Home / Berita / Internasional / Eropa / Jubir Pemberontak RMS Tuding Presiden Bertanggung Jawab Atas Penyiksaan Anggota RMS

Jubir Pemberontak RMS Tuding Presiden Bertanggung Jawab Atas Penyiksaan Anggota RMS

Jubir Pemberontak RMS, Wim Sopacua (berkain merah) (destentor.nl)

dakwatuna.com – Jakarta. Juru bicara pemberontak RMS Wim Sopacua membenarkan telah mengajukan berkas perkara tentang penganiayaan anggota RMS ke pengadilan negeri di Belanda. Hari ini, kata Wim, seharusnya sidang pertama atas tuduhan pelanggaran HAM. “Kasus kami sudah diterima pengadilan Belanda. Itu memang dimungkinkan di Belanda, itulah rule of law di sini,” tegas Wim Sopacua.

Menurutnya, hal itu sangat logis karena mengetahui akan kedatangan SBY di Belanda. Itu sebabnya, kasus itu diajukan bertepatan dengan rencana SBY ke Belanda. Namun, ia mengakui, belum ada keputusan apakah SBY akan ditangkap pengadilan Belanda.

“Dasar kami mengajukan kasus tersebut adalah SBY orang yang paling bertanggung jawab atas penyiksaan aktivis RMS di Maluku bulan Juni. Densus 88 adalah alat negara dan setelah penelitian yang objektif dari Amnesty dan Human Rights Watch ternyata mereka melakukan penganiayaan. Sebagai pimpinan tertinggi kami ingin SBY bertanggung jawab,” tutur Wim.

Wim mengatakan bahwa pada tahun 2007 SBY dalam pernyataan publik yang direkam berbagai media juga menginstruksikan polisi untuk menindak para penari cakalele. (Krisman Purwoko/indah wulandari/RoL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 4,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Rakyat moe akan medukung mu.!

  • wawan

    Pak SBY Jangan takut kepada para antek2 penjajah dan penghianat bangsa.
    Rkyatmu di belakangmu… Qita siap musnahkan RMS dari bumi pertiwi.
    Hai RMS ikutlah ke negeri majikanmu, jgn hidup di bumi merah putih.

  • narada

    DENGAN MEMBERI RUANG KEPADA RMS, BELANDA SEBENARNYA BUKAN ATAS NAMA HAK AZAZI MANUSIA TUJUANNYA AGAR INDONESIA MAU DIKTE SEPERTI ZAMAN IGGI,TENTUNYA BELANDA PENGIN JADI PAHLAWAN KESIANGAN POSISI TAWAR GITU.JADI RELA KASIH DUIT UNTUK BIAYAI RMS………UNTUK KERJA JADI PROVOKATOR GITU….TENTU MEMBUAT KEKACAUAN DI MALUKU …..HAIIIII RAKYAT MALUKU MAJULAH BAGUN NKRI KITA MAMPU

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Amal