Home / Berita / Tokoh Islam Indonesia Dukung Jam Mekah Jadi Acuan Internasional

Tokoh Islam Indonesia Dukung Jam Mekah Jadi Acuan Internasional

dakwatuna.com – Jakarta. Sejumlah tokoh Islam menanggapi positif wacana pengalihan acuan waktu internasional dari Greenwich Mean Time (GMT) ke waktu Mekkah. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin, sudah saatnya umat Islam memiliki acuan waktu tersendiri yang berbeda dengan acuaan yang sekarang ada. Apalagi Makkah adalah tempat dimana kiblat umat Islam berada. “Tidak masalah acuan waktu dialihkan ke Makkah justru lebih baik,”kata di Jakarta, Kamis (12/8)

Selain itu, tambah Ma’ruf, Makkah merupakan tujuan haji umat Islam. Jika memang peralihan tersebut terwujud maka akan mempermudah kalangan Muslim merujuk waktu ibadah mereka. Dia berharap agar rencana ini tak sekadar wacana dan bisa direalisasikan agar identitas umat Islam semakin kuat.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Tarjih, Tajdid dan Pemikiran Islam, Yunahar Ilyas, mengatakan apabila wacana pengalihan terwujud maka menjadi kebanggaan tersendiri bagi umat Islam. Meskipun, dia mengakui upaya ke arah sana belum tentu diterima oleh berbagai pihak karena masih menunggu konvensi internasional.

Akan tetapi, Yunahar menyatakan dukungannya terhadap wacana tersebut. Selain itu, dia mendorong negara-negara Islam turut mendukung agar wacana te,rsebut disepakati. Dia mengajak ilmuwan dan pakar terkait di Indonesia mengkaji relevansi dan validitas pengalihan itu.“Mudah-mudahan bawa persatuan umat Islam,”harap dia.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama (Kemenag), Rohadi Abdul Fatah. Upaya pengalihan ini dinilai sebagai gebrakan inovatif yang memberikan rasa bangga bagi Muslim.

Rohadi menuturkan, rencana ini akan menghadapi halangan dari komunitas anti Islam terutama bangsa Yahudi. Ketidaksukaan mereka terhadap Islam salah satunya akan disalurkan dengan membendung terjadinya kesepakatan internasional. “Lihat saja apa hasil konvensi internasional nantinya, tapi sebagai Muslim saya setuju (pengalihan-red),”ujar dia.

Sebagaimana diberitakan, pemerintah Arab Saudi telah membangun sebuah jam raksasa di puncak gedung pencakar langit, Abraj Al Bait Tower, di kota Makkah. Selain berambisi menjadi acuan waktu dunia, pemerintah Arab Saudi ingin jam ini menjadi acuan waktu bagi 1,5 miliar Muslim di seluruh negara, termasuk Indonesia.

Akan tetapi, pemerintah Arab Saudi harus bersabar menunggu konvensi internasional. Sampai saat ini, acuan waktu yang digunakan sebaga standar internasional adalah GMT yang merupakan hasil konvensi internasional tahun 1884. (Krisman Purwoko/Nashih Nashrullah/RoL)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Saya sangat mendukung .. Smg terwujud ..

  • Abdullah Husein

    mantap! Lanjutkan!!

  • basri

    sangat sepakat…………..tp tolong dunia islam masih merintih….banyak yang membutuhkan dana besar ,stlh ini pikirkan kemerdekaan negeri2 muslim

  • elfan

    memang umat hrs memastikan, kapan terjadinya pergeseran waktu dlm Islam, apakah sore hari atau pagi harinya. Al Quran hanya mengenal dua waktu, siang dan malam, kl GMT pergeserannya ‘ditengah malam’ apa benar konsep ini???

  • ok setuju banget………..semoga menjadi kenyataan aja

Lihat Juga

Supporter Indonesia membuat Aksi Atraktif dengan membentuk Koreo Bendera Palestina saat Laga Timnas dengan Malaysia, Selasa (

Ini Respon Ulama Palestina Soal Koreo Bendera di Stadion Manahan Solo