Home / Berita / MUI Diminta Haramkan Jual-Beli Uang

MUI Diminta Haramkan Jual-Beli Uang

dakwatuna.com – Malang. Majelis Ulama Indonesia (MUI) diharapkan bersikap tegas terhadap transaksi jual-beli uang. MUI bahkan diminta mengharamkan jual beli uang baru. Sebab, pada bulan Ramadhan, khususnya menjelang lebaran nanti, jual-beli uang baru itu marak dilakukan masyarakat secara ilegal di tempat-tempat tertentu.

”Sudah menjadi rutinitas menjelang lebaran itu banyak orang membutuhkan uang baru.  Untuk itu, mereka menukarkan uang tersebut di Bank Indonesia,’’  papar Pimpinan Bank Indonesia (BI) Malang, Totok Hermiyanto, Ahad (15/8).

Namun, terang dia, tidak semua orang memiliki waktu cukup untuk menukarkan uangnya itu ke BI atau bank. Banyak di antara masyarakat yang enggan antri menukarkan uangnya di bank tersebut. Sehingga, momen tersebut sering dimanfaatkan orang atau kelompok tertentu untuk disalahgunakan.

Misalnya, memperjualbelikan uang baru yang baru keluar dari BI. Para pedagang uang baru itu dikatakan Totok sebenarnya tidak dipebolehkan. Alasannya, yang ada itu hanya penukaran uang. ‘’Kalau jual-beli uang itu tidak boleh,’’ jelas dia.

Alasannya, uang yang diperjualbelikan itu memiliki nilai interisik yang sama. ”Yang berbeda hanya waktu keluarannya saja. Misalnya,  uang pecahan Rp 5.000-an yang baru, dijual Rp 6.000 dengan uang lama. Itu kan sebenarnya tidak boleh,” kritik dia.

Menurut dia, jual-beli semacam itu pada hakekatnya tidak dibernarkan. Sebab, yang diperbolehkan hanya tukar-menukar uang saja, buka jual beli uang. ”Kalau sampai terjadi jual-beli uang, itu kan sama dengan riba. Sedangkan riba berarti haram,” tegasnya. (Budi Raharjo/Asan Haji/RoL)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 6,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sekolah gizi PKPU di wilayah Klaster Berdaya Desa Sidamukti, Majalengka, Sabtu (6/8/2016). (Vina/kis/pkpu)

Sekolah Gizi, Upaya PKPU dalam Mengentaskan Masalah Gizi