22:11 - Selasa, 21 Oktober 2014

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Rubrik: Tazkiyatun Nufus | Oleh: dakwatuna.com - 09/09/10 | 08:15 | 00 Shawwal 1431 H

Ilustrasi (artfulplayground.com)

dakwatuna.com – Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر

“Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.” (HR. Muslim).

Filosofi pahala puasa 6 hari di bulan Syawal setelah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan sama dengan puasa setahun, karena setiap hasanah (kebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya.

Membiasakan puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, di antaranya:

1. Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.

2. Puasa Syawal dan Sya’ban bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di berbagai riwayat. Mayoritas puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan, maka hal itu membutuhkan sesuatu yang menutupi dan menyempurnakannya.

3. Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah Taala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan: “Pahala amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya.” Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama. Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.

4. Puasa Ramadhan – sebagaimana disebutkan di muka – dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosa masa lain. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya ‘ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah ‘Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.

5. Dan di antara manfaat puasa enam hari bulan Syawal adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama ia masih hidup.

Sebaiknya orang yang memiliki utang puasa Ramadhan memulai membayarnya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan utangnya. Kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa Syawal, dengan demikian ia telah melakukan puasa Ramadhan dan mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal.

Dan perlu diingat pula bahwa shalat-shalat dan puasa sunnah serta sedekah yang dipergunakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah Taala pada bulan Ramadhan adalah disyariatkan sepanjang tahun, karena hal itu mengandung berbagai macam manfaat, di antaranya: ia sebagai pelengkap dari kekurangan yang terdapat pada fardhu, merupakan salah satu faktor yang mendatangkan mahabbah (kecintaan) Allah kepada hamba-Nya, sebab terkabulnya doa, demikian pula sebagai sebab dihapusnya dosa dan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan ditinggikannya kedudukan.

Hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan, shalawat dan salam semoga tercurahkan selalu ke haribaan Nabi, segenap keluarga dan sahabatnya.

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (115 orang menilai, rata-rata: 9,43 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • 18.110 Hits
  • Email 10 email
  • Ria sisqa Ginsui

    Brarti puasanya stelah tgl 2 Syawal ya? Atw stlh 1 Syawal…?
    Ohh iya, shalat taraweh yg 11 rakaat dan 23 rakaat, pahalanya brbeda ya?? Krn saya dr dahulu sholat di M.dyah hanya 11 rakaat..
    Thanx ya sblm nya…

  • Neneng Wae

    Insya Allah aku akn mnjlan kn nya, wl aku sdg brada di negri yg brbeda adat & agama, nmun bgi ku mlaksanakn ibadah itu yg plig utama.. krn hya amal ibadah kita lh yg akn jd bekal di akherat..
    Syukron akhi atas penjelasan nya, smga mnambh kekuatan Iman Islam kita… amiin..!

  • Suray

    Sukses selalu buat dakwatuna, yang selalu menyajikan ilmu-ilmu yang bermanfaat serta berkualitas
    syukron dan moga tetap istiqomah..!

  • emye

    apa puasa bulan Syawal ini harus d lakukan secara berturut-turun tampa terputus? (maksudnya berselang seling diantara puasa yg 6 hari itu). Mohon petunjuknya

    • pakiah mangkuto

      tidak ada ketentuan apakah harus berurutan atau terputus-putus, akan tetapi jika bisa berurutan dan langsung segera dilakukan setelah ‘ied itu menurutku lebiih baik, karena menyegerakan amal kebajikan adalah diantara keutamaan dan kebiasaan orang saleh.. wallahu a’lam

  • zarjoe

    salah satu wujud istiqomah puasa Ramadhan kita adalah melengkapinya dengan puasa 6 hari di bulan syawal

  • m saiful arifin

    barang siapa yang malakukan kebaikan maka pahalanya untuk dirinya sendiri .barang siapa yang mengerjakan amal jelak maka sikasnya nya kelak untuk drinya sndiri

  • abuhizbullah

    tidak ada satupun hadits shahih yg menceritakan bahwa sahabat dan rasulullah menjalankan puasa ini.
    Imam Maliki bahkan menyelidikinya hingga ke Madinah dan dia mendapatkan tidak satupun penduduk Madinah saat itu yang mengamalkannya . Tidaklah mungkin sebuah amalan yang utama tidak dilakukan oleh Rasulullah dan tidaklah mungkin sebuah amalan utama yang dilakukan oleh Rasulullah tidak ditiru oleh Sahabat , keturunannya dan tidak terriwayatkan dalam hadits yang shahih.

    • abuhizbullah

      hadits yg ada hanyalah menyatakan fadhilah amalan ini, karena itu Imam Maliki tidak menshahihkan hadits ini

  • rifaldi

    memang ada di kitab “al muatha imam malik”, hal. 195 hadits: 62 telusur 692, imam malik brkt bahwa ia tdk dptkan ahli ilmu dn ahli fiqh brpuasa 6 hr di bln syawal, mrk tkt kan jd bid’ah. hadits muslim mengatakan ada puasa sunat 6 hr di bln syawal dgn fadilahnya. jd silakan saja dikerjakan krn kita beribadah bkn menurut imam malik yg tentunya dpt ditakwilkan. wallahua’lam

  • Ning_vhia

    kalau puasa syawal digabungkan dengan utang puasa ramadhan boleh g?soalnya slma ini banyak yg melakukan byr utang puasa ramadhan sekalian puasa syawal….

  • henry

    Maaf sebelumnya ini hanya share saja dan di luar topik pembicaraan, saya agak binggung dengan posting yg sering saya lihat tentang perdebatan antar agama.
    kenapa kebanyakan hanya islam dgn kristen saja yg berdebat dan kenapa harus di perdebatkan krn jika masing2 individu berlainan iman tentu saja tidak akan bisa ada titik temu dan ujung-ujung nya tetap kita harus bertoleransi pada agama lain. selama tdk saling mengganggu.
    jadi hemat saya utk apa cape2 di perdebatkan… ngak cape apa ?

Iklan negatif? Laporkan!
64 queries in 1,414 seconds.