13:57 - Kamis, 24 April 2014
Muhammad Syauqi Hafiz

Belajar Bahasa Amiyah Praktis (Bagian ke-5): Nafi Fi’il M.A.D (Mudhare’ Akan Dilaksanakan)

Rubrik: Essay | Oleh: Muhammad Syauqi Hafiz - 19/08/10 | 11:13 | 10 Ramadhan 1431 H

dakwatuna.com – Seandainya kawan-kawan ingin menafikan fi’il ini, cukup dengan menambahkan – tanpa menyambung – huruf “مش” depan fi’il yang akan dinafikan tersebut, contohnya:

بيصلح = هيصلح = مش هيصلح
باكل = هاكل = مش هاكئ
يدور = هيدور =مش هيدور

Gampang kan?!

“ قبل ” dan “ بعد ”

Setiap fi’il MB yang didahulukan oleh “قبل ” atau “بعد ” harus di tambahkan “ما ” mashdariyah di depannya. Misalnya:

أنا هامر عليك قبل ما اروح الكلية.

Ana hamur aleik abl ma ruuh elkulliah
Ntar gue mampir ke tempat lo sebelum gue pergi ke
kuliah.

“ ما ”

“ما ” dalam bahasa ammiyah ada empat macam :
1. “ ما ” mashdariyah, seperti yang terletak sebelum fi’il MB yang didahului oleh “ قبل ” atau “ بعد ”. Misalnya :

بعد ماخلص شغلي هامر عليك

Ba’d ma khallas shugli hamur aleiki
Setelah selesai kerja, gue mau mampir ke tempat lo

2. “ ما ” nafiyah, yang datang bersama dengan “ ش ”. “ ما ” nafiyah ini khusus untuk menafikan fi’il saja. Misalnya :

أنا ماروحتش الكلية النهارده عشان أنا عيان

Ana marohtesy el kulliah ennahardah asyan kunt ayyan.
Gue ga bisa pergi ke kuliah hari ini karena gue sakit

Ket: عيان = مريض . مريض tidak dipakai lagi dalam BAm.

3. “ما ” amr, digunakan untuk menyuruh seseorang secara kasar dan memaksa. Misalnya:

ماتروح الكلية يا عم وبلاش كسل بقى! .

Matruuh el kulliah ya am we balash kasal ba’a!
Pergilah ke kuliah, jangan males dong!

4. “ ما ” ta’kid – menegaskan – misalnya:

ما انا قولتلك ذاكر كويس .

Mana ultilak dzaker kuwais.
Kan gue udah bilang ke lo, belajar yang benar!

Cara membuat pertanyaan dengan fi’il mudhare’:

Untuk membuat pertanyaan dari fi’il mudhare’ yang artinya “ هل ” adalah berikut ini:

1. Kita dapat memakai na’eb fa’el atau fi’il M.A.D. dalam bentuk kalimat pertanyaan disertai dengan intonasi pertanyaan, misalnya :

إنت رايح الكلية النهاردة؟
إنت هتروح الكلية النهاردة ؟
إنت نازل معانا ؟
إنت هتنزل معانا ؟

2. Kita dapat memakai huruf “مش ” ditambah dengan na’eb fa’il, atau fi’il M.B dengan maksud untuk meminta ketegasan dari orang yang kita tanya, misalnya:

إنت مش رايح الكلية النهارده ؟

Enta mush raih el kulliah ennahardah?
lo ga mau pergi kuliah hari ini?

إنت مش نازل معانا ؟

Enta mush nazel ma’ana?
lo ga mau turun bareng ama kita?

atau dengan fi’il M.A.D, misalnya :

إنت مش هتروح الكلية بكرة ؟

Enta mush hatruuh elkullliah bukroh ?
Apakah lo mau pergi ke kuliah besok?

– Bersambung

(hdn)

Muhammad Syauqi Hafiz

Tentang Muhammad Syauqi Hafiz

Lahir di kota Bogor 13 Maret 1995 dan dibesarkan di kota yang sama. Sekarang (tahun 2010) masih berstatus santri di Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan kelas 10 MA. Mempunyai ketertarikan… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
83 queries in 0,998 seconds.