Home / Berita / Internasional / Asia / Hamas: Perundingan dengan Israel Berakibat Fatal

Hamas: Perundingan dengan Israel Berakibat Fatal

Khaled Misyal (inet)

dakwatuna.comPemimpin Hamas yang kini dalam pengasingan, Khaled Misy’al, telah memperingatkan bahwa pembicaraan antara Israel dan Otoritas Palestina bisa menjadi pukulan fatal bagi perjuangan Palestina, dan mendesak para pemimpin Mesir dan Yordania untuk memboikot pertemuan itu.

Khaled, yang kini bermukim di Suriah, mengatakan bahwa Mahmoud Abbas, Presiden Palestina, terlalu lemah untuk berdiri dengan Israel dan menegosiasikan kesepakatan pada pembicaraan mendatang di Washington.

“Jika perundingan berhasil, mereka akan berhasil dengan standar Israel. Mereka akan menarik batas yang mereka inginkan dan mereka akan menyita kedaulatan kami,” kata Meshaal dalam pidato di Damaskus pada hari Selasa (24/8).

Meshaal mengimbau Hosni Mubarak, presiden Mesir, dan Raja Yordania, Abdullah, untuk tidak kembali memfasilitasi negosiasi yang ditolak oleh Palestina.

“Hasil negosiasi ini akan menjadi bencana besar untuk kepentingan dan keamanan Yordania dan Mesir.”

Mubarak dan Raja Yordania telah diundang ke Washington untuk bergabung dengan pertemuan puncak pada tanggal 2 September mendatang, untuk melanjutkan pembicaraan langsung pertama kalinya dalam 20 bulan antara Israel dan Otoritas Palestina.

Otoritas Palestina memutuskan perundingan dengan Israel pada Desember 2008, saat Israel melancarkan perang tiga minggu di Jalur Gaza.

Meshaal mengatakan bahwa rakyat Palestina tidak akan merasa terikat dengan hasil negosiasi ini, karena para perunding Palestina menolak tuntutan mereka”.

Hillary Clinton, sekretaris negara AS, sebelumnya mengumumkan bahwa akan mengadakan pembicaraan tanpa prasyarat, dan akan berjalan selama setahun.

Meshaal meminta Abbas dan faksi Fatah untuk bergabung dengan Hamas dalam mengadopsi strategi terpadu, yang katanya tidak akan turun diplomasi tapi akan berkonsentrasi pada pilihan resistensi dan berpegang pada hak-hak Palestina yang tidak dapat dicabut.

strategi negosiasi Abbas telah lama ditolak oleh Hamas, yang merebut Jalur Gaza dari Otorita Palestina pada tahun 2007.

Hamas dan Fatah telah bersaing selama bertahun-tahun. Sementara itu Mesir dalam upaya mediasi kedua pihak selama beberapa bulan terakhir hanya menghasilkan sedikit kemajuan. (mirzah/ptv/knrp)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (16 votes, average: 9,94 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Hidayat

    Pembesar israel sendiri pernah berujar. Jika saya mjd orang arab/ Palestina, tidak akan pernah mau berunding/ kerjasama dengan israel.

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina