Home / Berita / Internasional / Amerika / Presiden Iran: Sanksi Tambahan Takkan Lukai Iran

Presiden Iran: Sanksi Tambahan Takkan Lukai Iran

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad (Getty Images)

dakwatuna.com – Washington. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Rabu, mengatakan ke televisi AS bahwa sanksi tambahan takkan melukai Republik Islam itu, sedangkan negara Barat mendesak diberlakukannya sanksi lebih keras terhadap program nuklir Teheran.

“Negara kami tak memerlukan Amerika Serikat sama sekali,” kata Ahmadinejad kepada NBC News dalam satu wawancara yang dilakukan di ib ukota Iran, Teheran, dan diudarakan di Amerika Serikat, Rabu malam, sebagaimana dikutip dari AFP.

“Sekalipun pemerintah AS meningkatkan sanksi … 10 kali lagi, dan bahkan (jika) negara-negara Eropa bergabung dengan Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi yang lebih berat, kami di Iran tetap berada pada posisi untuk memenuhi kebutuhan kami sendiri,” kata Presiden Iran tersebut.

Malah, Presiden Iran itu mendesak badan pengawas nuklir PBB untuk menyelidiki musuh bebuyutan Teheran, Israel, sehubungan dengan dugaan simpanan senjata nuklirnya.

“Mereka memiliki senjata nuklir, dan mereka terus mengancam tetangga mereka,” kata Ahmadinejad. “Dan dalam satu tahun belakangan, mereka mengancam Iran lebih dari 10 kali.”

Rabu pagi, Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice mendesak diberlakukannya sanksi lebih keras atas Iran dan mengatakan Republik Islam tersebut “menolak untuk menangani keprihatinan penyebaran kami dan tampak bertekad untuk memiliki senjata nuklir”.

Di tengah gelombang keprihatinan baru internasional mengenai kegiatan Iran, Inggris dan Prancis juga mengatakan makin banyak negara harus memberi laporan tentang bagaimana mereka menerapkan empat babak sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB.

Seorang pejabat AS mengatakan para diplomat dari enam negara besar yang memantau program nuklir Iran akan bertemu pekan depan di New York, Amerika Serikat, hanya sedikit lebih dari tiga bulan setelah sanksi paling akhir Dewan Keamanan PBB atas Iran sehubungan dengan program nuklirnya, yang kontroversial. (ANT/A024/ant)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 9,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • yasidin

    saluuut buat Iran , Indonesia seharusnya niru Iran

  • Agus Ibnu

    maunya sih salut tapi iran kaga pernah perhatian atau menggangap musuh muslim sunni yang ada di negerinya . iran adalah negara islam syiah yang tidak mengijinkan masjid (sunni )berdiri di ibukota nya

  • Muthesakkeram

    Jadilah negara yg beridentitas dan berintegritas seperti iran. Ini adalah masalah kemanusiaan yang menjadi titik sentral permasalahan dunia, dan yang menjadi biang kerok tidak usainya masalah yang tidak lekang di makan zaman ini,”hanya model saja yang berubah”, tak lain adalah Amerika dan negara2 pendukungnya. Jika memang berniat menampilkan cerminan bumi yang penuh dan kedamaian, maka hargailah keinginan damai negara2 lain. Tapi hanya MIMPI yang tak kunjung terjadi…:). Jaya Republik Iran.

  • MEMEY_L200

    YA ALLAH KUATKAN BANGSA IRAN,KARENA BANGSA INI YANG PALING TAAT PADAMU,HANCURKAN MUSUH-MUSUHNYA DENGAN KEKUATANMU…YA ALLAH,IZINKAN AKU SUATU SAAT NANTI BERJIHAD BERSAMA BANGSA IRAN…SALAM SEJAHTERA BUAT RAHBAR TERCINTA,WALAU AKU SUNNI,TAPI HATIKU SYIAH

Lihat Juga

Foto yang dirilis ISIS. (Aljazeera)

ISIS Rilis Jatuhnya Pesawat AS, Washington: Itu Tidak Benar