Home / Berita / Nasional / Klarifikasi Gubernur Jabar Perihal Kartu Lebaran

Klarifikasi Gubernur Jabar Perihal Kartu Lebaran

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Lc. (inet)

dakwatuna.com – Bogor. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan prihatin sekaligus menghargai sikap masyarakat yang mengkritisi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengirim kartu ucapan Selamat Lebaran kepada masyarakat Jawa Barat. Ia menilai, reaksi berlebihan dari sejumlah kelompok masyarakat terjadi karena tidak informasi yang diterima mereka tidak lengkap dan bias. Anggaran untuk keperluan tersebut adalah Rp 850 juta bukan Rp 1,7 miliar.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan humas Pemprov Jabar Minggu (5/9/2010) sore, Achmad Heryawan menegaskan, rencana mengirimkan kartu ucapan Lebaran tersebut melalui proses yang legal, sesuai peraturan yang berlaku. “Kebijakan pengiriman kartu ucapan tersebut, semata-mata didasari niat murni menjalin silahturahmi dan memaknai Idul Fitri sebagai kemenangan umat muslim se-dunia,” katanya.

Dipaparkan dalam siaran pers tersebut, proses pengadaan Kartu Ucapan Selamat Idul Fitri dan Permohonan Maaf Lahir Batin 1431 Hijriyah itu, melalui mekanisme lelang, sesuai Keppres No.80/2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Sedangkan pengadaan perangko dilaksanakan berdasarkan Perjanjian Kerjasama dengan PT Pos Indonesia No. 554/02/TU tertanggal 4 Januari 2010, yang meliputi pengiriman surat/barang dalam dan luar negeri, pengepakan surat/barang, dan pencetakan perangko.

Jumlah kartu yang cetak sebanyak 350 ribu dan jumlah perangko yang dipesan sebanyak 250 ribu. Karena pengiriman selain via Pos juga memanfaatkan fasilitas distribusi internal pemerintahan.

Untuk pencetakan 350 ribu kartu ucapan tersebut, pagu anggrannya Rp 700 juta, atau Rp 2.000 per kartu ucapan. Tetapi, dari hasil proses lelang , anggaran dapat ditekan sampai 50 persen, dengan demikian dana yang dikeluarkan hanya Rp 351 juta atau Rp 1.000 per kartu.

Sedangkan anggaran prangkonya adalah Rp 500 juta, atau Rp 2.000 per kartu, untuk 250 ribu kartu ucapan. Sisa kartu sebanyak 100 ribu, dikirim tanpa menggunakan prangko karena menggunakan mekanisme internal.

“Jadi, total dana yang akan dikeluarkan untuk kebutuhan tersebut adalah Rp 851 juta, bukan Rp 1,7 miliar sebagaimana dilansir dalam sejumlah pemberitaan media massa,” katanya.

Dipaparkan pula, kartu ucapan yang berisi kata-kata Selamat Idul Fitri dan Permohonan Maaf lahir dan Batin tersebut, bukan atas nama pribadi Achmad Heryawan, melainkan atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk kepentingan dinas. Sebanyak 250 ribu kartu akan dikirim dari kantor Gubernur dan 100 ribu dari kantor wakil gubernur.

Karena itu, kartu ucapan ditandatangani Gubenur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, ada frasa Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lambang Provinsi Jawa Barat, memakai alamat Jalan Diponegoro Nomor 22 Bandung, dan latar belakang fotonya adalah foto Gedung Sate, kantor kegubernuran.

Pengiriman kartu ucapan tersebut juga, kata Heryawan pada sebuah kesempatan, wujud dari rasa terima kasih dan tanggung jawab pemerintahannya kepada rakyat Jawa Barat yang memberi amanah untuk memimpin mereka. Sekaligus sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab moral pemerintahannya kepada warga.

“Nilai rasa, perhatian, silaturahmi, keakraban dan kebahagiaan tidak bisa dikalkulasi dengan uang. Saya yakin kartu ucapan Lebaran mampu menghadirkan ruang visual dan ruang teks yang lebih dekat bagi Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menyapa warganya. Sehingga pilihan mengirim kartu Lebaran bukan hal yang salah. Mengirim pesan singkat atau SMS juga saya tempuh, apalagi jumlah kartu yang akan dikirim kurang dari 1 persen dari jumlah penduduk Jawa Barat,” ujar Heryawan menjawsab pertanyaan wartawan di sela kegiatan Ramadhannya di Bandung. (ah/kcm)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (60 votes, average: 8,42 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • toni

    Alhamdulillah…

  • aping

    nah gitu dong,,,,,kan jadi jelas nih
    yang ga senang pasti makin meradang
    gimana lagiiiii ya caranya biar citra hade jadi ga hade
    ah…puasa aja deh

  • put

    Udah di rilis di mana aja ya klarifikasinya? kenapa baru nemu beritanya di dakwatuna? Masalah kayak gini harus berupaya semaksimal mungkin untuk diupayakan penyebarluasan pemberitaannya.

  • Vicky Suprayogi

    Insya Allah, saya sih husnu zhon saja sama Bapak Gubernur. Namun, kalau menurut saya, untuk menyapa selalu rakyat terlalu besar dananya dengan mengirim kartu lebaran. Nggak terlalu penting, lebih baik dialokasikan saja dana tersebut untuk yang lebih penting. Terima kasih atas perhatiannya.

    • Myrna Apriany Lestari

      Saya sepakat ^_^ …Mungkin akan lebih terasa dekat dan berkah jika dana sbesar itu dimanfaatkan untuk menanggulangi masalah2 sosial lain seperti pendidikan, kesehatan, dll… ^_^
      Insyaallah bapa HaDe pasti lebih bijak….

  • warda

    transparansi and husnuzhon memang bagusnya ‘bersaudara’…insya Allah

  • citra

    yang beruntung dikirimin kartu ucapan itu siapa aja yaa? wawawaa *mupeng*

  • bashayev

    SETUJU sama Vicky Suprayogi…..lebih baik dipakai untuk pemberdayaan ummat. Lewat program – program untuk memandirikan ummat…kartu lebaran, sudah dibaca langsung dibuang…paling banter disimpan beberapa waktu lalu terlupakan…

  • nissa

    Mngucapkan maaf lahr batin kan bs lwt media lain.850jeti gt loh…buat ngsih mkn org miskin dijabar kan lending…narsis amat psng2 ft sgala di kartu lbaran..tetep kagak stuju gw

  • mandiri

    semua hrs dinilai scr proporsional, jangan menilai karena like and dislike. GUNAKAN FIKIRAN DAN HATI !!

  • kartika

    menurut aku sah2 ajah buat kartu lebaran..
    toh tu juga wat rakyat,,
    kali2 nyenengin rakyat kaya gitu ga maslah…
    daripda di korup….
    mereka juga gak seenaknya ngmbil kputusan kaya gitu..
    pasti dg pmkrn matang..
    pa lagi pa heryawan.. we percaya bgt ma so2k pemimpin kaya beliau..
    gakkan macem2 ma rakyat,,,
    buat fakir n miskin pasti ada anggaran tersendiri lah…
    suka aneh qo kebaikan org disembunyi2n tapi hal yg ky gitu dibesar2n..
    wassalam

  • fajar

    setiap kita harusnya slalu mengedepankn positif thinking..(ijabiyaturru’yah)

    hitung yu:
    klo dngn 851juta 250 ribu di silaturahimin,kalo kita buat yg lebih penting menurut rekan2 brpa bnyak?
    misal pndidikn. 1org 50rb, 1000:50.000,jd 1:50.paling yg kena sapa gubernur cuma 5000:org250rb org.
    betul?

    nah proporsional itu ada tempatnya.
    sy yakin smua punya costnya sndri, dn jalurnya sndri.
    yg namanya riayah itu memang dananya juga besar,pa lg jawabarat.

    Ust.Ahmad heryawan
    salam…

  • mukri

    tapi itulah yg disyangkan media kita tak pernah memberitakan apa adanya, selalu aja bersifat provokatif dan tak pernah ada klarifikasi….media kita banyak ditunggangi muatan politik….

Lihat Juga

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan membuka SPN (Sekolah Pemimpin Negarawan) sesi 4, Minggu (4/9/2016).

Aher: Negarawan Itu Miliki Ideologi Dan Kepemimpinan

Organization