Home / Berita / Internasional / Asia / RI-Arab Saudi Gelar Lomba Hafal Al-Qur’an dan Hadits Tingkat ASEAN

RI-Arab Saudi Gelar Lomba Hafal Al-Qur’an dan Hadits Tingkat ASEAN

Ilustrasi (quranreading.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Republik Indonesia akan menggelar even kompetisi menghafal Alquran dan hadis Nabi tingkat ASEAN dan Pasifik. Acara tersebut akan dilaksakanakan mulai tanggal 1-3 Oktober mendatang. Menurut Atase Agama Kedutaan Arab Saudi di Indonesia, Ibrahim Sulaiman Al-Nugaimisy, kesapakatan ini dilatarbelakangi oleh semangat kedua negara untuk memberikan dorongan lebih aktif para pemuda Muslim menghafal kedua sumber utama agama Islam tersebut. ”Alquran dan hadis panduan terbaik bagi pemuda Islam,”ujar dia kepada Republika di Jakarta, Kamis (23/9)

Ibrahim menjelaskan, kedua sumber utama Islam mengajarkan keadilan, persamaan, kesungguhan berusaha, dan menolak kedzaliman serta berbuat baik terhadap sesama. Selain itu, dalam sumber tersebut ada tuntutan untuk menempa diri dari kebencian, kedengkian dan sifat-sifat tercela lainnya.

Tak berlebihan jika Alquran adalah umber hidayah dan kebaikan untuk seluruh umat baik Muslim ataupun Non Muslim yang berasal dari Yang Maha Bijak. Allah Maha Mengetahui kebutuhan yang diperlukan umat manusia.

Ibrahim mengatakan, perlombaan ini bertujuan pula memperat silaturahim antarpemuda Muslim di benua Asia dan Pasifik. Agar antara pemuda satu dan lainnya bisasaling berkerjasama di kebaikan dan ketakwaan.

Di samping itu, tantangan luar biasa yang dihadapi pemuda menuntut perhatian semua kalangan. Oleh karena itu, diharapkan even ini sebagai upaya mendorong meningkatkan peran pemuda untuk meningkatkan peradaban Islam di kawasan mereka berada.

Perlombaan kali, ungkap Ibrahim,akan melibatkan 109 peserta dari 16 negara. Selain Indonesia, masing-masing akan didampingin oleh offisial. Rincian peserta sebagai berikut Indonesia 15 peserta , Malaysia 13 , Thailand 11, Philipina 8, Brunei 8, Singapura 4, Kamboja 5, Miyanmar 5, Vietnam 4, Laos 3, Australia 3, Selandia Baru 3, Uzbekistan 3, Tajikistan 3, Kirgistan 3, dan Kazakhstan 3.

Ibrahim mengatakan ada lima cabang lomba yang diperlombakan yaitu hafalan Alquran 30 juz, 20 juz, 15 juz, dan 10 Juz serta menghafal hadis nabi. Dewan juri didatangkan langsung dari Arab Saudi. Sedangkan hadiah yang akan diperoleh para pemenang untuk masing-masing cabang sebagai berikut cabang pertama : juara 1 16.000 rial, juara II 15.000 rial, III 14 ribu rial.

Sedangkan pemenang cabang kedua yaitu juara I 13 ribu rial, II 12 ribu rial, dan III 11 ribu rial. Cabang ketiga I 10 ribu rial, II 12 ribu, III 11 ribu rial. Cabang ketiga masing dari peringkat pertama hingga ketiga, 10 ribu rial, 9000 rial, dan 8000 rial. Cabang keempat, I 7000 rial, II 6000 rial, dan 5000 rial. Sedangkan cabang kelima masing-masing I 10 ribu rial, II 9000 rial, dan 8000 rial.

Lebih lanjut Ibrahim mengunkapkan Indonesia terpilih sebagai tuan rumah karena hubungan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi sangat baik dan mempunyai catatan sejarah yang panjang. Sebelum kemerdekaan Indonesia, para tokoh dan pemuka agama di Indonesia yang berperan menyebarkan Islam dan mengembangkan pendidikan di Indonesia pernah menimba ilmu di Arab Saudi seperti Hasyim Asya’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, dan Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Hubungan kedua negara terus bertambah tidak dalam hitungan bulan dan tahun tapi tiap waktu kian meningkat. “Kedua negara ibarat satu badan yang tak terpisah,”kata dia.

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan selain meningkatkan minat genarasi muda Muslim terhadap Alquran dan hadis acara ini bertujuan untuk memperat tali silaturahim antarumat Muslim di benua yang berbeda. Bagaimanapun umat Islam sekarang tak lagi dapat dipisahkan dengan garis teretorial negara. Ternyata minat Alquran di negara minoritas Islam cukup besar seperti di Cina, Australia dan lainnya.

Nasaruddin mengemukakan inisiasi positif kedua negara menyelenggarakan even menghafal Alquran dan hadis berpengaruh pada upaya pelestarian. Sebab, saat ini disinyalir terjadi pergeseran nilai di kalangan Muslim terutama gerenasi Muda.

Alquran dan hadis tak lagi diminati kawula muda karena muncul berbagai tantangan lini kehidupan termasuk arus globalisasi dan modernisasi. Oleh karena itu, diharapkan even seperti ini mampu memberikan kesadaran kembali mengkaji dan mengamalkan kedua sumber asasi umat Islam tersebut.

Ke depan, ujar Nasaruddin, kedua negara akan lebih meningkatkan kerjasama di bidang pengkajian dan pelestarian Alquran dan hadis. Disamping itu pula mengembangkan citra positif islam dengan perspektif damai, menyejukkan dan prinsp Islam sebagai rahmat untuk alam semesta.”Alquran dan hadis adalah pijakan untuk mewujudkan itu,” kata dia. (Krisman Purwoko/Nashih Nashrullah/RoL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Al-Quran yang Shalih LiKulli Zaman Wal Makan Membuktikan Bahwa Li Kulli Zaman Rijaaluhu