Home / Berita / Nasional / MUI: Ada Tayangan tak Sesuai Ramadhan

MUI: Ada Tayangan tak Sesuai Ramadhan

Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menemukan sejumlah program tayangan televisi di bulan Ramadhan 1431 H/ 2010 M terindikasi tidak relevan dengan spirit bulan suci umat Islam itu. Menurut Ketua Tim Pemantau TV Ramdhan MUI, Sinansari ecip, tayangan-tayangan tersebut dinilai kurang sejalan dengan nilai Islam seperti mengandung unsur dialog dan adegan yang merendahkan, memperolok, melecehkan sesama, serta makian kasar. ”Terutama pada acara komedia yang disiarkan secara langsung,” ujar dia di Gedung MUI, Jakarta, Selasa (24/8)

Sinansari menjelaskan, hasil pemantauan tersebut dilakukan selama 10 hari sejak awal Ramadhan di 12 stasiun televisi yaitu TVRI, TPI, RCTI, SCTV, ANTV, MetroTV, Indosiar, Trans TV, Trans 7, Global TV, TV One, dan O Chanel. Dalam proses pemantauan, MUI mengacu UU penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan fatwa MUI.

Tayangan tersebut antara lain, lanjut Sinansari, program Wayang On Stage dan Fiesta Buka Puasa (Antv), Cerita Pagi (TPI), Mister Olga (RCTI), dan Inbox (SCTV). Oleh karena itu, MUI menyarankan Stasiun TV tidak mengejar orientasi bisnis semata. Melainkan, Stasiun TV diharapkan mempertimbangkan orientasi edukasi keagamaan publik. Selain itu, MUI mengimbau artis yang terlibat dalam tayangan Ramadhan menyesuaikan diri dengan kesucian bulan Ramadhan. ”Tak hanya pakaian tetapi juga ucapan dan tindakan,”kata dia.

Meski demikian, ungkap dia¸ secara umum MUI mengapresiasi antusiasme pengelola TV menyambut, menyemarakkan, dan memberi warna Ramadhan pada program masing-masing. Program yang ditayangkan bermuatan positif dan edukatif seperti sinetron Para Pencara Tuhan (SCTV) dan Tafsir Al-Misbah (Metro TV). Sehingga memenuhi kebutuhan khusus pemirsa di bulan Ramadhan baik berupa siraman spiritual, inspirasi hidup, hiburan religi, maupun informasi yang bermuatan edukasi.

Lebih lanjut, Sinansari menuturkan, kritik MUI tidak dimaksudkan untuk mematikan industri pertelevisian. Akan tetapi, dilakukan sebagai kontribusi membangun media massa yang bermartabat dan bermanfaat. Sebab, MUI memandang media massa sebagai mitra strategis mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat. ”MUI tidak ingin mematikan mereka. Tapi hanya akan memperingatkan agar tayangannya sehat dan diterima masyarakat,”tegas dia.

Sekjen MUI, Ichwan Sam, MUI bekerjasama Kominfo dan KPI melakukan monitoring terhadap tayangan-tayangan televisi. Pemantauan tidak hanya di bulan Ramadhan akan tetapi juga dilakukan di luar bulan Ramadhan. Sebagai representatif umat Islam Indonesia, langkah ini dilakukan MUI sebagai wujud proaktif mengontrol konsistensi program TV mengikuti aturan yang berlaku.

Ichwan menambahkan, latarbelakang pemantauan ini adalah hak masyarakat untuk mendapatkan tayangan-tayangan yang mendukung suasana ibadah. Selain itu, selayaknya program-program Ramadhan membawa membawa dampak terciptanya suasana kehidupan Ramadhan sebagai bulan suci. ”Jangan sampai Ramadhan dikotori dengan adegan-adegan yang tak pantas,”tegas dia

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapat Umum, Badan Informasi Publik, Kemkominfo, Bambang Wiswoluyo, Kemkoninfo melakukan monitoring serupa terhadap program TV tak terkecuali selama bulan Ramadhan. Hasil monitoring tersebut tidak jauh berbeda dengan penemuan Tim Pemantau MUI. Akan tetapi, kesimpulan akhir menurut rencana akan disampaikan ke MUI di 15 hari pertama Ramadhan.

Bambang menyebutkan, hasil temuan Kemkoninfo akan memperkuat dugaan indikasi penyimpangan tayangan televevisi yang ditemukan MUI. Bahkan, pihaknya mengaku siap membantu MUI menyampaikan data kuantatif berupa bukti-bukti rekaman atas pelanggaran program tersebut. (Krisman Purwoko/Nashih Nashrullah/RoL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 8,15 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Ajat Jatnika

    Insya Allah mereka mengerti dan bisa berubah ke arah yang lebih baik lagi demi kebahagiaan mereka sendiri didunia dan akhirat.

  • gizar pranata kmrt

    da jga tyangan yg krang dri jaran islam<sprti mengolok2,dan melecehkan….sperti acara tv transtv investigasi selebriti dan trans7 selebruiti…yg mnceritakan,tntng fenomena alam yg bru2 ini….sbtulnya tidak prlu dityngkan yg sperti itu….seperti tdak ada iman

Lihat Juga

Ilustrasi. (change.org)

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk