Home / Berita / Rilis Pers / DKI Jakarta Terapkan TPST Ramah Lingkungan

DKI Jakarta Terapkan TPST Ramah Lingkungan

Triwisaksana, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta (blogspot - triwisaksana)

dakwatuna.com – Jakarta. Kelanjutan nasib Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Ciangir akan di bahas pada rapat lanjutan sore ini (2/9) oleh Dewan bersama Pemprov di Jakarta. DKI mengusulkan dengan GALFAD (gasification, landfill, an-aerobic digestion) yang ramah lingkungan, sebagai solusi untuk pengelolaan sampah di TPST Ciangir. MoU antara Pemda DKI dan Tangerang berakhir 28 Agustus 2010, namun pemda Tangerang belum selesai melakukan kajian hukum dan memilih teknologi yang akan dipakai.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana mengatakan usulan untuk membentuk pansus sudah tepat, mengingat masalah sampah adalah lintas komisi. Komisi A dengan kerja sama antar daerah, dan komisi D mengenai pembangunan, “ Hal ini perlu dipertegas, karena terkait dengan masyarakat Jakarta, maka pansus diperlukan agar masyarakat cepat merasakan dampak positifnya dan tidak ditunda-tunda,” ujar Triwisaksana selaku pimpinan rapat.

Menurut Triwisaksana, melalui pansus dapat ditelaah masalah-masalah yang sebenarnya terjadi, dan diperlukan soialisasi serta pendapat pakar mengenai teknologi yang dipakai. “Teknologi dengan pembakaran tidak sesuai lagi, kecuali jika telah ditemukaan teknologi terbaru yg telah dilakukan kajian tidak akan membahayakan lingkungan” imbuhnya. Harapan ke depan adalah pemkot Tangerang dapat menerima teknologi GALFAD karena lebih ramah lingkungan.

Mengenai MoU, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta ini mengusulkan MoU diperpanjang, agar tidak ada tudingan bahwa Pemprov DKI terkesan hanya berbohong mengenai proyek ini. TPST Ciangir berada di Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang, yang menampung sampah dari Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Tangerang. Berada diatas lahan 98 ha, sedang yang dijadikan tempat pembuangan seluas 50 ha. Kapasitas yang dapat ditampung 2.500 ton per hari. “Dengan kuota 1.500 ton dari Jakarta, dan sisanya dari Tangerang, berbeda dengan Bantar Gebang, hasil akhir bukan kompos, tapi briket yang dapat digunakan untuk bahan bakar,” terang Triwisaksana. (rilis)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Kemacetan di Jakarta.  (infonitas.com)

Sistem Ganjil-Genap Mulai Diuji Coba 20 Juli

Organization