Home / Berita / Lifeline for Gaza Sampai Suriah

Lifeline for Gaza Sampai Suriah

Seorang aktivis Pro Palestina memeriksa kendarannya di konvoi bantuan Inggris yang diketuai oleh George Galloway yang memimpin organisasi 'Viva Palestina', di Istanbul Turki, 28 September 2010. (Getty Images)

dakwatuna.com – Suriah, Kafilah Nadi Kehidupan Untuk Gaza (Lifeline for Gaza) ke-5 telah sampai wilayah Suriah. Kafilah ini terdiri dari 85 aktivis kemanusiaan yang membawa 43 truk berisi bantuan kemanusiaan untuk Gaza dari masyarakat negara-negara Eropa dan Turki. Ikut serta di dalam rombongan tersebut, sejumlah tokoh dari negara-negara tersebut. Alaqsa Voice melaporkan dari Damaskus, Suriah jelang tengah malam waktu setempat, Sabtu 2 Oktober (dini hari ini WIB).

Seorang pejabat partai yang berkuasa di Suriah, dalam sambutannya mengatakan bahwa wujudnya kafilah Lifeline To Gaza ini merupakan salah satu kemenangan rakyat Palestina atas penjajah Israel. Kafilah tersebut merupakan dukungan penuh bagi rakyat Gaza yang tabah menghadapi blokade penjajah Zionis atas mereka.

Pejabat partai Baath tersebut, Amin Al Fara’ mengatakan bahwa serangan militer Zionis terhadap Armada Kapal Kebebasan (Freedom Flotilla) belum lama ini merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai etika kemanusiaan internasional sekaligus membuka kedok mereka sendiri. Ia juga menyebutkan pengorbanan yang dilakukan rakyat Palestina yang tabah di Jalur Gaza menghadapi serangan demi serangan tentara Zionis, memuji peran aktif mantan anggota Parlemen Inggris, George Galloway, keberpihakannya kepada yang benar dan kontribusinya dalam aktivitas kemanusiaan utuk meringankan penderitaan rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Dalam kesempatan yang sama, Thalal Nashar, juru bicara Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Suriah, menyampaikan rasa terima kasih atas usaha keras dan pengorbanan kafilah Lifeline untuk mendobrak blokade Gaza. Hamas pun berusaha membantu memudahkan perjalanan kafilah kemanusiaan tersebut. Hamas mengatakan akan tetap melanjutkan perjuangan perlawanan terhadap penjajah Zionis sampai rakyat Gaza benar-benar bebas dari blokade kejam tersebut. Hamas juga menyebutkan para syuhada armada Kapal Kebebasan yang telah mempersembahkan darah suci mereka untuk membela Pelstina. Hamas menegaskan akan tetap teguh membela tanah air Palestina dengan nyawa dan darah sampai bumi Palestina bebas dari penjajahan.

Zahir Al Bairawi, juru bicara resmi kafilah Lifeline ke-5 tersebut mengatakan bahwa kafilah kemanusiaan ini sangat berempati atas ketabahan rakyat Jalur Gaza khususnya, dan Palestina umumnya. Kafilah membawa misi perdamaian yang tegak di atas asas “mengembalikan hak kepada pemiliknya.” Kafilah membawa misi kasih sayang dari masyarakat dunia yang memiliki kecintaan terhadap keadilan dan perdamaian. Dukungan orang-orang yang merdeka jiwanya di dunia ini akan terus berlanjut sampai blokade benar-benar berhasil didobrak. Sedangkan, katanya lagi, serangan Zionis terhadap armada Kapal Kebebasan itu sama sekali tidak akan mengurangi sedikit pun tekad para aktivis kemanusiaan internasional. Ia juga menyebutkan tentang dukungan berbagai fasilitas yang diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Suriah bagi kafilah ini, juga penyambutan rakyat Suriah atas kedatangan kafilah di negara mereka, yang menunjukkan pembelaan dan rasa solidaritas mereka bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Sementara itu, penanggung jawab pelaksana kafilah Lifeline to Gaza ke-5 itu, Kevin Ovenden, menyampaikan ucapan terima kasih kepada rakyat Suriah atas sambutan mereka yang hangat dan dukungan mereka bagi usaha keras para aktivis kemanusiaan peserta kafilah tersebut untuk membantu menolong rakyat Gaza. Ia mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan yang mereka bawa merupakan ungkapan dukungan masyarakat Eropa bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza sekaligus dukungan mereka untuk mendobrak blokade yang diberlakukan atas wilayah itu. Ia menambahkan bahwa para koordinator kafilah akan terus melanjutkan usaha mereka, melakukan konvoi-konvoi kemanusiaan berikutnya sampai blokade dihentikan.

Nasir Akhtar, salah seorang peserta kafilah yang berasal dari Inggris, dalam kesempatan itu mengungkapkan rasa gembiranya karena dapat mengikuti perjalanan kafilah kemanusiaan tersebut. Ia berharap, kafilah dapat sampai ke tempat tujuan dengan semua barang bantuan yang dibawanya untuk meringankan penderitaan rakyat Gaza.

Sementara itu di Yordania, telah tiba kemarin, Sabtu 2 Oktober, rombongan kafilah yang akan bergabung dengan rombongan Eropa dan Turki tersebut, yang berasal dari sejumlah negara teluk dan Maroko yang akan menuju Lattakia, kawasan pelabuhan Suriah, untuk bergabung dengan rombongan kafilah dari Eropa da Turki tersebut di sana.

Komite penanggung jawab kafilah Lifeline Yordania mengatakan bahwa rombongan kafilah Yordania akan bertolak besok, Senin 4 Oktober, ke pelabuhan Lattakia untuk bergabung dengan rombongan kafilah Lifeline ke-5 lainnya.

Dijadwalkan bahwa rombongan kafilah Lifeline yang berasal dari Eropa dan negara-negara Arab bertemu dan bergabung di pelabuhan Lattakia, besok, Senin 4 Oktober. Lattakia ditetapkan sebagai tempat bergabung dan bertolaknya seluruh peserta kafilah Lifeline ke-5 ini. (RoL)

About these ads

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

PM Rusia, Dmitry Medvedev dan PM Israel Benyamin Netanyahu. (aljazeera.net)

Rusia dan Israel Sepakat Terkait Nuklir Iran

Organization