Home / Berita / Nasional / Jemaat HKBP Ciketing Tetap akan Langgar Aturan Pemkot Bekasi

Jemaat HKBP Ciketing Tetap akan Langgar Aturan Pemkot Bekasi

Ilustrasi - Ketika Jemaat HKBP Pondok Timur Indah yang dipimpin oleh pendeta berjubah hitam, Lupida Simanjuntak (kanan) dan Pieterson Purba, berjalan ke lahan kosong mereka di desa Ciketing Asem di Bekasi. (JP/Ricky Yudhistira)

dakwatuna.com – Jakarta. Walau telah diberikan opsi pemindahan tempat oleh Pemerintah kota Bekasi, jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) tetap bersikukuh beribadah di lahan kosong di Desa Ciketing, Bekasi. Mereka tetap menjadikan tanah terbuka itu sebagai tempat penyelenggaraan ibadah, sekalipun masyarakat sekitar menolak.

Kuasa hukum jemaat HKBP, Sahara Pangaribuan memandang, adanya pelarangan tempat ibadah merupakan bentuk pengekangan hak asasi manusia. Sehingga menurutnya, tak ada alasan bagi jemaat HKBP untuk pindah dari Desa Ciketing. “Itu adalah hak asasi warga. Pemerintah pusat harusnya melindungi kebebasan warganya beribadah, jangan justru sebaliknya,” ujar Sahara ketika mendampingi empat jemaat HKBP sebagai saksi kasus penganiayaan yang menimpa jemaat, Kamis (16/9).

Sahara menambahkan, kebijakan untuk menggelar peribadatan diserahkan penuh kepada jemaat. Namun, secara hukum dia menilai opsi pemindahan tempat yang diberikan pemerintah tidak masuk akal. “Tidak boleh ada opsi dalam beribadah. Ini kan kegiatan positif, masa dilarang-larang. Lain halnya kalau di lahan kosong itu dibangun panti pijat atau karaoke,” kilahnya.

Seorang jemaat HKBP yang hadir dalam kesempatan itu menegaskan, pihaknya tetap akan menggelar peribadatan di tanah kosong di Desa Ciketing pada Ahad mendatang. Selain ditolak warga, rencana pembangunan gereja HKBP tidak mendapat izin dari pemerintah kota.

Tidak diberinya izin didasari tata letak tempat peribadatan yang kerap menimbulkan kepadatan di sekitar pemukiman warga. Kepadatan kendaraan serta akses jalan yang terbatas, menjadi pertimbangan tidak diberinya izin pendirian gereja. Seluruh pertimbangan itu ternyata tidak digubris jemaat HKBP.

Bahkan pada Ahad (12/9)–atau dihari ketiga setelah Idul Fitri–mereka tetap mengadakan peribadatan, dengan terlebih dulu mengadakan aksi jalan kaki sejauh 3 kilometer melintasi pemukiman warga. Aksi ini dinilai provokasi oleh sebagian warga yang tengah merayakan Hari Raya Idul Fitri. Sejumlah masyarakat yang terbakar emosi, melampiaskannya dengan aksi kekerasan. Tak pelak, seorang jemaat dan pendeta menjadi korban luka tusuk. Atas kejadian ini polisi telah menetapkan seorang tersangka, termasuk ketua DPW FPI Bekasi, Muharli Barda. (Endro Yuwanto/Abdullah Sammy/RoL)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (20 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • sutiko

    Sudah Tabiat…dan Allah SWT. pun sudah mewanti-wanti…jadi nggak heran…, sekali lagi sudah tabiat…

  • Hida

    Sungguh ironi merka yg menggmbor2kn toleransi bragama,mlah tdk mmliki toleransi sma skali trhdp muslim dsklilingnya yg trganggu oleh ulah mrka.mrka mengts nmkan ham untk mlnggar atran…mngkn inilah cra “dakwah” trng2an mrka…yg trnyta tdk lbh baik dr cr dakwah umat muslim…

    Walau bagaimanapun keadilan harus ditegakkan!!!ayo sdr2 sesama muslim qta brsatu lawan mrka…!

  • khaylila

    pemerintah hrus tegas dlm pnyelesaian mslh ni. kebebasan itu ttp ad batas dan aturan!

  • Javane

    Silahkan beribadah sesuai kpercayaan. Yg jd masalah kan,mereka mau mendirikan tmpat ibadah tnpa izin yg legal..mnurut pengamatan saya,

  • M. Aries

    apakah mrk merasa selama ini belum bebas melaksanakan ibadah di indonesia? padahal muslim di nagara kita sangat toleransi dalam hubungan antar agama… berapa banyak gereja di indonesia? bandingkan dengan jumlah penduduknya… lht secara statistik, dan jika mrk mau merenung sejenak… bayangkan jika di negara kita ini yang mayoritas bukan muslim… apakah minoritas muslim akan mendapatkan kebebasan beribadah seperti yg mrk rasakan sekarang sebagai minoritas???!!!

  • masih untung

    kalo gak dikasih sama orang sekitar kok ya ngotot yak?
    mang ada berapa orang jemaatnya yang tinggal di lokasi?
    paling cuma
    3 orang

  • BAYU

    sesungguhnya ini semua harus menyadarkan kita semua kaum muslimin, bahwa betapa ham, toleransi mereka manfaatkan untuk kepentingan mereka, ummat islam sungguh sangat toleran dengan mereka,, KATANYA HAK ASASI TAPI KOQ NGGA MAU IKUT ATURAN.. PEMERINTAH HARUS TEGAS KALAU MEMANG TIDAK LAYAK JANGAN DIBERIKAN IZIN…ALLAHU AKBAR

  • Ardi

    konsep tidak ada paksaan dalam agama islam itu kayaknya sudah mewakili bahwa ajaran islam adalah agama yang sangat toleran…lain hal nya dengan agama lain….selama ajaran agama lain masih ada doktrin tentang gospel, maka tdk akan ada kehidupan yg harmonis…..tolong juga tdk mengatas namakan HAM lantas kebebasan beragama keluar dari batas2 aturan…. tdk akan rela org2 yahudi dan nasrani kpd islam sampai umat islam mengikuti millah mereka….

  • toetuf

    orang ibahdah itu nyari tempat yg tenang, ini kok ngotot cari tempat yg bermasalah, mau ibadah apa mau unjuk gigi?

  • itha-hamzah

    kita negara hukum pren,bicara hak asasi kalau bunuh orangpun mrp hak asasi,tp kita punya aturan hukum yg ,membatasi hak2 tsb..dirikan negara bersyariat islam..allohu akbar

  • edi subono

    Kita membangun rumah pribadi aja harus ijin pemkot dan tetangga apa lg hrs membangun tmpt yg akan berkumpulnya orang ya tentulah ada permisinya jd menurut saya ya wajarlah tetangga marah klu tdk dpt ijin lalu memaksakan diri ……dgn dalih macam2 sekali pun

  • fauzi

    itulah….
    Memancing dan setelah itu menarik perhatian publik dengan mengusung opini seolah olah mereka yang teraniaya…

  • i hate you

    ujung-ujungnya…mereka minta backing saudara tuanya dari benua lain tuh…

  • Kang Agus Tea

    Berarti bukan di Bekasi aja yach GKBP seperti itu? Di tempat kami juka daerah Perum Taman Adiyasa Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang juga banyak yang seperti itu. Dasssssaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr buaaaaaanndeeeeellll. Dah sikat aja! Ngapain laporan sana-sini kalau memang mereka susah untuk bertoleransi. Mohon bapak aparat segerak tegakan hukum yang seadil-adilnya.

    • Kang Agus Tea

      Sorryy maksud ane HKBP.

  • Ray Semeru

    Negara menjamin kebebasan beragama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Tapi untuk mendirikan tempat ibadah kita harus taati aturan dong. Jangan seenaknya saja dong. Jangan pula bawa2 HAM. Sesungguhnya Islam dan agama2 lain telah menjamin HAM. Kepada yang suka berbicara masalah HAM, saya katakan kepada anda pengertian HAM masih sangat rancu. Kalau anda orang yang beragama, sesungguhnya Sang Maha Pencipta telah mengatur HAM

    • ekobs

      yup…. anda benar…. hak asasi itu juga harus memperhatikan dan menghormati hak asasi orang lain…

  • supriatna

    Pak aparat tolong transparan dan adil dalam menyelasaikan masalah HKBP ini. jangan hanya unsur penusukannya yang di usut tapi lihat unsur yang lain ( aturan pemkot ) saja mau mereka langgar, kalau mereka tidak mau mentaati aturan pemkot atau PP atau SKB suruh mereka cari tempat dan mendirikan tempat ibadah di mana mereka bisa berbuat semaunya atau mengatur semaunya, berikan mereka tempat di tengah laut, atau di tengah hutan belantara. jangan berkoar masalah HAM lapor mabes polri dll,

  • jhon

    memang orng hkbp itu makanannya aja udh tdk bagus, anjing ,babi, makanya sifatnya pun kayak 2 binatang itu, seruduk sana sini, memprovokasi, gak tau aturan ,bebal , aduh yg ada dosa aja kita membicarakan mereka,

  • Iskandar

    Anda warga HKBP yg katanya ngerti “HAM” apakah anda juga menghormati ham orang lain apalagi banyak jemaat hkbp yg dari luar bukan penduduk asli yg mayoritas muslim kami orang muslim akan sangat menghormati dan menghargai
    anda sesuai ajaran nabi Muhammad S.A.W jika anda hormat dan manghargai kami.kami dengan umat lain baik Kristen {protestan dan katolik},Hindu,Budha dll tidak ada masalah selama sama 2 saling menghormati ok agar hkbp bisa intropeksi diri jangan dan arogan

  • Advokat

    Para pengacaranya ini benar-benar kepala batu dan buta hukum, tak pantas jadi bagian dari penegak hukum. mungkin biasanya main suap, sehingga tak mau tau aturan di negara ini.

  • silvi

    peace…..

  • Tanpa Nama

    Hai Saudara ku Muslim dan Nasrani.

    Kita sedang di adu domba oleh aktor utama.

    Cepatlah Sadar dan jangan saling menghujat.

    Percayalah, tidak ada gunanya, malah ruginya luar biasa.

    Pikirkan saja Bapa/Ibu/Kakak/Adik/ dan keluarga dekat.
    Bagaimana kehidupan mereka saat ini.
    Sudah cukupkah kebutuhan mereka, apa butuh bantuan ?

    Capek kita memikirkan provokator negara ini sudah banyak buktinya waktu kampanye toh…
    Percuma dan percuma.
    Sekarang pikirkan diri anda dan keluarga inti.

  • B-Go

    Orang atupun skelompok yang hendak memaksakan kemauan dengan melanggar aturan/hukum namanya keras kepala/kepala batu maka wajib baginya kepalanya dipecahkan !!!!!!!!!!!!!!

  • ayma

    dari judulnya aja dah kelihatan .. betapa jemaat HKBP ini .. sangat arogan dan tdk mau mematuhi aturan … padahal mereka itu pendatang … sudah minoritas… belagu … kepala batu pula … amat sangat menyebalkan … !!!

Lihat Juga

Gubernur Ahok dan Walikota Bekasi, Rahmad Efendi di Balaikota DKI Jakarta mengadakan pertemuan untuk membahas TPS Bantar Gebang. Rabu (25/11/15)(poskotanews.com)

Wali Kota Bekasi: Kalau DKI Dapat Adipura, Saya Akan Marah