Home / Berita / Internasional / Asia / Laporan Delegasi Indonesia: Indahnya Shalat di Lapangan Terbuka

Laporan Delegasi Indonesia: Indahnya Shalat di Lapangan Terbuka

Delegasi Indonesia dengan peserta dari Afrika dan Lebanon (knrp)

dakwatuna.comDelegasi Indonesia di bawah KNRP yang telah bergabung dengan Konvoi Nadi Kehidupan 5, rutin mengirim kabar kepada kami. Berikut adalah laporan mereka: Tanggal 6 Oktober 2010, Latakia, Syria Hari ini adalah hari kedua kami di Latakia,Syria.

Alhamdulillah, hari ini lebih kondusif dan lebih produktif daripada hari sebelumnya, karena hari ini banyak kegiatan yang kami lakukan, diantaranya adalah shalat berjamaah dengan anggota konvoi lainnya dari berbagai Negara yang mayoritas beragama Islam.

Begitu terasa nikmatnya dapat melakukan Shalat berjamaah dilapangan terbuka yang biasanya kita hanya melakukannya di dua waktu, Idul Fitri dan Idul Adha, kali ini kami melakukannya untuk Shalat lima waktu.

Rombongan delegasi Indonesia membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina (knrp)

Tidak ada yang menghalangi kenikmatan untuk melakukan shalat bersama-sama dilapangan dengan beralaskan rumput. Layaknya suasana darurat. Kegiatan lain yang kami lakukan adalah mengikuti rapat bersama panitia pada pukul 12.30, mendengarkan informasi tentang hasil negosiasi panitia dengan kedutaan Mesir di Syria, yang hasilnya masih belum ada perubahan dan perkembangan seperti kemarin.

George Galloway mengatakan, beliau tidak menganggap masalah dengan pemerintah Mesir, akan tetapi masalah utama adalah dengan pemerintah Israel yang melakukan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa terhadap saudara kita di Palestina.

Untuk itu, George menyerahkan kepemimpinan kepada Kevin (Salah seorang panitia dari Inggris) dan memberikan arahan kepada konvoi untuk taat kepada aturan panitia dan senantiasa menjaga ketertiban dimanapun berada supaya masyarakat Gaza terkesan dengan peserta konvoi.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kevin yang mengatakan bahwa konvoi akan sangat berarti ketika konvoi dipimpin langsung oleh George Galloway dan kalau ini terjadi, hal ini merupakan prestasi besar bagi pemerintah Mesir. Kevin juga berharap seperti harapan George tentang ketertiban.

Adapun alasan George tidak bisa ikut rombongan dikarenakan oleh pada Viva Palestina 4 kemarin, beliau di deportasi oleh pemerintah Mesir. Acara tersebut diakhiri pada pukul 13.30. Berikutnya kami (peserta Perempuan Viva Palestina) mendapat undangan makan dari Ir. Lina di daerah pegunungan yang sangat nyaman dan disuguhkan hidangan khas Syiria.

Acara hanya ramah tamah dan menikmati pemandangan yang indah di belakang rumah beliau. Malam harinya kami mengikuti acara rapat umum yang dihadiri oleh George Galloway kembali dan masyarakat umum dengan acara orasi dari berbagai Negara peserta VP 5.

Dari negara teluk di wakili oleh Jordania, dari benua Afrika oleh Aljazair, dari Eropa oleh Irlandia dan Inggris, dari Asia diwakili oleh Indonesia yang kali ini diwakili oleh Ibu Sylvia dari Salimah yang menyampaikan kesan pesannya.

Hal menarik yang disampaikan oleh George pada orasinya yang dipesankan khusus untuk ditulis oleh wartawan adalah, “kenapa pemerintah Mesir melarang saya untuk mengikuti konvoi melalui El-Arish, padahal saya adalah orang yang beriman pada hari hisab dan nanti saya dan Mubarok akan dihisab kelak oleh Tuhan dan Tuhan tidak akan menanyakan kepada saya, apa yang Mubarok lakukan.

Akan tetapi Tuhan akan menanyakan apa yang saya” lakukan. Sampai malam ini panitia menyatakan belum jelas waktu keberangkatan, apakah hari jumat atau sabtu, yang pasti kita diminta untuk senantiasa standby. (knrp)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Islam di Indonesia, Jangan Ibarat Air Susu Dibalas Air Tuba