Home / Berita / Nasional / Busana Muslim Indonesia Memukau di World Expo

Busana Muslim Indonesia Memukau di World Expo

Fashion Muslim yang digunakan film Ketika Cinta Bertasbih (ilustrasi - SinemArts)
Busana Muslim yang digunakan film Ketika Cinta Bertasbih (ilustrasi - SinemArts)

dakwatuna.com – Jakarta. Sekitar 40 busana muslim karya para perancang Indonesia memukau para pengunjung “World Expo” di Shanghai, China, sehingga tidak berlebihan jika Indonesia ingin menjadi kiblat mode busana muslim dunia.

Direktur Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC), Jetty R. Hadi, dalam keterangan pers yang diterima ANTARA, Minggu, mengatakan bahwa sambutan positif masyarakat internasional kepada busana muslim Indonesia selama ini memang tinggi dalam setiap peragaan busana.

“Keunikan ragam dan warna busana muslim buatan Indonesia mampu memadukan unsur etnik, elegan, dan modernitas, dalam satu garis rancang. Hal itu membuat busana muslim dapat tampil universal dan menarik siapa saja yang melihatnya,” kata Jetti R. Hadi yang juga pemimpin redaksi Majalah Noor itu.

Pada ajang World Expo di Shanghai, China, itu IIFC bersama delapan perancang busana muslim tanah air yaitu Dian Pelangi, Nunik Mawardi, Merry Pramono, Jeny Tjahyawati, Irna Mutiara, Malik Moestaram, Shafira dan Hanny Hananto, melakukan pagelaran mode dan pameran di Paviliun Indonesia, pada 17 – 20 Agustus 2010.

Busana yang dipamerkan, kata dia, mampu memikat para pengunjung yang sebagian besar tidak berasal dari negara muslim. Kenyataan itu, menjadi kebanggaan tersendiri bagi delegasi IIFC yang aktif mengkampanyekan pentingnya Indonesia menjadi kiblat mode busana muslim di dunia.

“Upaya menjadikan Indonesia sebagai kiblat mode busana muslim dunia akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dalam negeri. Selain memberi nilai tambah bagi kualitas daya saing industri kreatif dan tekstil, serta akan mengurangi angka pengangguran dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia,” kata Jetti.

Di samping itu, lanjut dia, dari sisi sosial dan budaya, Indonesia pun akan ikut terangkat di pentas dunia.

Pada kesempatan itu pula Duta Besar Indonesia untuk China, Imron Cotan, memperkenalkan Indonesia sebagai kiblat mode muslim dunia, yang telah dicanangkan secara nasional di Jakarta pada 13 Agustus 2010.

Pada kegiatan itu pula Indonesia memberi penghargaan dan hadiah kepada kepada pengunjung paviliun Indonesia yang ke 5.081.745. Angka tersebut diambil dari angka hari kemerdekaan RI. Sejak tampil di World Expo pada Mei, Paviliun Indonesia dikunjungi rata-rata satu juta orang per bulan.

IIFF Jakarta

Sementara itu, pada Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) di Plaza Indonesia, Jakarta, animo masyarakat terhadap busana muslim juga sangat positif.

Sejak IIFF dibuka pada 13 Agustus hingga 17 Agustus 2010, transaksi dari 32 gerai desainer yang mengikuti pameran, telah mencapai Rp162.616.300, dengan tingkat kunjungan rata-rata 200 orang per hari.

“Pembeli selain berasal dari dalam negeri, juga ada dari Malaysia dan Singapura. Para desainer mengeluarkan koleksi terbaru yang mudah dipakai, sehingga tidak ada lagi kesan rumit ketika seseorang memakai busana muslim,” kata Jetti.

Salah satu desain yang terlaris adalah milik desainer Irna Mutiara. yang banyak dicari para artis karena menjadi “trend setter.” (R016/S026/ant)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Demonstrasi menentang kemenangan Trump di Amerika. (aljazeera.net)

Demonstrasi Menentang Kemenangan Trump, Satu Warga Amerika Meninggal Dunia

Organization