13:45 - Senin, 01 September 2014

Akhyar: “Biadab, Saat Orang Shalat Dihabisi”

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 27/09/10 | 09:00 | 18 Shawwal 1431 H

Ilustrasi - Densus 88 saat bertugas (detikfoto)

dakwatuna.com – Medan. Tindakan yang dilakukan Densus 88 terhadap Khairul Ghozali bersama 4 orang jemaahnya saat shalat maghrib di Jalan Besar Medan-Tanjung Balai Asahan, dinilai sebagai tindakan yang biadab tidak berperikemanusiaan.

Pernyataan tersebut ditegaskan Adil Akhyar Al Medani, didampingi putri kandung ustadz Ghozali, Rabbaniyah (17) kepada Sumut Pos (grup JPNN) Jumat (24/9) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Jalan Hindu Medan.

‘’Biadab. Saat orang shalat dihabisi, seolah-olah negera ini bukan Negara hukum.Dalam penyerangan biadab itu, dua orang jemaah itu tewas di tempat akibat ditembaki Densus 88, sedangkan seorang lagi dapat melarikan diri. Sementara itu abang saya, ustadz Ghozali itu terus dianiaya diinjak-injak densus, namun abang saya itu tetap terus sholatnya,’’ tegas pemilik Pondok Pesantren Dkwah Daarul Syifaa.

Atas penyerangan yang tidak berprikemanusiaan itu, sambung Akhyar, diharapkan agar presiden segera meninjau dan membubarkan Densus 88 karena telah melanggar dan bertindak diluar hukum.

‘’Saya minta agar presiden SBY agar memperhatikan konfrensi pers ini.Jangan presiden hanya mendengarkan laporan sepihak dari Kapolri BHD.Kami juga meminta pada komisi III DPR-RI, untuk segera mngusut tuntsa kasus ini, dan segera meninjau kembali densus 88, karena sudah tidak berprikemanusiaan,’’ tegas Akhyar. Akhyar sendiri sudah mengetahui keberadaan abang kandungnya tersebut, ustadz Ghozali yang saat ini info yang dia terima berada di Mebes Polri.Sementara itu langkah hukum yang akan ditempuh keluarga besar Ghozali yakni sudah melamporkan kasus ini ke Amnesty Internasional.

‘’Saat ini kami sudah memberikan keterangan pada Amnesty Internasional, laporan tersebut sudah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, nah untuk keponakan saya yang masih berumur beberapa bulan yang ditahan Polres Tanjung Balai, bersama ibunya Kartini Panggabean, kami juga sudah melaporkan ke Komisi Perli Anak Indonesia,’’ beber pria berjubah putih ini.

Akhyar juga menceritakan selamatnya Kartini Panggabean istri dari ustadz Ghozali, karena Cici (Kartini Panggabean red) berada di ruangan lain. ‘’Namun usai penyerangan tersebut tidak berapa lama datang Polres Tanjung Balai, ke kediaman abang saya seolah-olah tidak mengetahui penyerangan tersebut.Saat itulah Kartini Panggabean bersama anaknya yang masih berumur beberapa bulan diboyong ke Polres, dengan alasan polisi untuk diminta keterangannya,” terangnya.

Sementara itu salah seorang putrid ustadz Ghozali, yakni Rabbaniyah, pelajar Kelas 2 SMA Kelas Muhammdiyah 18 Kampung Lalang yang turut mendampingi pamannya Adil Akhyar Al Medani, di LBH Medan Jalan Hindu Medan, berharap orangnya tuanya tersebut segera pulang kerumah untuk berkumpul bersama keluarganya.

‘’Saya berhaharap buya (ayah) pulang secepatnya untuk berkumpul bersama keluarga lagi.Saya yakin buya tidak bersalah untuk itu saya hanya hanya bisa menyerahkan dan berdoa pada Allah SWT,’’ beber gadis manis berkerudung hijau ini. Walaupun, ayahnya dicap teroris oleh Densus 88, namun Rabbaniyah tetap percaya pada orang tuanya dan tetap bersemangat untuk bersekolah.

‘’Saya berharap kasus penganiayaan buya saya dilakukan Densus 88, saat menjalankan ibadah shalat maghrib, dapat menjadi perhatian serius dari bapak Presiden SBY, agar polisi-polisi itu segera ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,’’tegas Rabbaniyah.(rud/jpnn)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (89 orang menilai, rata-rata: 9,80 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • adi

    pusing

  • FERIZ

    HUKUM DI INDONESIA SUDAH PASTI SEPERTI INI, PENEGAK HUKUM DAN PELINDUNG MASYARAKAT SEKALIGUS MUSUH MASYARAKAT,,, SUDAH ITULAH MEREKA,, BIADAB TAK BERMORAL, DI GAJI UNTUK MEMBUNUH MANUSIA LEMAH PADAHAL MASYARAKAT DINEGARA SENDIRI, KENAPA GAK SKALIAN AJA BUNUH TUH KORUPTOR, KALO PERLU ANGGOTA DPR DAN PRESIDEN SEKALIGUS,, RAKYAT SENDIRI TIDAK BISA DILINDUNGI,,, BIADAB,, SALAM NERAKA UNTUK KALIAN!!

  • FERIZ

    HUKUM DI INDONESIA SUDAH PASTI SEPERTI INI, PENEGAK HUKUM DAN PELINDUNG MASYARAKAT SEKALIGUS MUSUH MASYARAKAT,,, SUDAH ITULAH MEREKA,, BIADAB TAK BERMORAL, DI GAJI UNTUK MEMBUNUH MANUSIA LEMAH PADAHAL MASYARAKAT DINEGARA SENDIRI, KENAPA GAK SKALIAN AJA BUNUH TUH KORUPTOR, KALO PERLU ANGGOTA DPR DAN PRESIDEN SEKALIGUS,, RAKYAT SENDIRI TIDAK BISA DILINDUNGI,,, BIADAB,, SALAM NERAKA UNTUK KALIAN!!

  • FERIZ

    SEKELOMPOK ANJING HANYA BERANI MENGGONGGONG DI NEGARA SENDIRI,,, MUSUHNYA PUN HANYA MASYARAKAT PRIBUMI(ASLI INDONESIA),,, AHAAAHHAHAHHA,,,

  • Ade Raffi Alfian Ahmad

    maklum saja ini khan pasukkan khusus yng di danai yahudi…kalo mereka jantan,pasti yang di hadapi yang bersenjata pula..bukan yang lagi shalat,,pengecutt,,,,,saya nggak bangga sedikitpun sama densus88,,mental yahudi,,,menghadapi mujahid satu saja sampai nurunin satu peleton,,,wwuuahahahahhhhaa,,,

Iklan negatif? Laporkan!
90 queries in 1,678 seconds.