08:11 - Sabtu, 29 November 2014

Tahanan Palestina Ubah Penjara Israel Jadi Pusat Tahfidz Al-Qur’an

Rubrik: Asia | Kontributor: dakwatuna.com - 09/09/10 | 07:15 | 00 Shawwal 1431 H

Ilustrasi - Para pendukung Hamas mengadakan wisuda untuk 180 orang hafidz Al-Qur'an di Jalur Gaza, 30 Okt 2009 (Mohammed Asad/safaimages)

dakwatuna.com – Para tahanan Palestina berusaha benar-benar menghabiskan hari-hari mereka di balik jeruji pendudukan Israel. Mereka mungkin mengalami beragam tindakan represif dan pelecehan oleh sipir penjara Israel. Tapi ternyata mereka berhasil mewujudkan banyak keistimewaan melalui ragam inovasi yang mereka lahirkan, terutama di bulan Ramadan.

Yang paling menonjol adalah keistimewaan mereka dalam hal interaksi dengan Al Quran selama bulan Ramadhan. Sebagian besar tahanan memanfaatkan detik demi detik di bulan suci di penjara, untuk memperbanyak interaksi dengan Al Quran, membaca, menghafal, belajar tajwid dan tilawah, memperdalam isi Al Quran. Jadilah, penjara-penjara Israel itu sebagai pusat-pusat pendidikan dan penghafalan Al Quranul Karim. Subhanallah.

Seorang tahanan bernama Abu Muaz (52 tahun) berbicara melalui telepon kepada Islamonline, “Para tahanan di sini berusaha mengisi waktu mereka dengan apapun yang berguna, ini merupakan tantangan antara napi dan sipir penjara. Karena kami ditangkap dan dipenjara dengan tujuan memberi kehidupan psikologis yang ditekan. Tapi keinginan mereka itu tidak berhasil.”

Dia menambahkan, bahwa para tahanan Palestina memiliki jadwal atau program o lah raga, kajian ilmu pengetahuan, kajian keagamaan yang bias dimanfaatkan secara baik oleh para tahanan, sehingga mereka mampu membina kepribadian dan kapasitas ilmu. “Khususnya di bulan Ramadhan, kami memiliki agenda khusus yang fokusnya adalah menghafal Al Quranul Karim,” jelas Muaz.

Perjalanan hari demi hari menghafal Al Quran di bulan Ramadhan ini bagi para tahanan benar-benar menjadi suplai energi yang menjadikan mereka lebih memiliki lipat ganda kesabaran melewati hari hari tahanan. Muaz menjelaskan, “Beberapa waktu lalu kami mengalami kesulitan untuk menghafal Al Quran, tapi di bulan ini kami rasakan perubahan yang luar biasa dibanding bulan bulan lain,” ujarnya.

Seorang tawanan lain bernama Lut Muhammad, mengaku telah menyelesaikan hafalan Al Qurannya sebanyak 30 juz hanya dalam waktu 4 bulan, di penjara Israel. Kepada Islamonline, ia mengatakan, “Mulanya saya menghafal beberapa juz saja sebelum dipenjara. Tapi kondisi di sini mendorong dan menciptakan suasana kondusif untuk menghafal lebih cepat hingga saya berhasil hafal Al Quran dalam 4 bulan, terutama di bulan Ramadhan” kisahnya.

Penting diketahui, program penghafalan Al Quran di penjara Israel ini pada tahun 2009 lalu telah melahirkan 73 orang hafiz Al Quran dengan ijazah sanad 30 juz. Selain itu ada 299 tahanan juga yang memperoleh ijazah tajwid. (mln/islamonline/knrp)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (118 orang menilai, rata-rata: 9,69 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Ary

    Sungguh kuat iman mreka
    subhanallah

  • Kukuh

    Kami di Indonesia malu…. Juz Amma belum hafal.
    Saudara kita itu calon2 penghuni surga

  • tina zaini

    mungkin krn kmudahan yg qt rasakan justru melenakan kita.
    jgn hanya takjub kagum,,ayo kita mulai mengikuti jejak mereka tuk jd hafidz/hafidzah..
    klo ad kemauan dan usaha,,insyallah allah kan kasih jalan..
    mari kita berikan hadiah terindah yg abadi tuk orang tua kita,,
    mahkota dr cahaya yg kan allah berikan lgsg kpd org tua yg memiliki anak hafidz-hafidzah…

    HAFIDZ itu HARGA MATI,,INSYAALLAH PASTI BISA…!!!

  • Premus79

    subhanallah.. sungguh luar biasa.

  • http://www.facebook.com/shiddiq.sobari Muhammad Shiddiq Sobari

    subhanallah :)

  • dfriendly

    fotonya cuma ilustrasi…

Iklan negatif? Laporkan!
65 queries in 1,336 seconds.