Home / Berita / Internasional / Eropa / Negara Bagian Hamburg, Jerman, Menjalin Perjanjian Kerjasama dengan Muslim Jerman

Negara Bagian Hamburg, Jerman, Menjalin Perjanjian Kerjasama dengan Muslim Jerman

Ilustrasi - Salah satu Masjid di Hamburg, Jerman (newmuslimthailand.com)

dakwatuna.comHarian Hamburger Abendblatt tanggal 8 Oktober 2010 memberitakan mengenai rencana kerjasama Pemda Hamburg dengan kaum muslim di negara bagian Hamburg yang akan dituangkan dalam satu perjanjian kerjasama.

Pengurus Dewan Syuro Hamburg, Mr. Norbert Müller, menyampaikan bahwa pada prinsipnya Pemda Hamburg dan umat Islam telah membahas isi perjanjian dan telah mencapai kesepakatan. Sementara itu, pengurus Ikatan Islam Turki, Mr. Zekeriya Altug menilai bahwa kesepakatan perjanjian antara Pemda Hamburg dengan umat Islam, dalam hal ini diwakili oleh tiga organisasi yaitu Dewan Syuro, Ikatan Islam Turki (DITIB) dan Ikatan Kebudayaan Islam (VIKZ) sangat bermanfaat bagi peningkatan identitas sebagai umat Islam di Hamburg dan lebih diakui sebagai warga Jerman.

Perjanjian tersebut mengacu pada kebijakan dan hukum Jerman yang penyusunannya dilakukan oleh para ahli hukum dan tiga organisasi Islam di atas yang mewakili 90% umat muslim di Hamburg.

Juru bicara Pemda Hamburg dari partai Kristen Demokrat, Mr. Wolfgang Beuß, menyatakan bahwa perjanjian kerjasama mengatur kewajiban serta hak umat Islam di Hamburg. Inti dari perjanjian antara lain sebagai berikut:

  • Pemda Hamburg akan memberikan kemudahan dalam proses administrasi pembangunan dan perluasan masjid apabila sudah ada musyawarah dan kesepakatan antara umat Islam dengan penduduk sekitar sebelum melakukan pembangunan atau perluasan masjid.
  • Siswa yang beragama Islam diberikan hak libur selama 3 kali pelaksanaan hari raya muslim, yaitu Idul Fitri, Idul Adha dan hari Ashura (untuk Syiah).
  • Tahanan di penjara-penjara Hamburg yang beragama Islam diizinkan untuk shalat Jumat serta berkonsultasi dengan ahli agama Islam kalau menghadapi masalah agama atau merasa memerlukan nasihat.
  • Pihak pemakaman di Hamburg akan memberikan lebih banyak fasilitas untuk umat Islam dan mengizinkan penguburan sesuai ajaran Al Quran, dimana sebelumnya jenazah diwajibkan menggunakan peti jenazah.
  • Pemda Hamburg akan memberikan fasilitas khusus bagi pengurusan visa dan izin tinggal imam dari luar negeri apabila dinilai umat Islam kekurangan Imam dalam melakukan ibadah.
  • Merencanakan untuk memasukkan pelajaran agama Islam pada kurikulum sekolah. Namun mengingat minimnya tenaga pengajar, masih dibicarakan untuk bekerjasama dengan universitas Hamburg untuk mendidik guru agama Islam.

Hamburg adalah negara bagian pertama yang akan mengatur kerjasama dengan umat Islam yang disahkan dalam bentuk perjanjian. Jumlah umat Islam di Hamburg cukup besar, yaitu 130.000 orang. Selama ini sulit untuk melaksanakan suatu kesepakatan bersama antara Pemda Hamburg dan umat muslim mengingat umat muslim Hamburg terbagi dalam banyak organisasi yang tidak mengambil satu arah bersama.

Perkembangan kerjasama Pemda Hamburg dan umat muslim didukung oleh pihak pemerintah federal. Presiden Jerman dalam sambutan pada peringatan 20 tahun reunifikasi Jerman mengimbau warga Jerman untuk menerima fakta bahwa ‘Islam juga berkembang di Jerman’. Namun Kanselir Merkel menegaskan bahwa umat Islam di Jerman harus mengikuti konstitusi dan bukan syariah. Untuk itu, pemerintah Jerman membutuhkan imam yang dididik di Jerman dan memiliki akar sosial yang kuat dan saat ini program pendidikannya baru dimulai di Universitas Osnabrück.

Di lain pihak, Gereja Kristen Protestan di Jerman Utara (Nordelbische Kirche) menyambut baik adanya perjanjian kerjasama tersebut, namun di pihak lain Gereja Katolik menyatakan bahwa masih terlalu dini bagi Pemda Hamburg membuat perjanjian kerjasama dimaksud. Hal ini dengan pertimbangan bahwa masih kurangnya pengalaman pemerintah Jerman, khususnya pemda Hamburg dalam melaksanakan kerjasama dengan kaum Islam. (fulan/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,44 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Dedi budiawan

    “Warga jerman harus lebih keras kepada yang menolak berintegrasi sebelum membuka diri untuk imigrasi berikutnya”,(Horst Seehofer Gubernur Bavaria)——-tidak perlu tunggu 40 tahun, Imigran Muslim pengaruhi Eropa,..ini sudah berpengaruh!!, Alvin Toffler

  • ha.taufik

    Langkah Negara Bagian Hamburg untuk kerjasama dengan umat Islam, patut ditiru oleh Pemerintah Indonesia, terutama aparat penegak hukum, POLRI, Kejaksaan, Pemerintah Daerah dll. Selama ini kerjasama yang ada baru dalam tahap seremonial, yang tidak pernah menyentuh hal2 substantif. Tidak ada cara yang lebih baik dalam melaksanakan deradikalisasi, selain kerjasama seperti yang dilakukan Hamburg.Mestinya anggauta DPR , Polisi, Kejaksaan, MUI mengadakan study bading kesaana, Selamat

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Pejabat Non-Muslim Pada Zaman Al-Mu’tadhid Billah

Organization