Home / Berita / Internasional / Amerika / Hamas: KTT Washington Upaya Akhiri Hak Kembali, Legalkan Yahudisasi Al-Quds

Hamas: KTT Washington Upaya Akhiri Hak Kembali, Legalkan Yahudisasi Al-Quds

Rakyat Palestina demonstrasi menolak perundingan, 2 Sep 2010 (Reuters)

dakwatuna.com – Damaskus. Gerakan Hamas memperingatkan bahaya besar gelaran KTT Washington dan perundingan langsung dengan Israel. KTT itu diyakini digelar sebagai respon atas ambisi Israel – Amerika untuk menghabisi masalah Palestina melalui pengukuhan pembangunan permukiman yahudi di Tepi Barat, yahudisasi Al-Quds dan masjid Al-Aqsha serta mengakhiri hak kembali pengungsi Palestina dengan dikristalkannya “yahudisme negara Israel”.

Sebuah sumber pejabat di Hamas dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Infopalestina hari ini Kamis (2/9) menegaskan bahwa gerakannya menolak perundingan yang bertujuan mengangkat citra presiden Obama usai pemilihan pertengahan di Kongres Amerika, memberikan legitimasi kepada kejahatan Israel, menyempurnakan rencana-rencana pembangunan permukiman yahudi, proses yahudisasi Al-Quds dan Al-Aqsha, alat untuk membebaskan Israel dari isolasi dunia internasional, memperbaiki citra Israel sebagai negara teroris pasca serangan terhadap Gaza dan terhadap kapal Freedom Flotilla.

Hamas menyatakan bahwa perundingan yang digelar dan bertentangan dengan konsesus nasional Palestina di tengah berlanjutnya pembangunan permukiman yahudi, aksi pengusiran warga Al-Quds dan Tepi Barat secara umum ini hanya membantu kepentingan musuh dan penjahat penjajah Israel. Perundingan itu diyakini tidak akan mewujudkan apa-apa dari cita-cita nasional Palestina. Karenanya, perundingan itu tidak memberikan konsekwensi apapun kepada bangsa Palestina.

Hamas menegaskan bahwa Mahmud Abbas dan Salam Fayyadl adalah pimpinan Palestina yang tidak legal dan tim perundingan Palestina itu tidak merepresentasikan kecuali diri mereka sendiri dan sama sekali tidak mewakili rakyat kami Palestina dan cita-citanya.

Hamas melihat bahwa persatuan nasional Palestina berdasarkan kepada program perlawanan dan komitmen atas hak-hak Palestina adalah jalan satu-satunya menjaga prinsip dan mengembalikan hak yang dirampas Israel. (bn-bsyr/pip)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 8,22 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Presiden AS terpilih, Donald Trumph (aa.com.tr)

Apakah Trump Akan Konsisten Dengan Janji Kampanye?

Organization