Home / Berita / Nasional / Injak Al-Qur’an, Divonis Satu Tahun Penjara

Injak Al-Qur’an, Divonis Satu Tahun Penjara

Abraham Felix Grady (radar-bekasi)

dakwatuna.com – Bekasi. Terdakwa kasus penodaan agama Abraham Felix Grady (16) divonis hukuman satu tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Selasa (7/9). Keputusan hakim tersebut lebih berat dibandingkan dengan tuntutan jaksa satu tahun dengan masa percobaan dua tahun.

Menurut majelis hakim kasus tersebut yaitu Agus Subekti, Cening Budiana dan Burhanuddin terdakwa terbukti melanggar Pasal 156A huruf A KUHP tentang penodaan agama. Terdakwa berfoto dengan pose menginjak Alquran sambil mengacungkan jari tengahnya, foto itu dimuat di laman resmi Yayasan Santo Bellarminus pada Juni 2010.

Keputusan hakim tersebut mengancam anak kedua dari pasangan Samrick dan Riana Sihombing ini dipenjara salama satu tahun. “Kami tidak mengira dengan keputusan hakim, kami sangat terpukul” ujar ibunda Felix saat dihubungi wartawan melalui sambungan telpon.

Menurut Riana, anaknya lebih banyak diam dan terlihat berat menerima putusan hakim itu. Keluarga terdakwa akan mengajukan banding. Keluarga terdakwa berharap prses hkum selanjutnya bisa meringankan hukuman anaknya.

Pada sidang sebelumnya terdakwa dan keluarga telah meminta maaf kepada MUI maupun umat Islam di Kota Bekasi. Selain itu, terdakwa masih tergolong anak dan masih duduk di bangku sekolah.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, Husein Atmaja dan jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan belum melakukan eksekusi terhadap terdakwa. Sebab keputusan hakim belum memiliki kekuatan hukum tetap. “Keluarga terdakwa masih meakukan upaya hukum jadi belum akan kita eksekusi” kata Husein kepada wartawan.

Sedangkan Jaksa Heidi mengaku belum menentukan sikap, apakah mau banding atau tidak. Keputusan akan diambil setelah mendapat salinan putusan dari majelis hakim. “Kita masih pikir-pikir terhadap keputusan hakim,” ujar Heidi. Sementara menurut Ketua Biro Hukum Majelis Ulama Indonesia Kota Bekasi, Salih Mangara Sitompul, keputusan hakim itu cukup memuaskan. (irf/c32/RoL)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (24 votes, average: 8,46 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Abu Azmi jr

    Islam tentu sangat mencintai kedamaian, tetapi seorang muslim yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah, RasulNya dan Kitab Alqur,an, beruntung kau wahai orang kafir cuma dihukum satu tahun, kalo hukum tidak berpihak kepada keadilan biarlah kami saya yang membela Qur’an, akan kami selesaikan dengan cara kami, kami tidak akan mengusik penganut agama lain namun jika kami diusik atau siapapun dia yang mengusik kami dan harga diri kami, maka nyawa pun siap kami korbankan…Allahu Akbar.

  • aisyah

    Islam hanya untk orang2 yg berakal dan mau berfikir. Pantas aja kamu kafir, bego siih.. Hihihi

  • Rachmat gunawan

    saya pikir..ada kehendak Allah SWT pada anak ini….ini pelajaran buat anak ini..siapa tahu menjadi mualaf begitu cukup umur…….insya Allah

  • nyai

    mampusssssssssssss……..

  • masih untung

    masih untung cuma 1 tahun, coba di jaman Nabi, dah lepas kepalamu dari badan, ngapain pula ibunya ikut2?
    situsnya juga harus dapat teguran, coba kitab kalian di injak
    langsung kalian berkoar2 sampai luar negeri sana

  • rohmat

    walau kami tahu dan sadar bible yg dipegang oleh umat kristiani banyak kepalsuan dan kesesatan, tp kami umat Islam tak sudi mempermasalahkannya karena itu urusan umat kristen sendiri, tokh mereka jg yg bakal masuk neraka.

    perilaku2 iblis macam abraham felix grady atau pendeta terry jones yg sangat biadab macam inilah yg menjadi sumber perpecahan di antara umat beragama

    • rainy snowx

      komen lu ini yang bikin perpecahan -__-

  • anak SD

    semoga cepat dapat hidayah dari Allah SWT ya ….

  • Mr_Shimpeul

    Anyway, kita ambil hikmahnya aja.
    Berhubung dia masih 16 tahun pada waktu itu, dia masih di bawah umur, dan masih sekolah juga, jadi gak sepantasnya dia diadili secara psikis oleh kita semua. Dia belum bisa bertanggung jawab sepenuhnya atas dirinya sendiri, masih atas sepenanggungan keluarganya, dan masih dididik dalam suatu instansi, yang bernama sekolah.

    Kalau kita perhatikan, ia melakukan hal sebodoh ini (yang mungkin tidak terpikirkan olehnya) kan di dalam lingkungan sekolahnya sewaktu SMA. Kalau dipikir-pikir, kok bisa ya melakukan hal ini di dalam sekolah? Memangnya tidak ada yang melarang?
    Apakah guru-guru di SMA-nya memang tidak awas akan hal ini? Atau apakah guru-guru tersebut tidak membekali para muridnya dengan akhlak dan budi pekerti dengan baik, sehingga kelakuan siswanya tidak terjaga?

    Terlepas dari itu semua, ia hanyalah seorang khilaf yang mungkin sama nakalnya dengan anak muda jaman sekarang : tawuran, free-s*x, narkoba, dll. Kesalahan yang ia lakukan berbuah fatal karena mengarah kepada penistaan agama.
    Bedanya, Tuhan masih menyayangi dia, dan hingga saat ini, ia masih dapat mengenyam pendidikan yang layak, dan sedang meraih masa depan yang baik untuknya.

    Ia memohon maaf kepada para umat Muslim di seluruh dunia atas tindakannya dahulu.
    Terima kasih.

Lihat Juga

Ilustrasi-Alquran (inet)

Batu Itu Keluar Dari Mata Saat Membaca Al-Quran