Home / Berita / Nasional / Komisi I DPR Dukung Operasi Bersama Densus 88, Denjaka, Den Bravo & Gultor

Komisi I DPR Dukung Operasi Bersama Densus 88, Denjaka, Den Bravo & Gultor

Ilustrasi (inilah)

dakwatuna.com – Jakarta. Kalangan Komisi I DPR mendukung operasi bersama antara Densus 88 dengan Denjaka AL, Den Bravo AU dan Gultor AD menumpas teroris di Indonesia.

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menilai kondisi saat ini sangat genting. Sebab eskalasi aksi terorisme makin meninggi dibuktikan dengan keberanian menyerang Mapolsek Hamparan Perak, Sumatera Utara.

“Secara realita ada kondisi mendesak untuk Polri segera menggandeng TNI karena eskalasi aksi terorisme yang makin kuat,” ujar Mahfudz kepada INILAH.COM, Jumat (24/9) malam.

Menurut politisi PKS ini, untuk mewujudkan operasi bersama tersebut dibutuhkan kebijakan politik dari Presiden SBY sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.

“Secara peraturan dimungkinkan, karena Undang-undang TNI menegaskan salah satu tugas pokok TNI untuk operasi militer nonperang adalah mengatasiaksi terorisme. Tetapi dibutuhkan kebijakan politik dari presiden,” terang Mahfudz.

Sebelumnya, Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan, guna menghadapi aksi serangan para teroris Polri akan melibatkan kesatuan-kesatuan antiteror dari TNI.

“Teman-teman dari TNI dalam momen tertentu jika dibutuhkan kita akan libatkan detasemen-detasemen khusus yang dimiliki oleh tiap angkatan di TNI seperti Denjaka, Den Bravo dalam stricking force bersama,” ujar Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Rupatama Mabes Polri, di Jakarta Jumat (24/9). (mah/inilah)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • nama

    saya hanya berpendapat tentang rencana2 pemerintah contohnya seperti Densus 88 ini yang banyak memakan uang rakyat, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan uang rakyat yang sudah dikeluarkan pemerintah,,klw utk segi keamanan untuk mencegah TERORIS kita sudah punya setiap wilayah tinggal dikembangkan sumber daya nya,, saya rasa tidak perlu membentuk DENSUS 88, kita sdh punya TNI, Kopasus yg Levelnya sudah Internasional, kita punya Marinir, Polisi, PP, klw mau mmg mau serius mengembangkan sumber daya Indonesia, Team Pramuka (sebagai Sukarela) pun bisa untuk mengerjakan Tugas Densus 88(bayaran rakyat) yg katanya utk memberantas Teroris,, itu saja sihh,, sudah banyak rencana2 dan uang rakyat yang dikeluarkan pemerintah,,

Lihat Juga

Tenaga Kerja Asing

DPR Sebut Masuknya Tenaga Kerja Asing Lukai Rasa Keadilan Rakyat