Home / Berita / Internasional / Asia / PM Palestina: Perundingan adalah Gerakan Politik Mubazir

PM Palestina: Perundingan adalah Gerakan Politik Mubazir

PM Palestina Ismail Haniyah melambaikan tangan ketika meninggalkan masjid setelah melakukan shalat Jumat terakhir bulan Ramadhan di Gaza, 3 September 2010. (Getty Images)

dakwatuna.com – Gaza. PM Palestina Ismail Haniyah menegaskan bahwa nasib perundingan langsung yang mulai dilakukan otoritas Fatah dengan penjajah Zionis pasti menemui kegagalan. Karena Israel melakukan itu hanya untuk lebih mengokohkan pilar-pilar proyek Zionis dengan mengorbankan Palestina.

Haniyah mengatakan, “Perundinga tidak lain adalah gerakan politik mubadzir dan menempatkan al Quds dan isu Palestina di menja perundingan di bawah persyaratan Zionis dan kelemahan Palestina dan Arab, dengan syarat-syarat yang ditetapkan kuartet Amerika yang memihak kepada penjajah dan menipu Palestina dan Arab.”

Haniyah menegaskan bahwa akhir perundingan ini adalah kegagalan. “Karena Israel hanya meakukan itu untuk lebih mengokohkan lagi pilar-pilar proyek Zionisnya dengan mengorbankan Palestina,” ungkapnya memberikan alasan.

Haniyah menyatakan adalah hak perlawanan untuk membalas kejahatan penjajah dengan segala cara yang dimilikinya, “selama di sana ada pejajahan tanah Palestina dan terus berlanjut penderitaan rakyat Palestina.” (asw/pip)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 7,44 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Aksi Solidaritas Palestina oleh LDK SSP STEI SEBI yang berlokasi di Car Free Day, Jakarta. Ahad (27/11/2016).  (Ahmad Jundi Taqiyuddin/LDK SSP STEI SEBI)

Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Car Free Day Jakarta