Home / Berita / Nasional / Kementerian Kominfo Pantau Tayangan TV Selama Ramadhan 1431 H

Kementerian Kominfo Pantau Tayangan TV Selama Ramadhan 1431 H

Ilustrasi - Anak-anak menonton televisi (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Badan Informasi Publik (BIP) Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan pemantauan tayangan televisi selama bulan Ramadhan 1431 H, untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai pembelajaran dan pendidikan publik melalui tayangan televisi selama bulan suci Ramadhan.

“Tren yang terjadi akhir-akhir ini adalah tontonan menjadi tuntunan. Justru dari hasil temuan kita dikhawatirkan pemirsa mendapatkan tuntunan yang tidak sesuai dengan nilai kesucian bulan Ramadhan,” kata Kepala Badan Informasi Publik (BIP) Kementerian Kominfo Freddy H. Tulung di Jakarta, Rabu (1/9).

Dalam konteks pendidikan publik, hasil pemantauan tayangan televisi di bulan Ramadhan ini dapat dimaknai stasiun televisi belum maksimal dalam mendidik, mencerahkan, dan memberdayakan masyarakat.

Sedangkan tolok ukur pemantauan merujuk pada UU Penyiaran, UU Perlindungan Anak, dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Penyiaran KPI dan Etika Media, sementara waktu pemantauan dilakukan selama 10 hari, dari tanggal 12-21 agustus 2010 selama hari kerja dan akhir pekan.

Waktu pemantauan adalah waktu berbuka puasa (16.00-17.00 WIB) dan waktu sahur (03.00-05.00 WIB) dan kedua periode itu dipilih karena jumlah penonton saat sahur meningkat 12 kali lipat (1200 persen) dan 35 persen saat berbuka.

Badan Informasi Publik (BIP) Kementerian Komunikasi dan Informatika, seperti dilaporkan Staf Ahli BIP Teguh Himawan, menyatakan dari 11 stasiun televisi yang dipantau selama 10 hari pertama Ramadhan 1431 Hijriyah/2010 M, ditemukan 1.252 adegan kekerasan fisik, kekerasan psikis, mistik, mesum atau cabul.

“Rekapitulasi tersebut merupakan hasil pemantauan tayangan televisi seputar program acara Ramadhan 1431H,” katanya dalam jumpa pers hasil pemantauan tayangan televisi selama bulan Ramadhan 1431 H bersama dengan Majelis Ulama Indonesia dan Komisi Penyiaran Indonesia di kantor pusat MUI, Jakarta, Rabu (1/9).

Temuan 1.252 adegan tersebut disebutnya setara dengan 125 adegan per hari, atau 13 adegan per televisi per hari, atau 3-4 adegan per jam per televisi per hari.

Angka tersebut naik tajam dibandingkan dengan hasil pemantauan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2007, ditemukan 340 adegan kekerasan, mistik dan mesum, sementara tahun 2008 meningkat menjadi 802 adegan, namun tahun 2009 justru turun menjadi 425 adegan.

Pada Ramadhan 1431 H, porsi terbesar yang ditemukan adalah kekerasan fisik sejumlah 499 adegan (39.9%), psikis 487 (38.9%), mistik 44 (3.5%) dan mesum 222 (17.7%). (theo/toeb/bip)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Muhasabah Ramadhan