Home / Berita / Internasional / Asia / Erdogan Kecam Sikap Negara Pendukung Entitas Israel

Erdogan Kecam Sikap Negara Pendukung Entitas Israel

PM Turki, Erdogan (FP)

dakwatuna.com – Istanbul. PM Turki Rajab Taeb Erdogan kembali menuntut entitas Israel untuk meminta maaf dan memberikan ganti rugi kepada keluarga para syuhada kapal “Mavi Marmara” Turki, yang diserang pasukan entitas Israel dan menewaskan sembilan penumpang pada saat aksi solidaritas kemanusiaan membantu Gaza.

Dalam konferensi pers setelah bertemu dengan PM Suriah, Basyar Asad di Damaskus, Senin (11/10) Erdogan menuntut entitas Israel untuk meminta maaf dan membayar ganti rugi bagi sembilan syuhada yang terbunuh oleh 30 tembakan di tubuh mereka, menurut visum dokter dan diakui internasional.

Erdogan merasa heran terhadap negara-negara simpati kepada Israel, dan negara lainnya yang terus mendukung Israel setelah semua kejahatan ini. Erdogan menekankan bahwa sejarah tidak akan melupakan negara-negara ini, baik yang simpati maupun mendukung.

Sementara itu Presiden Suriah, Asad memaparkan perkembangan terkini di Timur Tengah, termasuk perundingan langsung antara entitas Israel dengan Palestina. Asad mengajak kedua belah pihak untuk mencari ide dan saran untuk menghidupkan proses perdamaian.

Dalam konferensi persnya, Presiden Suriah mengkritisi konstitusi Israel terkini yang mengharuskan warga non Yahudi memberikan loyalitas kepada negara Yahudi. Asad menganggapnya sebagai konstitusi rasis.

Ditambahkan bahwa rakyat dan pemerintah Turki mendukung Palestina, dan Turki lebih mengetahui dibandingkan lainnya dalam penyerangan Israel terhadap Armada Pembebasan.

Sementara itu, PM Turki menyatakan bahwa Suriah dan Turki adalah dua negara bersaudara. Erdogan menjelaskan pentingnya meningkatkan hubungan bilateral di bidang perdagangan dan ekonomi, disamping kerjasama politik antara Damaskus dan Ankara.

Erdogan juga mengingatkan pertemuan yang telah berlangsung antara 12 Menteri Turki dan 12 Menteri Suriah di kota Pesisir Ladziqia sepekan lalu. Erdogan menekankan pentingnya melanjutkan kerjasama saling menguatkan strategi dua negara. Ia menunjukan langkah baru dalam kerjasama antara Suriah dan Turki di luar bilateral .(qm/pip)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 8,64 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Tank militer Turki bebaskan wilayah utara Suriah yang dikuasai ISIS. (fernas.net)

Perkuat Tentaranya di Perbatasan, Turki Permudah FSA Bersihkan Utara Suriah dari ISIS