19:14 - Rabu, 22 Oktober 2014

Wanita-Wanita Pengukir Sejarah (bagian ke-17): Asma’ binti Yazid

Rubrik: Sejarah Islam, Wanita | Oleh: Tim Kajian Manhaj Tarbiyah - 01/09/10 | 10:32 | 22 Ramadhan 1431 H

3. Asma’ binti Yazid

dakwatuna.com – Nama lengkapnya adalah Asma’ binti Yazid bin Sukun bin Rafi’. la termasuk dari golongan kaum Anshar. la juga dijuluki sebagai juru bicara kaum wanita, sebab tak ada satupun wanita Arab yang mampu menandingi kepiawaiannya dalam berkhutbah. la termasuk wanita yang sangat pemberani dan tangguh. la terjun langsung dalam perang Yarmuk dan berhasil membunuh 9 tentara Romawi yang sedang berada dalam persembunyiannya.

la pernah mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang sedang bersama para Sahabatnya. Asma’ binti Yazid berkata kepada Rasulullah “Engkau bagaikan ibu dan sekaligus ayahku wahai Rasul.” Keberadaanku di sini adalah untuk mewakili para wanita. Bahwasanya Allah telah mengutusmu untuk segenap laki-laki dan perempuan. Kami mengimanimu dan juga Tuhanmu. Aku akan memberitahukan kepadamu, bahwa kita kaum wanita tak mempunyai gerak yang leluasa tak sebagaimana laki-laki. Amal perbuatan kami hanya sebatas amal perbuatan yang bersifat rumah tangga saja, tempat pelampiasan nafsu kalian dan sekaligus untuk mengandung dan melahirkan anak-anak kalian pula. Ini berbeda dengan kalian semua wahai kaum laki-laki! Kalian melebihi kami dalam hal berjamaah, menjenguk orang sakit, mengantarkan mayat ke kuburan, Haji, dan yang lebih utama lagi adalah kemampuan kalian untuk melakukan Jihad di jalan Allah. Amal perbuatan kami di saat kalian pergi Haji atau melakukan Jihad hanya sebatas menjaga harta, mencuci pakaian, dan mendidik anak-anak kalian pula. Oleh karena itu, kami ingin bertanya kepada kalian, apakah amal perbuatan kami itu pahalanya bisa disetarakan dengan amal perbuatan kalian?

Mendengar perkataan tersebut, Rasulullah sempat tersentak dan seketika itu langsung menoleh kepada para sahabatnya, seraya berkata “apakah kalian pernah mendengar sebuah perkataan yang lebih baik daripada perkataan seorang wanita yang sedang membahas permasalahan-permasalahan agamanya?

Menjawablah para sahabat Rasul: ‘wahai Rasul kami sama sekali tidak menyangka kalau para wanita mempunyai keinginan yang mulia semacam itu.’ Kemudian Rasulullah menoleh kepada Asma’ bin Yazid, seraya berkata: “engkau pahamlah dan sampaikanlah apa yang akan aku katakan nanti kepada wanita-wanita selainmu. Bahwa perlakuan baik salah seorang di antara mereka kepada suaminya, dan meminta keridhaan suaminya, mengikuti (patuh terhadap) apa yang ia disetujuinya, itu semua setimpal dengan seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum lelaki”. Mendengar jawaban Nabi itu, Asma’ langsung beranjak pergi meninggalkan tempat itu seraya mengucapkan tahlil dan takbir merasa gembira dengan apa disabdakan Rasuslullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

la juga termasuk periwayat Hadits Nabi. Banyak sekali para perawi Hadits yang meriwayatkan Hadits darinya. la telah meriwayatkan sekitar 80 Hadits Nabi.

– Bersambung

(hdn)

Tentang Tim Kajian Manhaj Tarbiyah

Lembaga Kajian Manhaj Tarbiyah (LKMT) adalah wadah para aktivis dan pemerhati pendidikan Islam yang memiliki perhatian besar terhadap proses tarbiyah islamiyah di Indonesia. Para penggagas lembaga ini meyakini bahwa ajaran… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (20 orang menilai, rata-rata: 9,80 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • ummu fatih

    Subhanalloh…maka tak ada yang berubah tatanan nilai dan amal kodrati wanita muslimah dari dahulu (contoh panutan dan teladan yg tertulis dlm sejarah para shahabiyyah) hingga kini dan akhir zaman nanti Alloh dan Rosul sbg Pembela, bahwa wanita setia mengabdi pada suami dan keluarganya dirumah adalah pilihan dan posisi sejatinya. Tak perlu risau, rendah diri, dan merasa iri karena wanita pada posisi sejatinya adalah mulia, sholehah, jannah tempatnya karena nilaimu tiada tara, bekerjalah di rumah membina, mendidik dan memelihara rumah tangga dan generasi pemimpin, pembela ummat, itulah sosok mu yang sempurna karyamu yang agung yang tak tertandingi dibanding status dokter wanita, arsitek wanita, insinyur wanita, dan bla..bla…embel2 gelar duniawi. Kita semua tahu di balik sosok orang2 besar dan terkenal pengukir sejarah yang harum namanya ada seorang wanita entah ibunya istrinya yang sederhana. Dia tidak berambisi untuk membesarkan diri dan namanya tapi dia memiliki ruh pengabdian pada sang Khalik dengan menjadikan dirinya hidupnya setia melayani, memberi dan berbakti pada keluarga dan suami nya mengikuti ketetapan fitrah,kodrat dan sunnahNya maka tak akan ada yang dirugikan, terabaikan, hingga semua berjalan sesuai tempatnya maka tak kan ada kaum laki-laki, suami yang kebingungan karena kekurangan pekerjaan akibat lahan mereka di ambil para wanita, tak akan ada kerusakan generasi karena ibunda dengan kasihnya setia mendidik dan merawatnya di rumah. Pendidikan homescholing yang kini menjadi tren ssungguhnya adalah bukti ketidak nyamanan, ketidakpuasan atas ketidaksempurnaan pendidikan diluar (baca lembaga2, sekolah) betapa pondasi pendidikan terbaik sejatinya adalah di rumah, lewat tangan2 ibu dan orangtuanya, kemudian barulah lingkungannya. Tuntutan dan tatanan hidup manusia kini bersifat sangat materialistik entah karena tuntutan jamankah atau kita yang semakin lemah iman dan akal, gempuran paham2 materialistik sungguh dahsyat hingga wanita muslimah kini tidak betah berada di rumah, malu bila dirumah saja. MasyaAlloh…Ya Alloh kuatkan diri ini tekadkan azam ini jadikan diri ini paham ikhlas, syukur dan sabar atas ketetapanMu, angkatlah hamba dari jurang kesesatan, nafsu dan tipu daya dunia agar bisa kembali kepada fitrahMu. Jadikanlah kami wanita sholehah yang tunduk dan taat pada perintahMu, berpegang teguh pada sunnah RosulMu. Kuatkan dan mudahkan kami agar bisa memegang amanah suci mendidik generasi.Amiin ya robbal alamin. *curahan hati, nasihat untuk diri*. Sungguh artikel ini membuka hati ini tuk merefleksi kembali tugas dan tanggung jawab sbg ibu dan istri.

Iklan negatif? Laporkan!
57 queries in 1,452 seconds.