Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Lelaki Penggenggam Kairo; Sosok Di Balik Perjuangan Hasan Al-Banna

Lelaki Penggenggam Kairo; Sosok Di Balik Perjuangan Hasan Al-Banna

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.comMan Jadda Wajada. Pepatah Arab ini sudah sangat sering terdengar di telinga kita. “Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil.” Inilah kenyataannya. Dan memang demikianlah sejarah membuktikannya kepada kita. Siapa pun orangnya yang bersungguh-sungguh mengejar cita-citanya, ia akan mendapatkannya; cepat atau lambat, sampai ia betul-betul berhasil atau keputusasaan mendahuluinya. Kalaupun ada fakta lain yang sepintas tidak sama, itu hanyalah pengecualian karena adanya faktor x penghambat yang tidak sanggup dilewatinya.

Demikian pula, man jadda wajada ini menemukan kebenarannya saat seorang lelaki berusia 22 tahun menikah dengan gadis cantik berusia 15 tahun. Mereka hidup dalam kesederhanaan dan keterbatasan. Namun, si lelaki ini telah memiliki cita-cita yang sangat tinggi untuk hidup sebagai seorang mualim sekaligus bergerak menjadi ulama’. Jalan dakwah menjadi pilihannya, dan karenanya ia lebih memilih profesi sebagai tukang arloji meskipun berkesempatan kerja di pemerintahan. Sebab ia tahu, cita-citanya membutuhkan waktu yang banyak dan keseriusan yang tinggi.

Ia dan keluarganya bahkan sempat berpindah-pindah rumah kontrakan selama 8 tahun saat tinggal di Kairo. Pada masa itu pernah juga ia berkirim surat kepada Majlis Mahalli, semacam DPRD di Indonesia, menceritakan tentang kesulitan ekonomi yang ia rasakan. Sekali lagi, cita-citanya terlalu besar untuk dapat dikalahkan oleh keterbatasan ekonomi.

Maka, tulisannya yang sudah berjilid-jilid buku pun tetap ia lanjutkan dengan konsistensi yang tidak mengenal ke-putus asa-an. Beruntung, beberapa waktu sebelum ia mulai mencetak karya monumental itu, putranya diangkat menjadi guru oleh pemerintah dengan gaji 15 pound per bulan. Dengan gaji sebesar itu, 3 sampai 5 pound ia berikan kepada ayahnya.

Jadilah lelaki ini mencetak kitab karyanya yang berjumlah 24 jilid. Kitab itu diberinya judul Al-Fath Ar-Rabbani. Kitab yang berisi hadits Musnad Imam Ahmad yang ia susun sesuai dengan bab berikut ia cantumkan syarahnya. Sebuah karya monumental di tengah keterbatasan yang menghimpit keluarganya. Nama lelaki ini adalah Ahmad Abdurrahman As-Saati, dan putra yang memberinya uang per bulan itu bernama Hasan Al-Banna.

Kita telah banyak mengenal Hasan Al-Banna, tetapi tidak banyak orang yang mengenal siapa sosok di balik perjuangannya. Dialah sang ayah, yang sejarah hidupnya ditulis dalam buku ini oleh Ahmad Jamaluddin, adik Al-Banna. Dialah yang berhasil menyelesaikan misi Kitab Al-Fath Ar-Rabbani; cita-cita yang sama pernah dimiliki oleh Ibnu Katsir tapi ajal lebih dulu mendatanginya. Dialah pendukung dan bagian dari gerakan Ikhwan yang didirikan putranya dan kini menjadi gerakan Islam terbesar di dunia. Dia pula yang sangat kehilangan saat Hasan Al-Banna dibunuh musuh-musuh dakwah, dan dengan perasaan mengharu biru ia memboyong jenazah putranya. Maka, buku terbitan Uswah ini perlu dibaca oleh mereka yang tersentuh dengan dakwah Ikhwan, terpengaruh dengan seruan Hasan Al-Banna, dan ikut bergetar saat membaca kisah kesyahidannya. (Muchlisin)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (93 votes, average: 9,70 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abu Nida
Alumni Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Sewaktu kuliah, ayah dua orang anak ini aktif di sejumlah organisasi kemahasiswaan. Menjadi Sekretaris Umum Himafai UMG selama dua periode, Kadep Kaderisasi dan MP (Majelis Permusyawaratan) KAMMI Gresik. Pernah juga menjadi Ketua UKMKI Untag Surabaya. Saat ini mendapatkan amanah sebagai Sekretaris Yayasan Al-Ummah, Ketua Lajnah Tarbiyah Thulabiyah Kabupaten Gresik, dan Trainer Trustco Gresik.
  • Al-hikam

    Nama bukunya apa ya?penerbitnya siapa?bisa mesen?

  • Al-hikam

    Assalamu’alaikum,Nama bukunya apa ya?penerbitnya siapa?bisa mesen?

  • mohamad juania

    Bukti bahwa seorang yang mulia akan melahirkan anak yang mulia

  • dhewy abdhull rhaman adeek

    allah akbarr,,,,

    shubbhannaallahh,,,,,,,,

  • abu mafaz

    man jadda wa jadda =mualim dan da’i haroki=super sekali

  • guminasay

    la itu di juul dah dsebutin nma bukunya: Lelaki Penggenggam Kairo. terbitan Uswah

  • erimuslim

    Allahu Akbar… insya Allah saya akan beli bukunya

  • IMPliKaSi

    waaaahhhh mau dong , ….
    tentang Ayahnya Hasan Al Banna saya baru baca dari buku Fikih Waqi dan Aroftu Al Ikhwan … itu juga cuma sedikit dikupasnya

  • Rizal Muslim

    Subhaanallah… bukan hanya anaknya, ayahnya juga hebat. Inspiratif. Jazaakallah khairan.

  • shodikin maruf

    allahu akbar,,,, kalo via tarnsfer bisa ga ya?

  • ali rohman

    bisa g d perbanyak lagi sampai saya faham alohu akbar

  • indrakidz

    Izin share…

  • sushe

    subhanallah……

  • Pingback: Blog ParcelBuku.Com » Blog Archive » Lelaki Penggenggam Kairo()

Lihat Juga

lelaki-suriah-menolong-perempuan-amerika

(Video) Kebaikan Lelaki Suriah ini Membuat Perempuan Amerika Menangis