Home / Dasar-Dasar Islam / Tazkiyatun Nufus / Menutup Aurat (Bagian ke-6): Dilaknatnya Laki-laki Menyerupai Perempuan dan Perempuan Menyerupai Laki-laki

Menutup Aurat (Bagian ke-6): Dilaknatnya Laki-laki Menyerupai Perempuan dan Perempuan Menyerupai Laki-laki

Dilaknatnya Laki-laki Menyerupai Perempuan dan Perempuan Menyerupai Laki-laki

dakwatuna.comRasulullah SAW pernah mengumumkan, bahwa perempuan dilarang memakai pakaian laki-laki dan laki-laki dilarang memakai pakaian perempuan. Di samping itu beliau melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki. Termasuk di antaranya, ialah tentang bicaranya, geraknya, cara berjalannya, pakaiannya dan sebagainya.

Sejahat-jahat bencana yang akan mengancam kehidupan manusia dan masyarakat, ialah karena sifat yang abnormal dan menentang tabiat. Sedang tabiat ada dua: tabiat laki-laki dan tabiat perempuan. Masing-masing mempunyai keistimewaan tersendiri. Maka jika ada laki-laki yang berlagak seperti perempuan dan perempuan yang bergaya seperti laki-laki, maka ini berarti suatu sikap yang tidak normal dan meluncur ke bawah.

Rasulullah SAW pernah menghitung orang-orang yang dilaknat di dunia ini dan disambutnya juga oleh Malaikat, di antaranya ialah laki-laki yang oleh Allah dijadikan betul-betul laki-laki, tetapi dia menjadikan dirinya seorang perempuan; dan yang kedua yaitu perempuan yang memang dicipta oleh Allah sebagai perempuan, tetapi kemudian dia menjadikan dirinya sebagai laki-laki dan menyerupai seorang laki-laki.

Justru itu pulalah, maka Rasulullah saw melarang laki-laki memakai pakaian yang dicelup dengan ‘ashfar (wenter berwarna kuning yang biasa di pakai untuk mencelup pakain-pakain wanita di zaman itu).

Ali RA meriwayatkan:

“Rasulullah SAW pernah melarang aku memakai cincin emas dan pakaian sutera dan pakaian yang di celup dengan ‘ashfar.” (Hadits Riwayat Thabrani)

Ibnu Umar pun pernah meriwayatkan:

“Bahwa Rasulullah SAW pernah melihat aku memakai dua pakaian yang dicelup dengan ‘ashfar, maka sabda Nabi: Ini adalah pakaian orang-orang kafir, oleh karena itu jangan kamu pakai dia.”

— Bersambung

(hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (19 votes, average: 8,74 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Lembaga Kajian Manhaj Tarbiyah (LKMT) adalah wadah para aktivis dan pemerhati pendidikan Islam yang memiliki perhatian besar terhadap proses tarbiyah islamiyah di Indonesia. Para penggagas lembaga ini meyakini bahwa ajaran Islam yang lengkap dan sempurna ini adalah satu-satunya solusi bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw adalah sumber ajaran Islam yang dijamin orisinalitasnya oleh Allah Taala. Yang harus dilakukan oleh para murabbi (pendidik) adalah bagaimana memahamkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw dengan bahasa yang mudah dipahami oleh mutarabbi (peserta didik) dan dengan menggunakan sarana-sarana modern yang sesuai dengan tuntutan zaman.
  • Bagaimana dg laki2 yg memakai geLang ?

  • Muhammad Yusuf

    Islam sangat hati-hati dalam menetapkan aturan cara berpakaian, Era modern tidak mesti harus menghalalkan segala cara atas nama kemoderenan dan “gaul”, karena Islam menghormati jenis masing-masing, laki-laki dan perempuan, karenanya identitas harus jelas karena membawa konsekuensi dalam menjalankan syariat. Persoalannya bukan masalah baik dan buruk dalam etika, halal dan haram dalam syariat. Tetapi lebih pada kejelasan identitas di mata Allah, karena masing-masing memiliki hak & tanggungjawab.

  • Agung Al Tasiki

    mau bertanya Ustadz, kalau ‘ashfar itu sejenis apa ya ? ditunggu jawabanya.
    Terimakasih.

  • Ibnu Alwi

    untuk di bagian ini saya rasa terlalu sedikit sekali penjelasannya…harus ditambah.. msh terlalu lemah dalil aqli dan naqlinya

  • Abshan Shihab AbBedulloh

    orang tua saya selalu melarang dan menghimbau untuk tidak memakai anting karena katanya “tidak boleh menjadi imam dan tidak syah saat penyembelihan” menurut logika itu bisa saya terima, krena anting itu hanya utk wanita “kodratnya” namun di atas tidak di sebutkan hal itu, apakah ada dalil nya ? apakah jika laki2 memakai anting tetapi tidak beruba kelakuannya, pakaian istilahnya tetap macho, apakah itu melawan kodrat.. mohon jawabannya jangan hanya menulis lalu di tinggalkan, banyak komentar yang butuh penjelasan, terima kasih,

Lihat Juga

Perempuan perwakilan Bidang Perempuan Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) melakukan kunjungan ke Anggota Komisi XI DPR RI yang berasal dari Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/4/2016).  (Afilin Nur)

Kunjungi Eva Kusuma Sundari, KAMMI Berbincang Soal Perempuan