23:51 - Minggu, 19 Mei 2013

Hasyim Muzadi: Umat Islam Jangan Mudah Terprovokasi

Rubrik: Amerika, Nasional | Kontributor: Tim dakwatuna - 05/09/10 | 21:42 | 26 Ramadhan 1431 H

Hasyim Muzadi (inet)

dakwatuna.com – Sekretaris Jenderal Konferensi Cendekiawan Islam Internasional (International Conference of Islamic Scholars – ICIS) KH Hasyim Muzadi mengimbau umat Islam tidak gampang terpengaruh provokasi yang dilancarkan pihak asing.

“Umat Islam jangan mudah dipermainkan, gagap dengan isu-isu, manuver dari asing, perkuat saja persatuan umat di dalam negeri,” kata Hasyim di sela-sela acara buka puasa di kantor Sekretariat ICIS di Jakarta, Minggu.

Ia lantas mencontohkan provokasi terbaru berupa rencana gerakan pembakaran Kitab Suci Alquran yang dipelopori kelompok Dove World Outreach Center yang mengatasnamakan umat Kristen di Florida, Amerika Serikat, pada 11 September mendatang terkait peringatan sembilan tahun aksi terorisme terhadap World Trade Center, New York, tahun 2001.

“Kita tentu tidak menginginkan hal itu terjadi, kita ingin yang bersangkutan tak melaksanakan rencananya, tetapi kita juga jangan sampai terpancing sehingga bereaksi berlebihan,” kata Hasyim.

Menurutnya, gerakan kelompok itu sama sekali tidak mewakili umat Kristen maupun masyarakat Amerika Serikat, melainkan hanya kelompok kecil saja.

“Tetapi Pemerintah Amerika Serikat harus memberikan penjelasan mengenai hal itu,” kata Hasyim.

Dikatakannya, sangat tidak tepat mengaitkan peristiwa 11 September 2001 dengan Islam, karena terorisme adalah tindakan kriminal yang tidak ada kaitannya dengan agama.

“Ketika saya ke Amerika Serikat pada Februari 2002 meninjau `ground zero` (lokasi serangan teroris) dan bertemu pejabat di sana, yakni wakil menlu, wakil menhan, dan ketua dewan keamanan nasional, tidak ada pernyataan yang mengaitkan peristiwa itu dengan Islam,” kata Hasyim.

Dukungan Presiden Barack Obama terhadap pembangunan masjid di dekat `ground zero`, kata Hasyim, menunjukkan itikad Obama untuk memisahkan terorisme dengan agama.

“Kalau Amerika Serikat bisa membedakan teror dengan agama, teror dengan perjuangan kemerdekaan, maka separuh persoalan selesai,” kata mantan Ketua Umum PBNU tersebut.(*) (S024/R009/ant)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (6 orang menilai, rata-rata: 9,17 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • bi

    maju terus BOS…..

    HIdup DAKWATUNA.COM.

Iklan negatif? Laporkan!
75 queries in 0,743 seconds.