Home / Berita / Nasional / Menghadapi Idul Fitri, Stok Daging Sapi Aman

Menghadapi Idul Fitri, Stok Daging Sapi Aman

Menteri Pertanian, Suswono (vivanews)
dakwatuna.com – Jakarta. Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan persediaan (stok) daging sapi untuk menghadapi hari raya lebaran 2010 aman.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan, ketersediaan daging sapi dalam menghadapi hari Raya Lebaran aman karena stok daging sapi pada September 2010 surplus sebesar 6.899 ton, untuk meningkatkan surplus akan diperlukan tambahan pemotongan sebanyak 11.000 ekor sapi eks-impor atau setara dengan 1.980 ton daging sapi.

Sedangkan stok daging sapi hingga akhir tahun 2010 diperkirakan surplus sebesar 15.886 ton, kata Mentan Suswono di Jakarta, Senin (30/8).

Sebagai upaya menstabilkan harga daging dalam menghadapi lebaran, Kementan akan mendorong importir agar dapat segera merealisasikan Surat Persetujuan Pemasukan (SPP) daging impor semester II 2010 sebesar 24.178 ton, yang baru terealisasi 13.629 ton (56,4 persen).

Kerja sama dengan pelaku usaha (feedlotters) untuk melepaskan stok sapi siap potong 140 ribu ekor secara bertahap efektif meredam harga di wilayah pemasaran masing-masing yang sudah disepakati APFINDO (Asosiasi Pengusaha Feedlot Indonesia).

APFINDO juga memfasilitasi penyerapan pasokan sapi lokal dari sentra produksi seperti NTT,NTB, BALI, Jawa Timur, Jawa Tengah dan yogyakarta ke wilayah-wilayah konsumen di Jawa Barat,dan Jabodetabek.

Sementara itu Pemda DKI, Jabar, Jateng, DIY dan Jatim, memasyarakatkan harga daging berdasarkan jenis-jenisnya agar kelas-kelas daging dijual dengan harga berbeda.

Termasuk memberi pengawasan dan mencegah beredarnya daging oplosan dan glonggongan di seluruh cek point di pulau Jawa agar tidak mengganggu pasar daging sehat yang memenuhi syarat aman, sehat, utuh dan halal.

Sebelumnya, pemerintah akan melakukan persepakatan impor pada bulan september untuk memastikan pasokan bulan Oktober, Nopember dan Desember dan awal 2011.

Pemerintan juga akan melakukan pemantauan harga dan pasokan lebih intensif dan sistematis terhadap sapi dan karkas di 15 RPH (Rumah Potong Hewan) serta daging jenis bistik/semur/rendang dan rawonan di 17 pasar eceran untuk mendapat gambaran situasi yang lebih obyektif dan dilakukan usaha sistematis untuk memperkirakan pasokan eks-sapi lokal, yang 90 persen diantaranya tidak diusahakan sebagai farm komersial, mengingat peternak hanya memelihara 3 hingga 4 ekor dengan tujuan untuk tabungan.

Juga akan dilakukan penataan ulang penggunaan daging segar baik produksi dalam negeri maupun impor untuk kebutuhan industri dan rumahtangga (T.Bhr/kominfo)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Menghidupkan Sunnah Dalam Berhari Raya