Home / Berita / Nasional / Menkominfo: Terkait Blackberry, Kominfo Hanya Jalankan Perintah UU

Menkominfo: Terkait Blackberry, Kominfo Hanya Jalankan Perintah UU

Menkominfo RI, Tifatul Sembiring

dakwatuna.com – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menyatakan bahwa undang-undanglah yang menjadi landasan hukum dalam menindak Research in Motion (RIM) jika tidak membangun server data center di Indonesia dan tak memblokir akses pornografi di ponsel cerdas tersebut.

“Bukan saya yang akan menghukum, tapi undang-undang. Kominfo hanya menjalankan perintah. Bangun server di Indonesia itu perintah UU ITE No. 11/2008 dimana seluruh penyedia jaringan layanan telekomunikasi yang berbisnis di Indonesia harus membangun data centernya di sini,” tegas menteri di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (2/9/2010).

Menurut Tifatul, saat ini RIM selaku prinsipal BlackBerry bekerja sama dengan enam operator di Indonesia, yakni Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Natrindo Telepon Seluler, Hutchison CP Telecom, dan Smart Telecom.

“Ada enam operator yang bekerja sama dengan RIM untuk BES (BlackBerry Enterprise Services) dan BIS (BlackBerry Internet Services). BES sudah bisa blokir pornografi, sementara BIS belum. Itu salah satu yang kami bicarakan dengan RIM selain harus bangun data center,” jelas menteri.

“Sudah seharusnya RIM membangun data center di Indonesia. Bayangkan saja, setiap pelanggan setor ke RIM US$ 7 per bulan. Jadi, dari uang langganan BES Rp 100 ribu per bulan, Rp 63 ribunya disetor ke RIM tanpa kena pajak. Sementara sisanya yang diterima operator masih dipotong PNBP dan biaya lain-lain. Ini tidak fair,” Tifatul menyayangkan.

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, pihaknya tidak memasang target kapan tiga tuntutan untuk bangun server, PNBP (pendapatan negara bukan pajak), dan blokir pornografi akan menemui tenggat akhir.

“Kami tidak pasang deadline asalkan RIM bersedia memenuhi permintaan Indonesia. Sejauh ini iktikad RIM masih baik, buktinya mereka sekarang sudah membuat PT RIM Indonesia. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi selanjutnya,” tandas dia. (rou/rou/detikinet/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Militer Prancis. (islammemo)

Polisi dan Militer Prancis Boleh Berjenggot