwa serangan tentara Israel yang dilanjutkan dengan penangkapan, pemeriksaan, penahanan, hingga deportasi para korban tersebut adalah ‘brutal’, ‘disproportionate’, melanggar hukum internasional, hak asasi manusia internasional, dan hukum humaniter internasional (dengan bahasa ‘unlawful’, totally unnecessary and incredible violence). Juga terdapat cukupbukti bahwa telah terjadi pembunuhan dengan sengaja (willful killing), penganiayaan dan penyiksaan (torture or inhuman treatment willfully causing great suffering or serious injury to body or health).

Dalam rangka memperjuangkan keadilan dan kebenaran bagi para korban tersebut, para pengacara dari 36 negara telah berhimpun di Istanbul Turki pada 15 July 2010 guna merumuskan aksi-aksi dan tindakan-tindakan hukum (legal action) apa yang mungkin dan dapat dilakukan di tingkat nasional, regional, dan internasional guna menyeret Israel dan pelaku kejahatannya mempertanggungjawabkan kejahatan yang dilakukan.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan Istanbul pada Juli 2010, maka pada 23 – 24 Oktober 2010 ini tiga orang pengacara Indonesia, masing-masing Heru S. Nuswanto dari PAHAM Indonesia yang mewakili 6 korban Indonesia, dan Adnan Wirawan dan Mahendradatta dari TPM yang juga mewakili 6 korban yang lain, berada di Doha-Qatar, guna, bersama-sama para pengacara dan aktifis HAM Internasional merumuskan rencana aksi yang lebih konkrit di tingkat nasional, regional dan internasional dalam memperjuangkan keadilan bagi para korban Freedom Flotilla dan memaksa Israel mempertanggungjawabkan kejahatan-nya di hadapan hukum, apakah dalam konteks nasional, regional, maupun internasional.

Pertemuan yang digagas oleh lembaga Fakhoora Qatar dan IHH Turki ini adalah pertemuan pengacara lintas negara, bangsa, etnis, suku, agama dan bahasa. Bahkan sebagian dari pengacara adalah pengacara Eropa non muslim. Karena, forum meyakini sepenuhnya bahwa kasus ini adalah kasus kemanusiaan dan pelanggaran HAM yang telah melompati sekat-sekat agama dan bangsa/ etnis/ ras tertentu. Forum juga sedari awal hanya concern dengan penegakan hukum dan penggapaian keadilan dengan cara-cara yang legal, dengan pendekatan hukum, networking pendekatan media dan menggalang opini publik, alias menghindari cara-cara kekerasan seperti yang ditempuh oleh Israel. (mln/knrp)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Supporter Indonesia membuat Aksi Atraktif dengan membentuk Koreo Bendera Palestina saat Laga Timnas dengan Malaysia, Selasa (

(Video) Penampakan Koreografi Bendera Palestina dan Indonesia di Laga Indonesia vs Malaysia