Home / Berita / Internasional / Asia / Presiden Turki: Permintaan Maaf Israel Tak Akan Akhiri Perselisihan

Presiden Turki: Permintaan Maaf Israel Tak Akan Akhiri Perselisihan

Presiden Turki, Abdullah Gul (Reuters)

dakwatuna.com – New York. Presiden Turki Abdullah Gul menyatakan pihaknya tidak akan bertemu dengan Presiden Israel Shimon Perez di New York di sela-sela pertemuan Majlis Umum PB, karena terbatasnya waktu. Namun dia akan bertemu dengan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. Demikian seperti diberitakan kantor berita Anatolia, Senin (20/9).

Menjawab pertanyaan wartawan di New York untuk pertemuan serupa, Gul menjawab, “Jadwal saya tidak memungkinkan saya untuk melakukan pertemuan itu (dengan Perez).” Mengenai apa yang diinginkan Turki dari entitas Zionis Israel untuk meminta maaf, Gul menegaskan bahwa hal itu tidak akan mengakhiri perselisihan.

Dia mengatakan, “Tidak ada bagi kami, bahwa permintaan maaf Israel berarti kami melupakan segalanya, agar kami membiarkan korban meninggal dan hanya perhatian pada yang hidup. Semua tahu Turki tidak akan berbuat yang demikian.”

Gul menilai undang-undang internasioal membuka jalan bagi entitas Zionis Israel. “Pertama jelas, Israel harus meminta maaf bahwa apa yang dilakukan adalah salah. Yang kedua membayar ganti rugi untuk itu.” (asw/pip)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (16 votes, average: 9,13 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Erdogan: Menjaga Al-Aqsha Bukan Tanggungjawab Anak-Anak Palestina, Tapi Muslim Sedunia