Home / Berita / Nasional / Peneliti Asing Anggap Masyarakat Madani di Indonesia Semakin Maju

Peneliti Asing Anggap Masyarakat Madani di Indonesia Semakin Maju

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Surabaya. Peneliti dari University of New South Wales (UNSW) Australia, Dr Minako Sakai, menilai masyarakat madani telah tumbuh secara signifikan di Indonesia.

“Pergerakan masyarakat Indonesia untuk melakukan aktifitas sosial tanpa bantuan asing dan juga tanpa dukungan pemerintah mulai berkembang,” katanya kepada ANTARA News di Surabaya, Jumat.

Ia mengemukakan hal itu di sela-sela mendampingi lima mahasiswa UNSW mengikuti perkuliahan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, 28 September hingga 2 Oktober.

Menurut dosen Studi Indonesia di UNSW itu, korupsi memang masih ada di Indonesia, tapi masyarakat sipil di Indonesia juga mengalami pertumbuhan yang secara bertahap semakin maju.

“Gerakan sosial di masyarakat Indonesia banyak yang mengandalkan dana masyarakat seperti dari zakat atau koperasi. Ada banyak lembaga pengelolaan zakat, BMT (baitul mal wat tamwil), dan lembaga keuangan mikro lainnya,” katanya.

Peneliti studi sosial UNSW itu mengaku dirinya tertarik dengan perkembangan sosial masyarakat madani (civil society) di Indonesia yang didorong nilai-nilai agama. Hal itu menurut dia telah membuat masyarakat Indonesia bisa mandiri tanpa bergantung kepada dukungan asing atau pemerintah.

“Perkembangan sosial masyarakat madani yang semakin maju itu lebih menarik diteliti, karena hal itu yang akan menjadikan masyarakat Indonesia di masa depan akan semakin mandiri dan independen,” kata dosen senior UNSW itu.

Oleh karena itu, ia mengajak mahasiswanya yang menempuh studi tentang Indonesia untuk mengikuti proses perkuliahan di Unair sebagai pengalaman pertama yang berharga.

“Itu karena mereka sudah 2,5 tahun mempelajari bahasa dan budaya Indonesia, maka sekarang saatnya untuk mempraktikkan apa yang selama ini dipelajari,” katanya.

Ia berharap mahasiswa UNSW akan memiliki pemahaman tentang bahasa dan budaya Indonesia lebih baik lagi, karena mereka melihat langsung dan merasakan apa yang sesungguhnya ada di Indonesia.

“Mereka juga dapat menjalin persahabatan dengan teman-teman baru dari Indonesia, karena itu kami juga menunggu kedatangan mahasiswa S3 Unair untuk mengikuti perkuliahan di UNSW,” katanya.

Selain mengikuti perkuliahn di Fisip Unair Surabaya, kelima mahasiswa UNSW yang terdiri dari tiga mahasiswa dan dua mahasiswi itu juga mengunjungi IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur. (E011/A041)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • PNPM effect!

  • yazid

    …kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, kenyataan hari esok adalah mimpi hari ini,,,,*
    ayo terus bekerja… mewujudkan masyarakat Indonesia yang madani…semoga Allah meridhoi.
    (* dikutip dari sebuah buku)

Lihat Juga

Sumber: BPS (2011-2015), diolah. (Muhammad Rofik)

Realisasi Peran LAZ Sebagai Mitra Pemerintah Dalam Memandirikan Umat Melalui Advokasi Kebijakan