Home / Berita / Nasional / Sidang Itsbat Penetapan 1 Syawal dilakukan Pada 8 September 2010

Sidang Itsbat Penetapan 1 Syawal dilakukan Pada 8 September 2010

Menteri Agama, Suryadharma Ali (blogspot.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Menteri Agama Suryadharma Ali dijadwalkan akan memimpin sidang itsbat penetapan 1 Syawal 1431 H atau Hari Raya Idhul Fitri, pada Rabu, 8 September 2010, di Operation Room Kemenag, Jl.Lapangan Banteng Barat No.3-4, Jakarta Pusat.

Menurut Kepala Sub Direktorat Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama, Muhidin, sidang Itsbat penetapan 1 Syawal 1431 H akan dihadiri perwakilan Ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, Al Wasliyah, Al Irsyad, Tarbiyah Islamiyah, Persatuan Umat Islam (PUI) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Dakwah Islam (DDI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Selain itu, akan hadir pula duta-duta besar negara-negara muslim yang bertugas di Jakarta.

Muhidin menambahkan, sidang itsbat juga dihadiri para pakar hisab-rukyat, dan instansi terkait seperti Lapan, Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), serta Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal).

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika berkerjasama dengan Bosscha Observatory, FMIPA, Institut Teknologi Bandung saat ini tengah mempersiapkan kegiatan pengamatan hilal untuk mengetahui munculnya bulan baru yang menentukan jatuhnya 1 Syawal 1431 H atau hari Raya Idul Fitri.

Lokasi pengamatan hilal kali ini direncanakan akan dilakukan pada 12 titik, yaitu : Observatorium Hilal Lhok Nga, Aceh ; UIN SUSKA, Pekan Baru, Riau; Menara Timur UPI, Bandung, Observatorium Bosscha, Lembang Bandung Jawa Barat, Pos Observasi Bulan (POB) Bukit Bela-belu, Bantul, Yogyakarta; Depan Rumah Jabatan Bupati Kupang, Mataram, Nusa Tenggara Timur; SPD LAPAN, Biak, Papua; Lantai Atas Mall GTC, Makassar, Sulawesi Selatan; Islamic Center Kota Samarinda, Kalimantan Timur; Nusa Tenggara Barat; Pantai Gebang Madura; dan SPD LAPAN Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.

Ada pergeseran lokasi pengamatan dari yang dilakukan sebelumnya ketika menjelang 1 Ramadhan lalu. Pergeseran terjadi untuk wilayah Kalimantan Timur yang semula diadakan di Tenggarong pindah keIslamic Center, Kota Samarinda dan wilayah Jawa Timur dari Condrodipo ke Pantai Gebang Madura.

Masyarakat dapat menyaksikan hasil pengamatan hilal ini dalam bentuk video streaming yang ditayangkan secara online melalui Web Portal Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan alamat URL : http://hilal.depkominfo.go.id serta Website Bosscha ITB dengan alamat URL : http://bosscha.itb.ac.id/hilal. Penyajian informasi online ini dimaksudkan sebagai salah satu referensi dalam penetapan 1 Syawal 1431 H sekaligus meminimalisir berbedaan yang muncul dikalangan umat Islam. (ts/kemenag)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 7,13 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • muh. husain

    semoga tidak ada lagi perbedaan penentuan 1 syawal 1431h, jika pun ada semoga menteri agama berkonsultasi ke negara islam lainnya. paling tidak ke saudi karna mereka juga saudara kita. dan kita harus sepaham dan sepakat dgn keputusan saudi yg tdk pernah ada perbedan. perhitungan hisab meraka pasti tdk salah. Mari kita bersatu … ALLAHU AKBAR

  • Rudi Ismanto

    “berkonsultasi ke negara islam lainnya. paling tidak ke saudi”…itu sih syah2 saja,tapi ingat kang “Muh Husain”, letak geografis kita jauh lho,baik dari segi letak lintang maupun bujur negara kita dengan negara saudi.buktinya aja disini udah berbuka,paling2 di sana masih Shalat Ashar,atau bahkan Dluhur.”dawuh Rasullullah s.a.w : “Berpuasalah kamu ketika melihat hilal,dan berhentilah kamu berpuasa ketika melihat hilal”…Itu berlaku untuk regional setempat.bukan untuk sa’ bulatane dunyo.

  • Achmad Mujaahid

    seandainya ada perbedaan seharusnya menjadi sebuah pelajaran berharga bagi kita, bahwa indahnya kebersamaan itu mahal harganya, selain itu menjadi warga negara yang baik artinya mengikuti semua wacana” atau keputusan pemerintah merupakan ajaran Rosulullah SAW.

  • Zubad Al Asror

    Ass. Wr. Wb.. Subhannallah, pandangan bleh beda tapi msalah syar’i “1 syawal/romadlon” adl bagian dr ibdah. Saya spendpt dg cak Min, krn puasa/buka itu global 1 dunia mestinya sama. Tp kalo wkt salat beda krn patokan matahari. Smoga Allah mengampuni kita, smga muncl pemimpin islam sperti masa ‘khulafaur rasyidin’ Allahu Akbar

  • Rudi Ismanto

    Yooo endak sih kang “Zubad Al Asror…itu kan pandangan kolot yang mengatakan bahwa bumi itu roto kayak hamparan kloso.wong ini bumi bulat kok…patokan tanggalnya aja akan bede dengan negara yang pas 180 derajat,pas dibawah kita…kalau Id nya bareng sak dunyo,gawe opo pas patokan tanggal Hijriyah yg patokane nganggo peredaran bulan terhadap bumi…sing logis lah… berpendapat…emangnya patokan waktu kalo nggak berdasar matahari lan bulan…mganggo opo…gawe patokan dewe…he.he.he…

Lihat Juga

korupsi ups

Jadi Saksi Korupsi UPS, Ahok Sempat Membantah Namun Akhirnya Mengaku