Home / Berita / Nasional / Warga Ciketing Tuding HKBP Lakukan Penipuan KTP untuk Izin Gereja

Warga Ciketing Tuding HKBP Lakukan Penipuan KTP untuk Izin Gereja

Ilustrasi - Warga Kota Bekasi yang menolak pendirian gereja ilegal HKBP di Bekasi (blogspot/fuimustikajaya)

dakwatuna.com – Bekasi. Warga Kampung Ciketing Asem, Mustika Jaya menuding pengurus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) telah melakukan penipuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ntuk pendirian gereja di wilayah tersebut. Tokoh agama Ciketing Asem, Tajuddin membeberkan fakta manipuasi data yang dilakukan pihak HKBP. Menurutnya beberapa warga Ciketing mengaku KTPnya pernah dipinjam dan diberikan imbalan sejumlah uang.

“KTP mereka dipinjam, lalu diberikan uang, setelah di foto copy KTP dikembalikan, lalu HKBP memalsukan tanda tangan mereka untuk surat perizinan pendirian gereja.” jelas Tajuddin saat dihubungi Republika, Sabtu (18/9).

Tajuddin mengatakan warga didatangi beberapa preman agar mau meminjamkan KTP dan warga tidak tahu sama sekali KTP mereka akan disalah gunakan. “Tidak ada warga yang menandatangani surat persetujuan pendirian gereja di kampung Ciketing,” tegas Tajuddin.

Penolakan pendirian gereja di Kampung iketing Asem datang dari empat kelurahan yang ada di Kecamatan Mustika Jaya, yaitu kelurahan Mustikajaya, Mustikasari, Pedurenan dan Cimuning.

Ketua RW 06 Kampung Ciketing Asem Rimin Sairi saat ditemui dikediamannya pada Kamis (16/9) malam membenarkan bahwa sebagian besar warganya menolak pendirian gereja di lahan kosong di kampungnya itu. “Keresahan warga secara tertulis pernah disampaikan ke pemkot dan polisi melalui RT, RW, Kelurahan, dan Kecamatan” ujarnya.

Menurutnya penolakan tersebut bukan hanya terjadi saat ini hanya, pada tahun-tahun sebelumnya pernah terjadi juga. “Sudah empat kali terjadi penolakan, tahunnya saya lupa tapi ini yang keempat,” kata dia.

Alasannya warga sekitar yang mayoritas muslim beranggapan lahan yang rencananya akan dibangun tempat ibadah itu terletak di perkampungan umat muslim. Bahkan dari ratusan jemaat HKBP hanya empat KK yang termasuk pendatang di Kampung itu. “Warga RW 06 sekitar 450-an KK, mayoritas muslim,” kata dia.

Kepemilikan lahan kosong itu, kata Rimin, beberapa kali berpindah tangan. Pemilik terakhir Robinson Tambunan yang dihibahkan dari Fatar Batubara, keduanya adalah jemaat HKBP.

Apalagi, lanjut Rimin, sebelah kanan tanah itu juga berbatasan langung dengan rumah tokoh masyarakat muslim wilayah Ciketing Asem, Ustadz Syahri Alwi. Sementara sebelah kiri lahan itu berbatasan dengan lahan milik umat muslim lain, Siswoko.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, Badruzzaman mengatakan, pihak pengurus HKBP di Pndok Indah Timur, Mustikajaya belum pernah mengajukan surat rekomendasi untuk pembangunan gereja di kampung Ciketing Asem.

Bahkan kegiatan peribadatan di rumah yang dijadikan tempat ibadah jemaat HKBP di Jalan Puyuh Raya PTI, Mustikajaya juga tidak berizin. “Rumah ibadah tersebut belum diajukan izin sejak 19 tahun lalu” jelas Badru.

Hal itu, lanjut Badru, sesuai pengakuan pihak HKBP pada musyawarah warga yang diselenggarakan pengurus RW 15 Mustika Jaya dan pengurus HKBP-PTI di kantor RW pada 17 Januari 2009.

Sementara wakil walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan akan tetap melakukan verifikasi data terkait tudingan pemalsuan KTP oleh HKBP. “Kita akan verifikasi dan menyelidiki terkait pemalsuan tanda tangan dan penyalahgunaan KTP oleh HKBP,” ujar Rahmat kepada wartawan. (Krisman Purwoko/c32/RoL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (23 votes, average: 9,43 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • ummu shafiya

    Usut tuntas masalah penyelewengan penggunaan KTP di ciketing, bekasi ϑαή publikasikan hasilnya se-fair mungkin agar berita ÿαпğ beredar dimasyarakat jelas mana fakta mana manipulasi..

  • anthomassardi

    Ini bukan masalah agama. Peristiwa ini semata-mata karena para aparatur pemerintah dan penegak hukum di Bekasi tidak becus mengurus warganya agar taat peraturan perundangan-undangan dan hukum yang berlaku. Siapa pun harus ditindak tegas demi kebenaran dan keadilan. Isu agama adalah cara-cara busuk dan kampungan untuk meraup keuntungan uang dan politik sesaat.

  • Warga Ciketing wajib
    menuntut pelaku pemalsu tanda tangan!

  • syarif nurdin

    tong sok ngajago di lembur batur mah kitulah, makana tuntut tuntas tah nu malsukeun ktp teh. dan umat islam jangan terpancing dalam situasi semacam ini.

  • budi utomo

    Ssssssssssssssssstttttttttt… Ketika SBY meminta Obama untuk membatalkan rencana pembakaran Al-Qur’an oleh Tery Jones, Obama menyetujuinya dan memberikan permintaan balik… “Jaga agar olang-olang Indonesia tidak bertindak anarki telhadap olaong-olang kristen………”….Nah akhirnya seperti yang kita lihat sekarang….

  • reddy abdul hadi

    Saya sependapat dgn comment p.Anthomassardi, negri ini memang sdh sgt rusak dipimpin oleh kebanyakan org2 munafikin, mereka lbh mementingkan urusan duniawi/uang ketimbang mikirin agama/rakyat yg sdh sgt menderita kerena ulah mereka yg notabene katanya wkl2 rakyat yg disumpah..??? Masya Allah mereka gak pernah takut dgn hr pembalasan nnti…kita hanya bisa berharap Allah msh mau membukan pintu hati mereka…Amien..yaa Robbal Alamin

  • Lebah

    Sebaiknya warga-2 yang merasa pernah ” meminjamkan ” KTP nya segera melaporkan hal tersebut ke Polisi, syukur2 bisa dilampirkan ” dokumen persetujuan warga ” (biasanya berupa lembar tersendiri/terpisah) dari pihak HKBP. Dari data2 itu pihak Polisi bisa melakukan cek keabsahan & kebenaran (palsu tidaknya) tanda tangan warga di “dokumen persetujuan warga”. Mudah2an ” kebenaran segera terkuak.

Lihat Juga

Ilustrasi. (affgani.wordpress.com)

Izinkanlah Aku Menjadi Murabbi

Organization